- Rabu, 17 Desember 2025
Nagari Kampuang Galapuang Ulakan: Denyut Ekonomi Rakyat, Pasar Tradisional, Dan Dinamika Sosial Pesisir
Nagari Kampuang Galapuang Ulakan: Denyut Ekonomi Rakyat, Pasar Tradisional, dan Dinamika Sosial Pesisir
Oleh: Andika Putra Wardana
Sebagai nagari yang terletak di jalur strategis Ulakan Tapakis, Kampuang Galapuang Ulakan berkembang bukan hanya sebagai pusat sejarah, tetapi juga sebagai simpul ekonomi rakyat. Dengan luas wilayah sekitar 125 hektare, nagari ini didominasi oleh kawasan persawahan, pemukiman, dan pusat perdagangan tradisional yang menjadi tulang punggung kehidupan masyarakat.
Struktur ekonomi Nagari Kampuang Galapuang Ulakan menunjukkan karakter khas nagari pesisir. Mayoritas penduduk menggantungkan hidup pada sektor perdagangan dan pertanian. Keberadaan pasar nagari menjadikan Kampuang Galapuang sebagai pusat distribusi hasil tani dan kuliner bagi wilayah sekitarnya. Produk unggulan yang berkembang meliputi hasil pertanian, makanan tradisional, serta kerajinan bordir yang dikelola secara rumah tangga.
Data RPJM Nagari 2024 menunjukkan bahwa sektor wiraswasta dan buruh tani menjadi kelompok pekerjaan terbesar, disusul oleh pegawai swasta, pedagang, dan sektor jasa. Pola ini mencerminkan ekonomi nagari yang bersifat adaptif, menggabungkan pertanian tradisional dengan aktivitas perdagangan modern berskala kecil.
Dalam bidang sosial budaya, masyarakat Kampuang Galapuang Ulakan masih memegang teguh sistem kekerabatan matrilineal Minangkabau. Adat dan agama berjalan beriringan melalui falsafah Adaik Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah. Islam menjadi landasan utama dalam kehidupan sosial, tanpa menanggalkan nilai adat yang telah mengakar kuat.
Dari sisi pendidikan, tingkat lulusan sekolah dasar dan menengah masih mendominasi, namun sudah terlihat peningkatan jumlah lulusan diploma dan sarjana. Ini menunjukkan adanya kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan sebagai jalan mobilitas sosial di tengah perubahan ekonomi pesisir.
Dengan struktur ekonomi berbasis rakyat, kehidupan sosial yang religius, serta posisi strategis sebagai nagari perdagangan, Kampuang Galapuang Ulakan memperlihatkan bagaimana nagari pesisir Minangkabau bertahan dan berkembang di tengah arus modernisasi, tanpa tercerabut dari identitas budaya dan adatnya.
Editor : melatisan
Tag :Kampuang Galapuang Ulakan, Akar Sejarah, Islamisasi, Nagari Tuo, Pesisir Pariaman
Baca Juga Informasi Terbaru MinangSatu di Google News
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
TAMBO MINANGKABAU: JEJAK ASAL-USUL, ADAT, DAN INGATAN KOLEKTIF ORANG MINANG
-
SENI MENAMPAR TANPA MENYENTUH: BEDAH LOGIKA PANTUN MINANG
-
SATU KALI TEBAS HARUS PUTUS! MENCEKAMNYA RITUAL MANABANG BATANG PISANG DALAM SEJARAH TABUIK PARIAMAN
-
SALAH TULIS ATAU SENGAJA? MENGUAK MISTERI ANGKA "IIII" DI JAM GADANG YANG BIKIN BELANDA KETAR-KETIR
-
BUKAN SEKADAR DONGENG HILANG DI HUTAN: MENGUAK MISTERI TANDO JANIN DAN PADI KOSONG DALAM LEGENDA ORANG BUNIAN
-
PELANTIKAN PWI & IKWI SUMBAR: LANGKAH MAJU, HARAPAN BARU, SEJARAH BARU
-
MAHASISWA KKN UNAND 2026 GELAR PENYULUHAN DAN PRAKTIK PEMBUATAN UMMB SEBAGAI SUPLEMENT TERNAK RUMINANSIA DI NAGARI LABUH, KECAMATAN LIMA KAUM, TANAH DATAR
-
PENGOLAHAN LIMBAH JAGUNG MENJADI BOKASHI RAMAH LINGKUNGAN DI NAGARI LABUH
-
PRESIDEN KENA OLAH, OLEH MIKO KAMAL
-
PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBASIS WEB: JALAN KELUAR DARI STIGMA KESEHATAN REPRODUKSI DI PERGURUAN TINGGI