HOME VIRAL UNIK

  • Selasa, 2 Desember 2025

Minang Street Food: 9 Jajanan Pasar Khas Ranah Minang Yang Wajib Dicoba Perantau

Minang Street Food
Minang Street Food

Minang Street Food: 9 Jajanan Pasar Khas Ranah Minang yang Wajib Dicoba Perantau

Oleh: Andika Putra Wardana


Sumatera Barat tidak hanya dikenal lewat rendang atau gulai-gulai pedasnya. Di balik dapur Minangkabau yang kaya rempah, ada jajanan pasar yang menjadi denyut kehidupan. Rasanya yang manis, sederhana, murah, tapi sarat cerita dan tradisi. Jajanan inilah yang menemani pagi di pasar nagari, menjadi bekal anak sekolah, hingga sajian wajib di acara keluarga. Untuk para perantau, beberapa jajanan bahkan menjadi pemicu rindu yang tidak bisa ditawar. Berikut sembilan kuliner pasar Minang yang paling ikonik, yang layak kamu cari saat pulang kampung.

1. Pinyaram

Pinyaram adalah salah satu jajanan paling tua di Minangkabau. Kue bundar ini terbuat dari campuran tepung beras, gula aren, dan santan. Adonannya digoreng perlahan hingga bagian luar renyah sementara tengahnya tetap lembut. Pinyaram hadir dalam dua warna yaitu pinyaram putih (tanpa gula aren) dan pinyaram hitam yang menggunakan beras hitam atau gula aren pekat. Di banyak nagari seperti Solok, Tanah Datar, hingga Pariaman, pinyaram sering muncul dalam acara adat, baralek, dan batagak penghulu sebagai simbol kemurahan hati tuan rumah.

2. Kacimuih

Kacimuih merupakan jajanan berbahan dasar singkong parut kukus yang disajikan bersama kelapa parut serta taburan gula pasir atau gula merah. Rasa singkong yang netral dipadukan dengan manis-gurih topping membuat kacimuih menjadi kudapan sederhana yang cocok disantap pagi hari. Jajanan ini banyak ditemukan di daerah pesisir barat seperti Padang dan Pariaman, namun hampir semua daerah di Minang mengenalnya sebagai makanan rumahan yang murah, mudah dibuat, dan mengenyangkan.

3. Kue Talam

Kue talam Minang biasanya terdiri dari dua lapis, bagian bawah dari tepung beras yang gurih dan padat, sementara lapisan atas menggunakan santan yang lebih lembut. Beberapa variasinya memakai gula merah, talas, atau pandan. Kue talam selalu hadir di pasar-pasar tradisional dan menjadi salah satu kudapan yang cepat habis karena rasa manis-santan yang ringan dan cocok untuk segala usia.

4. Kue Mangkuak

Kue mangkuak adalah kue tradisional yang dicetak dalam wadah kecil menyerupai mangkuk, sehingga dinamai “mangkuak”. Terbuat dari tepung beras, santan, dan gula, kue ini dikukus hingga teksturnya lembut dan aromanya harum. Saat disajikan, kue mangkuak biasanya diberi taburan kelapa parut putih yang menambah rasa gurih. Meskipun lezat, kue ini kini mulai langka dan hanya ditemukan di pasar tertentu atau acara-acara adat keluarga.

5. Wajik

Wajik adalah kue tradisional berbahan ketan yang dimasak dengan gula merah dan santan hingga bertekstur lengket dan manis. Banyak ditemukan di Tanah Datar, Solok, dan kawasan darek, wajik sering hadir di acara baralek atau saat keluarga menyambut tamu. Meski dikenal di banyak daerah Indonesia, versi Minang cenderung lebih aromatik karena menggunakan gula aren asli dan santan pekat.

6. Sala Lauak

Sala lauak merupakan jajanan khas Pariaman. Bentuknya bulat kecil berwarna keemasan dengan tekstur renyah di luar dan lembut di dalam. Terbuat dari campuran tepung beras, ikan asin (biasanya ikan bilih atau ikan stuhuik), bawang, cabai, dan sedikit kunyit, sala lauak menjadi pendamping sempurna untuk sarapan lontong atau hanya dinikmati sebagai camilan sore. Aroma ikannya kuat namun nikmat, membuatnya populer di kedai-kedai pasar sepanjang pantai Pariaman.

7. Kue Sapik

Kue sapik adalah kue manis berbentuk segitiga dengan tekstur tipis dan renyah. Kue ini mirip dengan semprong, tetapi diisi dengan campuran gula dan kelapa parut sebelum dilipat. Kue sapik biasa hadir dalam hantaran baralek atau hidangan lebaran. Rasanya manis, ringan, dan cocok dijadikan teh-time snack di rumah-rumah Minang.

8. Lamang Tapai

Lamang tapai adalah kombinasi dua hidangan yaitu lamang, beras ketan yang dimasak dalam bambu berlapis daun pisang dan tapai, hasil fermentasi ketan hitam yang manis-asam. Keduanya dimakan bersama sebagai harmoni rasa yang lembut, legit, dan sedikit beralkohol alami dari proses fermentasi. Di Bukittinggi, Tanah Datar, dan Agam, Lamang Tapai menjadi hidangan wajib pada hari-hari besar seperti Idul Fitri dan pesta nagari.

9. Karupuak Sanjai (Keripik Sanjai)

Dari Bukittinggi, keripik sanjai menjadi salah satu oleh-oleh paling populer dari Sumatera Barat. Terbuat dari singkong yang diiris tipis, digoreng garing, lalu diberi bumbu asin atau balado pedas-manis. Varian sanjai balado dengan sambal merah yang membalut seluruh keripik adalah yang paling terkenal dan sering dijadikan buah tangan para perantau.

Jika kamu merantau dan tiba-tiba rindu kampung halaman, jajanan pasar seperti inilah yang biasanya muncul duluan dalam ingatan, rasanya yang sederhana, manis, gurih, dan penuh kenangan masa kecil. Masing-masing kue membawa cerita, dari tangan ibu-ibu pasar hingga dapur nenek di kampung.

Dan saat kamu kembali pulang nanti, jangan lupa, satu kotak saja tidak akan cukup, lidahmu pasti minta ditambah.


Wartawan : Andika Putra Wardana
Editor : melatisan

Tag :Minang Street Food,, Minangkabau, Minang, kuliner Minangkabau, kuliner Minang, adat Minangkabau, adat Minang, masakan Minangkabau, masakan Minang, tokoh Minang, tokoh Minangkabau, rumah adat Minangkabau, Rumah Gadang, Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi K

Baca Juga Informasi Terbaru MinangSatu di Google News

Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com