HOME VIRAL UNIK

  • Jumat, 5 Desember 2025

Makhudum Di Sumanik: Penjaga Pilar Adat Dalam Sejarah Minangkabau

Makhudum di Sumanik
Makhudum di Sumanik

Makhudum di Sumanik: Penjaga Pilar Adat dalam Sejarah Minangkabau

Oleh: Andika Putra Wardana


Dalam tradisi adat Minangkabau, keseimbangan sosial tidak pernah dibiarkan berjalan tanpa penyangga. Ada empat pucuk pimpinan adat yang disebut Basa Ampek Balai, masing-masing memiliki peran strategis menjaga harmoni masyarakat. Di antara keempatnya, salah satu yang paling dikenal karena kebijaksanaannya adalah Makhudum, yang menurut tambo Minangkabau berkedudukan di Nagari Sumanik, Kecamatan Salimpaung, Tanah Datar. Penyebutan “Makhudum di Sumanik” bukan sekadar penanda tempat, tetapi simbol otoritas adat yang diwariskan melalui garis panjang tradisi, musyawarah, dan legitimasi masyarakat.

Makhudum memegang fungsi yang sangat penting dalam sistem adat. Ia menjadi rujukan ketika persoalan adat menemui jalan buntu, tempat ninik mamak bermusyawarah ketika mufakat tidak ditemukan, sekaligus penjaga agar pelaksanaan adat tetap sesuai falsafah adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah. Posisi ini tidak berdiri sendiri, ia melengkapi tiga pucuk adat lainnya, Mufti di Padang Panjang, Tuan Kali di Padang Ganting, dan Bandaro di Sungai Tarab. Keempatnya menjadi penopang utama pemerintahan adat Minangkabau sebelum struktur pemerintahan modern hadir.

Nagari Sumanik sendiri merupakan nagari tua yang sejak dahulu dikenal sebagai pusat tradisi dan kebudayaan. Letaknya yang tidak jauh dari Batusangkar dan posisinya yang berada satu daerah dengan nagari-nagari awal seperti Pariangan dan Sungai Tarab membuatnya menjadi ruang yang subur bagi berkembangnya sistem sosial adat. Dalam tambo, Sumanik disebut sebagai tempat kedudukan Makhudum karena nagari ini memiliki tradisi musyawarah kuat serta dihuni oleh empat suku besar yakni Piliang Laweh, Piliang Sani, Koto Piliang, dan Mandahiliang yang hingga kini masih memegang struktur kepenghuluan lengkap.

Bukti kekuatan adat itu dapat terlihat dari keberadaan Kerapatan Adat Nagari (KAN) Sumanik, yang diakui sebagai salah satu yang paling aktif dan berpengaruh di Kabupaten Tanah Datar. Dengan 64 penghulu yang mewakili empat suku besar, KAN Sumanik tidak hanya mengelola persoalan adat, tetapi juga memelihara kesinambungan tradisi, menyelesaikan sengketa, dan menjadi rujukan penting dalam pembangunan nagari. Aktivitas adat seperti baralek, batagak penghulu, alek nagari, hingga tradisi perkawinan yang khas masih dijalankan sesuai pola lama yang diwariskan dari generasi sebelumnya.

Identitas Sumanik sebagai nagari adat tidak berhenti pada struktur pemerintahan. Ia juga terlihat dalam kehidupan budaya masyarakat. Silek, randai, dan pidato adat masih diajarkan di sanggar-sanggar seni, rumah gadang masih menjadi pusat aktivitas komunal dan kuliner adat seperti randang baluik menjadi bagian dari paket wisata budaya yang diperkenalkan kepada pengunjung. Ketika Sumanik ditetapkan sebagai desa wisata, identitas adat ini tidak dikomersialisasi begitu saja, tetapi dijadikan ruang edukasi agar generasi baru memahami dari mana tradisi itu berasal.

Dengan demikian, Makhudum di Sumanik bukan hanya tokoh dalam tambo, tetapi representasi nilai-nilai besar Minangkabau yaitu musyawarah, kebijaksanaan, dan keseimbangan sosial. Memahami sejarah dan perannya membantu kita melihat bagaimana adat Minang dibangun, bukan oleh satu kekuasaan tunggal, tetapi oleh sistem kolektif yang bekerja melalui mufakat dan kesepakatan masyarakat. Sumanik, dengan jejak panjang Makhudumnya, menjadi bukti bahwa adat bukan sekadar peninggalan masa lalu, tetapi pedoman yang terus hidup dan menjaga kehidupan masyarakat hingga kini.


Wartawan : Andika Putra Wardana
Editor : melatisan

Tag :Makhudum , Sumanik, Penjaga Pilar Adat, Sejarah Minangkabau,, Minangkabau, Minang, kuliner Minangkabau, kuliner Minang, adat Minangkabau, adat Minang, masakan Minangkabau, masakan Minang, tokoh Minang, tokoh Minangkabau, rumah adat Minangkabau, Rumah Gada

Baca Juga Informasi Terbaru MinangSatu di Google News

Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com