- Minggu, 1 Februari 2026
Lahia Mancari Kawan, Batin Mancari Tuhan: Menyelami Silek Minangkabau Yang Lebih Dari Sekadar Baku Hantam
Lahia Mancari Kawan, Batin Mancari Tuhan: Menyelami Silek Minangkabau yang Lebih Dari Sekadar Baku Hantam
Oleh: Andika Putra Wardana
Banyak orang yang salah kaprah melihat Silek (Silat) Minang hanya sebagai seni bela diri untuk mematahkan tulang lawan.
Gerakannya yang gemulai namun mematikan, langkahnya yang rumit (langkah tigo, langkah ampek), seringkali hanya dinilai dari sisi fisiknya saja.
Padahal, bagi masyarakat Sumatera Barat, Silek Minangkabau adalah jalan spiritual.
Ada pepatah keramat yang dipegang teguh oleh para pendekar tua: "Lahia silek mancari kawan, batin silek mancari Tuhan" (Secara lahiriah silat untuk mencari kawan, secara batiniah untuk mencari Tuhan).
Filosofi ini mengubah total cara pandang seorang pesilat. Silek tidak mengajarkan agresi atau menyerang duluan.
Justru, gerakan dasar Silek selalu dimulai dengan gelek (mengelak) atau menghindar. Prinsipnya, musuh tidak dicari, tapi jika datang pantang ditolak.
Silek mengajarkan kesabaran tingkat tinggi, seorang pendekar sejati baru akan mengeluarkan jurus mematikannya jika nyawanya benar-benar terancam dan tidak ada jalan keluar lain.
Jadi, orang yang jago Silek Minangkabau justru biasanya adalah orang yang paling rendah hati, tenang, dan tidak petantang-petenteng di jalanan.
Uniknya lagi, Silek ini belajarnya dari alam. Ingat konsep Alam Takambang Jadi Guru? Jurus-jurus Silek banyak mengadopsi gerakan hewan yang ada di hutan Sumatera.
Ada Silek Harimau yang agresif dengan cengkeraman dan kuncian bawah, ada Silek Buayo (Buaya) yang mainnya merayap di tanah, hingga Silek Kucing yang lincah.
Lebih dalam lagi, Silek adalah sarana pendidikan karakter pemuda Minang di Surau.
Dulu, seorang pemuda belum dianggap tamat "sekolah kehidupan" kalau belum menguasai dua hal. Mengaji (agama) dan Bersilat (bela diri).
Mengaji untuk bekal di akhirat dan menjaga hati, Silek untuk bekal di dunia dan menjaga raga saat merantau nanti.
Jadi, Silek Minangkabau adalah paket lengkap pertahanan diri, membentengi tubuh dari serangan musuh, dan membentengi hati dari kesombongan.
Editor : melatisan
Tag :Lahia, Mancari Kawan, Batin, Mancari Tuhan, Menyelami, Silek Minangkabau, Sekadar Baku Hantam
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
PERUBAHAN BENTANG ALAM SAWAHLUNTO AKIBAT AKTIVITAS PERTAMBANGAN DARI ABAD KE-19 HINGGA ERA MODERN
-
JEJAK MESIN-MESIN TAMBANG KUNO DI SAWAHLUNTO DAN UPAYA PELESTARIANNYA SEBAGAI WARISAN INDUSTRI INDONESIA
-
TRADISI DAN KEHIDUPAN SOSIAL MASYARAKAT DESA SALAK DAN TALAWI DI TENGAH AKTIVITAS PERTAMBANGAN BATUBARA
-
PERAN PEREMPUAN DI SAWAHLUNTO DALAM MENOPANG KEHIDUPAN KOTA TAMBANG
-
JEJAK BANGUNAN KOLONIAL SAWAHLUNTO YANG MENJADI SAKSI KEHIDUPAN KOTA TAMBANG
-
RME SUDAH DIGUNAKAN, TETAPI APAKAH SUDAH BENAR-BENAR BERMANFAAT?
-
PERAWATAN GIGI ANAK TANPA RASA TAKUT: MENGENAL KEDOKTERAN GIGI MINIMAL INVASIF
-
MAHASISWA KKN REGULER II UNAND DEMONSTRASIKAN PEMBUATAN PUPUK BOKASHI BERSAMA KWT KORONG KOTO PANJANG
-
MENJAGA NILAI ABS-SBK DI TENGAH FENOMENA LGBT DI SUMATERA BARAT: ANTARA TANTANGAN SOSIAL, MORAL, DAN TANGGUNG JAWAB BERSAMA
-
MENZIARAHI AKAR SEJARAH SEMEN PADANG FC DI LAWANG