HOME OPINI OPINI

  • Kamis, 5 Februari 2026

PENGOLAHAN LIMBAH JAGUNG MENJADI BOKASHI RAMAH LINGKUNGAN DI NAGARI LABUH

Oleh : Raudah Syifani Effendi dan Denting Azinta

 

Nagari Labuh, Kabupaten Tanah Datar, merupakan wilayah agraris yang sejak dahulu didominasi oleh petani padi sawah. Namun beberapa bulan terakhir, sebagian petani mengalami peralihan pola tanam dari padi ke jagung akibat terjadinya musim kemarau yang berkepanjangan serta ditambah dengan aktivitas vulkanik gunung Marapi yang terjadi setahun yang lalu menyebabkan irigasi air menjadi buruk. Penurunan ketersediaan air irigasi selama kemarau menyebabkan lahan sawah tidak lagi optimal untuk ditanami padi, sehingga risiko gagal panen meningkat. Kondisi ini mendorong petani untuk beradaptasi dengan memilih tanaman jagung yang lebih toleran terhadap keterbatasan air, memiliki umur panen relative singkat dan perawatan yang sederhana. 

Setiap musim panen, lahan jagung di Nagari Labuah menghasilkan limbah biomassa dalam jumlah besar. Batang dan daun jagung memiliki kandungan bahan organik dan serat kasar yang tinggi, sedangkan tongkol jagung mengandung lignoselulosa yang berpotensi menjadi sumber karbon. Limbah-limbah ini sangat cocok dijadikan bahan baku pupuk organik karena dapat memperbaiki struktur tanah, meningkatkan kapasitas menahan air, dan menyediakan unsur hara bagi tanaman.
Namun, keterbatasan pengetahuan dan teknologi sederhana di tingkat petani menyebabkan limbah jagung belum dimanfaatkan secara optimal. Oleh karena itu, diperlukan upaya edukasi dan pendampingan kepada masyarakat untuk mengolah limbah tersebut menjadi produk yang bernilai guna, seperti bokashi.

Selama berkegiatan, masyarakat Nagari Labuh memberikan tanggapan positif terhadap upaya pemanfaatan bonggol jagung menjadi bokashi. Kelompok-kelompok petani tersebut mengikuti sosialisai pembuatan dengan entusiasme dan berdiskusi-diskusi ringan mengenai permasalahn pertaniannya.

Pelaksanaan kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai limbah pertanian yang masih bisa digunakan kembali untuk mewujudkan petani yang lebih berkelanjutan. (*)


Tag :#Limbah Jagung

Baca Juga Informasi Terbaru MinangSatu di Google News

Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com