- Rabu, 4 Februari 2026
Merinding!! Menguak Palasik Jantan Yang Mengincar Ubun-Ubun Untuk Mengisap Darah
Merinding!! Menguak Palasik Jantan yang Mengincar Ubun-Ubun untuk Mengisap Darah
Oleh: Andika Putra Wardana
Ternyata, ancaman bagi bayi di ranah Minang jauh lebih fisik dan menakutkan dari sekadar tatapan mata.
Koreksi dari para orang pintar meluruskan cara kerja kaum Palasik ini berdasarkan gender, dan metodenya sungguh bikin bulu kuduk berdiri.
Kita sudah tahu bahwa Palasik Perempuan identik dengan kepala yang terlepas (kuduang) dan melayang mencari mangsa.
Namun, Palasik Laki-laki bekerja dengan cara yang lebih senyap dan menipu.
Karena kepalanya tidak bisa lepas, mereka berbaur dengan warga biasa.
Modus opersinya sangat licik, mereka akan berpura-pura menyukai seorang bayi, mendekatinya, mungkin berpura-pura ingin menimang atau mencium sayang.
Di saat itulah serangan mematikan terjadi. Sasaran utama mereka adalah Ubun-ubun (Fontanela) bayi yang masih lunak.
Menurut kepercayaan, Palasik Laki-laki akan menempelkan hidung atau mulutnya di area ubun-ubun tersebut.
Bukan sekadar mencium, mereka mengisap darah atau sari kehidupan si bayi langsung dari celah lunak tengkorak itu.
Kenapa ubun-ubun? Karena area ini dianggap sebagai "pintu gerbang" nyawa yang paling terbuka dan rentan pada manusia yang baru lahir.
Dampaknya sangat fatal. Bayi yang habis diisap ubun-ubunnya oleh Palasik biasanya tidak langsung meninggal, tapi akan mendadak rewel tak terkendali, demam tinggi, muntah-muntah, dan lama-kelamaan badannya kurus kering (wasting) seolah kehabisan darah dan gizi.
Inilah alasan kenapa orang tua zaman dulu sangat posesif dan sering memakaikan topi atau penutup kepala pada bayi jika dibawa keluar rumah, bukan cuma takut masuk angin, tapi takut ubun-ubunnya diincar pemangsa berwujud manusia.
Editor : melatisan
Tag :Merinding, Palasik Jantan, Mengincar Ubun-Ubun, Mengisap Darah
Baca Juga Informasi Terbaru MinangSatu di Google News
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
PERAN INDANG DALAM TRADISI PESISIR MINANGKABAU: DARI SURAU PARIAMAN HINGGA PANGGUNG BUDAYA
-
PERKEMBANGAN KABA SEBAGAI TRADISI LISAN MINANGKABAU
-
SEJARAH SILEK MINANGKABAU SEBAGAI WARISAN BUDAYA: DARI ILMU LAHIR HINGGA JALAN BATIN
-
ASAL-USUL RANDAI SEBAGAI SENI PERTUNJUKAN MINANGKABAU: DARI SILAT, KABA, HINGGA TEATER RAKYAT NAGARI
-
SEJARAH TRADISI PASAMBAHAN DALAM UPACARA ADAT MINANGKABAU
-
FENOMENA BARU KAWASAN WISATA ALAHAN PANJANG YANG MERISAUKAN
-
LMJ BERBAGI: SEDERHANA, TETAPI PENUH MAKNA
-
SUJUD DI AMBANG LAILATUL QADAR: MENJEMPUT DAMAI DI TANAH HARAM BERSAMA SIANOK TOUR DALAM BAYANG KETEGANGAN DUNIA
-
RUMAH GADANG MAU DIPUGAR, BANYAK YANG AMBRUK
-
SURAT KEPADA NAHKODA SUMBAR, YANG BAHTERANYA KOYAK DI HANTAM GALODO