- Kamis, 5 Februari 2026
Bukan Sekadar Dongeng Hilang Di Hutan: Menguak Misteri Tando Janin Dan Padi Kosong Dalam Legenda Orang Bunian
Bukan Sekadar Dongeng Hilang di Hutan: Menguak Misteri Tando Janin dan Padi Kosong dalam Legenda Orang Bunian
Oleh: Andika Putra Wardana
Selama ini, jika mendengar cerita orang hilang di hutan Sumatera Barat, kita sering mengira korbannya hanya sial karena melamun atau kencing sembarangan.
Namun, riset mendalam terhadap kepercayaan masyarakat di Padang Pariaman (khususnya Nagari Buayan Lubuk Alung dan Kapalo Hilalang) mengungkap fakta yang jauh lebih fatalistik.
Orang Bunian ternyata bukan sekadar hantu hutan, melainkan komunitas makhluk gaib yang hidup di dimensi paralel (alam lain) yang tak kasat mata namun berinteraksi aktif dengan manusia.
Berikut adalah fakta-fakta mencengangkan tentang tetangga sebelah ini yang dipercaya oleh masyarakat setempat:
1. Mengerikannya Konsep "Tando" (Tanda Sejak Kandungan)
Ini adalah temuan yang paling bikin merinding. Masyarakat di Nagari Buayan Lubuk Alung percaya bahwa penculikan oleh Orang Bunian tidak terjadi secara acak.
Ternyata, calon korban yang diinginkan oleh Orang Bunian sudah diberi "Tando" (Tanda) sejak mereka masih berupa janin di dalam kandungan ibunya.
Bayangkan, takdir seseorang untuk dibawa ke alam gaib ternyata sudah ditentukan sebelum ia lahir.
Orang-orang terpilih yang memiliki tando" inilah yang kelak, ketika waktunya tiba, akan diambil atau disembunyikan (manyuruakan) ke dunia Bunian.
Ini mengubah persepsi kita. Bunian bukan sekadar menculik pendaki nyasar, tapi menjemput apa yang mereka anggap milik mereka.
2. Padi Menjadi "Ampo" (Kosong) dan Pesta Hajatan
Interaksi Bunian tidak melulu soal menculik manusia. Di daerah Solok (Pantai Cermin), kepercayaan ini masuk ke ranah ekonomi pertanian.
Pernahkah petani mengalami gagal panen di mana bulir padinya hampa atau kosong (ampo)?
Masyarakat percaya bahwa hilangnya isi padi tersebut karena dipinjam oleh kerabat Bunian untuk kebutuhan pesta pernikahan di alam mereka.
Bahkan, ada kisah di mana makanan yang sudah terhidang di pesta pernikahan manusia tiba-tiba terbang melayang keluar rumah.
Ini diyakini sebagai ulah Bunian yang marah karena tidak diberi sesajian sebelum acara dimulai. Jadi, Bunian dianggap memiliki struktur sosial layaknya manusia, mereka menikah, berpesta, dan butuh beras.
3. Manusia Setengah Bunian?
Legenda di Solok bahkan lebih spesifik lagi menyebutkan adanya garis keturunan campuran.
Ada kepercayaan tentang tokoh bernama Angku Jangguik Malin Pati yang diyakini menikah dengan perempuan Bunian.
Hal ini melahirkan kepercayaan bahwa sebagian masyarakat mungkin memiliki darah campuran atau kekerabatan dengan makhluk halus tersebut, yang menjelaskan kenapa interaksi antara dua dunia ini begitu intens di wilayah tertentu.
Cerita Orang Bunian di Sumatera Barat sejatinya bukan sekadar mitos pengantar tidur.
Ia adalah konstruksi budaya yang mengatur perilaku, nilai moral, dan cara manusia Minangkabau menghormati alam.
Keberadaan mereka mengajarkan satu hal. Kita tidak sendirian di tanah ini. Ada mereka yang mengawasi, menandai, dan kadang meminjam rezeki kita jika kita lupa berbagi rasa atau melanggar etika.
Editor : melatisan
Tag :Bukan Sekadar, Dongeng ,Hilang,Hutan, Menguak Misteri, Tando Janin, Padi Kosong , Legenda, Orang Bunian
Baca Juga Informasi Terbaru MinangSatu di Google News
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
TAMBO MINANGKABAU: JEJAK ASAL-USUL, ADAT, DAN INGATAN KOLEKTIF ORANG MINANG
-
SENI MENAMPAR TANPA MENYENTUH: BEDAH LOGIKA PANTUN MINANG
-
SATU KALI TEBAS HARUS PUTUS! MENCEKAMNYA RITUAL MANABANG BATANG PISANG DALAM SEJARAH TABUIK PARIAMAN
-
SALAH TULIS ATAU SENGAJA? MENGUAK MISTERI ANGKA "IIII" DI JAM GADANG YANG BIKIN BELANDA KETAR-KETIR
-
MERINDING!! MENGUAK PALASIK JANTAN YANG MENGINCAR UBUN-UBUN UNTUK MENGISAP DARAH
-
PELANTIKAN PWI & IKWI SUMBAR: LANGKAH MAJU, HARAPAN BARU, SEJARAH BARU
-
MAHASISWA KKN UNAND 2026 GELAR PENYULUHAN DAN PRAKTIK PEMBUATAN UMMB SEBAGAI SUPLEMENT TERNAK RUMINANSIA DI NAGARI LABUH, KECAMATAN LIMA KAUM, TANAH DATAR
-
PENGOLAHAN LIMBAH JAGUNG MENJADI BOKASHI RAMAH LINGKUNGAN DI NAGARI LABUH
-
PRESIDEN KENA OLAH, OLEH MIKO KAMAL
-
PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBASIS WEB: JALAN KELUAR DARI STIGMA KESEHATAN REPRODUKSI DI PERGURUAN TINGGI