- Kamis, 5 Februari 2026
Salah Tulis Atau Sengaja? Menguak Misteri Angka "IIII" Di Jam Gadang Yang Bikin Belanda Ketar-Ketir
Salah Tulis atau Sengaja? Menguak Misteri Angka "IIII" di Jam Gadang yang Bikin Belanda Ketar-Ketir
?
Oleh: Andika Putra Wardana
?Coba deh, kalau kamu lagi jalan-jalan ke Bukittinggi, sempatkan waktu sebentar untuk mendongak ke puncak Jam Gadang.
Perhatikan angka 4-nya. Bukan IV seperti yang diajarkan guru matematika SD, melainkan IIII (empat garis lurus berjejer).
Kok bisa? Apakah arsiteknya, Yazid Rajo Mangkuto, melakukan kesalahan fatal saat merancangnya tahun 1926?
?Ternyata tidak. Penulisan unik ini menyimpan tiga teori besar yang beredar di masyarakat, mulai dari yang mistis sampai yang politis.
?1. Mitos T umbal 4 Pekerja (Versi Mistis)
Kita mulai dari cerita yang paling dark dan sering dibisikkan oleh warga lokal. Ada kepercayaan turun-temurun bahwa angka IIII itu sengaja dibuat untuk mengenang 4 orang pekerja bangunan yang meninggal dunia karena kecelakaan kerja saat membangun menara setinggi 26 meter ini.
?Konon, mereka dijadikan "tumbal" atau korban pembangunan, dan sebagai penghormatan terakhir, angka 4 pada jam tersebut tidak ditulis IV, melainkan IIII yang melambangkan empat nyawa yang berdiri tegak (empat garis).
Meski ini terdengar mengerikan dan dramatis, sampai sekarang belum ada catatan sejarah resmi yang bisa membuktikan kebenaran tragedi ini.
?2. Ketakutan Belanda pada Simbol "I Victory" (Versi Politis)
Teori kedua ini jauh lebih masuk akal secara historis. Ingat, Jam Gadang dibangun di era kolonial Belanda sebagai hadiah dari Ratu Belanda Wihelmina kepada Rook Maker (Sekretaris Kota Bukittinggi saat itu).
?Ada dugaan kuat bahwa pemerintah Hindia Belanda melarang penggunaan angka IV.
Kenapa? Karena "IV" bisa dibaca sebagai singkatan dari "I Victory" (Aku Menang). Pihak Belanda sangat paranoid alias takut jika rakyat Bukittinggi melihat simbol itu setiap hari, semangat perlawanan dan pemberontakan mereka akan terbakar untuk mengalahkan penjajah.
Akhirnya, diperintahkanlah penulisan angka 4 diganti menjadi IIII yang lebih netral agar tidak memicu revolusi.
?3. Standar Raja Louis XIV & Keseimbangan (Versi Ilmiah)
Nah, kalau kita tanya ahli jam dunia, jawabannya beda lagi. Ternyata, penulisan IIII itu bukan cuma ada di Bukittinggi. Banyak jam antik di Eropa juga pakai IIII.
Alasannya kembali ke Raja Prancis Louis XIV (Si Raja Matahari). Konon, beliau tidak suka angka IV dan memerintahkan semua pembuat jam kerajaan untuk memakai IIII.
?Selain titah raja, alasan lainnya adalah Keseimbangan Visual (Simetri). Coba lihat sisi kanan jam (angka IV/IIII) dan sisi kiri jam (angka VIII).
?Jika pakai IV (2 karakter) vs VIII (4 karakter), jam terlihat "berat sebelah" ke kiri. ?Jika pakai IIII (4 karakter) vs VIII (4 karakter), tampilannya jadi seimbang dan cantik secara estetika. ?
Fakta Bonus: Mesin Kembaran Big Ben
Terlepas dari misteri angkanya, ada satu hal yang bikin kita wajib bangga. Mesin di dalam Jam Gadang itu bernama Vortmann Recklinghausen (buatan Jerman).
Mesin ini sangat langka dan cuma ada dua unit di dunia: satu di Jam Gadang Bukittinggi, dan satu lagi di Big Ben, London. Jadi, kalau ke Bukittinggi, Bos sebenarnya sedang melihat saudara kembar ikon Inggris dengan kearifan lokal..
Editor : melatisan
Tag :Jam Gadang, Bukittinggi, Angka misteri
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
MEMBONGKAR KEDUDUKAN KUAT DAN PERAN PEREMPUAN MINANGKABAU DALAM KELUARGA
-
MENGUPAS ALASAN KUAT LAKI-LAKI PERGI MENINGGALKAN KAMPUNG DALAM TRADISI MERANTAU MINANGKABAU
-
MEMBONGKAR RAHASIA PUTARAN UANG DAN TRADISI DALAM PESTA BARALEK MINANGKABAU
-
MELIHAT LEBIH DEKAT MAKNA KEHIDUPAN PADA TRADISI TURUN MANDI BAYI SUMATERA BARAT
-
MEMBACA MAKNA DAN BEBAN PEMIMPIN DALAM PERHELATAN BATAGAK PANGULU
-
PERTUMBUHAN EKONOMI SUMBAR MENGUAT DI AWAL 2026
-
HARAPAN DAN REALITAS PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN DI INDONESIA: ANTARA NARASI KEMAJUAN DAN KRISIS STRUKTURAL
-
KARTINI DI RANTAU: KETIKA SEMANGAT EMANSIPASI BERTEMU FALSAFAH BUNDO KANDUANG
-
MEMPERCEPAT PEMULIAAN UNTUK MASA DEPAN KOPI SUMATERA BARAT YANG BERKELANJUTAN
-
IKATAN MAHASISWA TIGO LURAH (IKMTL) GELAR FESTIVAL SENI OLAHRAGA TIGO LURAH 2026, BERTEMA "RASO KA KAMPUANG, KARYA UNTUAK NAGARI"