HOME VIRAL UNIK

  • Kamis, 4 Desember 2025

Nagari Sumanik: Jejak Tua Minangkabau Dan Rumah Makhudum Basa Ampek Balai

Nagari Sumanik, Jejak Tua Minangkabau
Nagari Sumanik, Jejak Tua Minangkabau

Nagari Sumanik: Jejak Tua Minangkabau dan Rumah Makhudum Basa Ampek Balai

Oleh: Andika Putra Wardana


Di lereng dataran tinggi Salimpaung, hanya sekitar 10–12 kilometer dari Batusangkar, berdirilah sebuah nagari yang sejak lama dikenal sebagai salah satu pusat adat dan sejarah Minangkabau yaitu Nagari Sumanik. Nagari ini bukan sekadar pemukiman agraris yang hijau dan sejuk, ia adalah ruang hidup yang memelihara jejak panjang peradaban Minang, tempat adat bernafas, dan cerita-cerita tambo turun-temurun tetap dijaga.

Secara geografis, Sumanik berada pada hamparan dataran tinggi yang subur di Kabupaten Tanah Datar. Wilayahnya mencakup lebih dari 10 kilometer persegi, terdiri dari tujuh jorong yaitu Guguak Manih, Guguak Panjang, Guguak Tinggi, Koto Piliang, Mandahiling, Piliang Laweh, dan Piliang Sani yang masing-masing memiliki dinamika sosialnya sendiri. Pertanian menjadi nadi utama kehidupan masyarakat, mulai dari sawah, kebun sayur, hingga usaha cokelat rakyat seperti kebun Janofia yang cukup dikenal di daerah itu.

Namun, kekuatan Sumanik tak hanya terletak pada alamnya. Dalam tambo Minangkabau, nagari ini tercatat sebagai tempat kedudukan salah seorang Basa Ampek Balai, yaitu Makhudum di Sumanik, salah satu dari empat menteri besar Kerajaan Minangkabau. Fakta ini menjadikan Sumanik sebagai salah satu nagari berstatus tinggi dalam struktur adat lama. Tradisi musyawarah, tata cara baralek, dan aturan adat lainnya masih hidup rapi, diwariskan melalui para ninik mamak dan dipelihara melalui Kerapatan Adat Nagari.

KAN Sumanik bahkan diakui sebagai salah satu yang terbaik di Tanah Datar. Lembaga adat ini beranggotakan puluhan penghulu dari empat suku utama yaitu Piliang Laweh, Piliang Sani, Koto Piliang, dan Mandahiling yang memegang peranan penting dalam menjaga tatanan sosial nagari. Hingga kini, Sumanik dikenal sebagai nagari tempat peradaban Minang dijaga tidak hanya secara simbolis, tetapi juga melalui praktik nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Selain kaya adat, Sumanik juga berkembang sebagai desa wisata. Penetapan dari Kementerian Pariwisata membuat nagari ini semakin dikenal sebagai destinasi budaya yang menawarkan pengalaman otentik, mulai dari menyaksikan silat tradisional, randai, hingga ikut serta memasak kuliner khas nagari seperti randang baluik (rendang belut) di rumah gadang tua. Bagi pengunjung, Sumanik memberi kesempatan merasakan kehidupan Minangkabau dari dekat bukan sekadar melihat, tetapi ikut terlibat dalam aktivitas warga.

Di sisi pemerintahan, Nagari Sumanik dipimpin oleh wali nagari dan perangkat nagari yang cukup aktif dalam pembangunan. Pada 2023, Yopi Hendra dilantik sebagai Wali Nagari Sumanik, meneruskan berbagai program pelayanan publik seperti administrasi kependudukan berbasis kolaborasi dengan dinas kabupaten. Pasar nagari atau Balai Okoak menjadi pusat ekonomi masyarakat, sementara program Kampung KB membantu pemberdayaan keluarga dan perempuan.

Keindahan alam, kedalaman adat, dan kekuatan cerita turun-temurun membuat Nagari Sumanik bukan sekadar tempat tinggal, ia adalah salah satu titik penting dalam mozaik sejarah Minangkabau. Siapa pun yang ingin memahami akar budaya Minang, cepat atau lambat akan menemukan langkahnya menuju nagari ini.


Wartawan : Andika Putra Wardana
Editor : melatisan

Tag :Nagari Sumanik, Jejak Tua Minangkabau, Minangkabau, Minang, kuliner Minangkabau, kuliner Minang, adat Minangkabau, adat Minang, masakan Minangkabau, masakan Minang, tokoh Minang, tokoh Minangkabau, rumah adat Minangkabau, Rumah Gadang, Adat Basandi Syara

Baca Juga Informasi Terbaru MinangSatu di Google News

Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com