- Rabu, 4 Februari 2026
Pembelajaran Interaktif Berbasis Web: Jalan Keluar Dari Stigma Kesehatan Reproduksi Di Perguruan Tinggi
Pembelajaran Interaktif Berbasis Web: Jalan Keluar dari Stigma Kesehatan Reproduksi di Perguruan Tinggi
Oleh: Dr. dr. Eldawaty PHS.M.H Kes
(Dosen Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Padang)
Pembahasan mengenai kesehatan reproduksi hingga kini masih sering dianggap tabu di ruang-ruang pendidikan tinggi. Akibatnya, mahasiswa cenderung pasif, enggan bertanya, bahkan kurang memiliki pemahaman yang komprehensif terhadap isu-isu kesehatan reproduksi yang sejatinya sangat dekat dengan kehidupan mereka. Padahal, rendahnya literasi kesehatan reproduksi berpotensi menimbulkan berbagai persoalan serius, mulai dari perilaku berisiko hingga dampak kesehatan jangka panjang.
Salah satu tantangan utama dalam pendidikan kesehatan reproduksi adalah kuatnya stigma sosial dan budaya. Norma yang menganggap topik ini tidak pantas dibahas secara terbuka sering kali membuat proses pembelajaran berlangsung satu arah, kaku, dan minim partisipasi. Jika kondisi ini terus dibiarkan, perguruan tinggi akan kesulitan menjalankan perannya sebagai agen perubahan dalam membangun generasi muda yang sehat, kritis, dan bertanggung jawab.
Di sinilah pembelajaran interaktif berbasis web menemukan relevansinya. Model pembelajaran ini menawarkan ruang belajar yang lebih aman, fleksibel, dan personal bagi mahasiswa. Melalui media digital, mahasiswa dapat mengakses materi secara mandiri, berdiskusi tanpa rasa canggung, serta mengeksplorasi topik-topik sensitif dengan pendekatan yang lebih humanis dan ilmiah. Interaksi tidak lagi terbatas pada ruang kelas, melainkan berlanjut melalui forum diskusi, video interaktif, kuis reflektif, dan simulasi kasus nyata.
Hasil berbagai penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran interaktif berbasis web mampu meningkatkan partisipasi, pemahaman, dan keterlibatan mahasiswa secara signifikan. Ketika mahasiswa merasa nyaman dan dihargai, stigma perlahan dapat dikikis, digantikan oleh sikap terbuka dan rasa ingin tahu yang sehat. Pembelajaran tidak lagi dipersepsikan sebagai ceramah normatif, melainkan sebagai proses dialog yang bermakna.
Lebih jauh, penerapan pembelajaran berbasis web juga sejalan dengan karakteristik generasi mahasiswa saat ini yang akrab dengan teknologi digital. Perguruan tinggi dituntut untuk tidak hanya mengikuti perkembangan zaman, tetapi juga memanfaatkannya secara strategis demi peningkatan kualitas pendidikan. Dalam konteks kesehatan reproduksi, inovasi pembelajaran bukan sekadar pilihan, melainkan kebutuhan.
Oleh karena itu, sudah saatnya institusi pendidikan tinggi, dosen, dan pemangku kebijakan berani bertransformasi. Pengembangan dan penerapan model pembelajaran interaktif berbasis web perlu didorong secara sistematis sebagai bagian dari reformasi pendidikan kesehatan. Dengan pendekatan yang tepat, pendidikan kesehatan reproduksi tidak lagi menjadi topik yang dihindari, tetapi menjadi ruang pembelajaran yang memberdayakan dan mencerahkan.
Tag :Opini, Eldawaty
Baca Juga Informasi Terbaru MinangSatu di Google News
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
MAHASISWA KKN UNAND 2026 GELAR PENYULUHAN DAN PRAKTIK PEMBUATAN UMMB SEBAGAI SUPLEMENT TERNAK RUMINANSIA DI NAGARI LABUH, KECAMATAN LIMA KAUM, TANAH DATAR
-
PENGOLAHAN LIMBAH JAGUNG MENJADI BOKASHI RAMAH LINGKUNGAN DI NAGARI LABUH
-
PRESIDEN KENA OLAH, OLEH MIKO KAMAL
-
KOSTA RIKA VS SUMATERA BARAT: TANAH YANG SAMA-SAMA SUBUR, JALAN YANG BERBEDA
-
PENDIDIKAN DI PELOSOK: ANTARA SEMANGAT DAN KETERBATASAN AKSES
-
PELANTIKAN PWI & IKWI SUMBAR: LANGKAH MAJU, HARAPAN BARU, SEJARAH BARU
-
MAHASISWA KKN UNAND 2026 GELAR PENYULUHAN DAN PRAKTIK PEMBUATAN UMMB SEBAGAI SUPLEMENT TERNAK RUMINANSIA DI NAGARI LABUH, KECAMATAN LIMA KAUM, TANAH DATAR
-
PENGOLAHAN LIMBAH JAGUNG MENJADI BOKASHI RAMAH LINGKUNGAN DI NAGARI LABUH
-
PRESIDEN KENA OLAH, OLEH MIKO KAMAL
-
PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBASIS WEB: JALAN KELUAR DARI STIGMA KESEHATAN REPRODUKSI DI PERGURUAN TINGGI