- Kamis, 29 Januari 2026
Kilau Yang Penuh Makna: Mengapa Sulaman Benang Emas Minangkabau Sering Dijadikan Simbol Kejayaan Dan Cahaya Hidup?
Kilau yang Penuh Makna: Mengapa Sulaman Benang Emas Minangkabau Sering Dijadikan Simbol Kejayaan dan Cahaya Hidup?
Oleh: Andika Putra Wardana
Melihat pakaian adat Minangkabau, baik itu untuk pengantin (Anak Daro) maupun para penari, mata kita pasti akan dimanjakan oleh dominasi warna merah yang berpadu kontras dengan kilauan benang emas yang rumit.
Hiasan ini bukan sekadar tempelan agar baju terlihat mahal atau glamor semata. Dalam tatanan adat yang filosofis, sulaman benang emas Minangkabau sering dijadikan simbol dari "Cahaya" (Nur) dan keagungan martabat manusia.
Emas yang berkilau merefleksikan harapan agar si pemakai memiliki masa depan yang cemerlang, bersinar, dan menjadi teladan bagi orang-orang di sekitarnya.
Selain aspek spiritual dan harapan masa depan, penggunaan benang emas ini juga melambangkan status sosial dan kemakmuran ekonomi.
Di masa lampau, kemampuan sebuah keluarga untuk membalut anak gadisnya dengan sulaman benang emas yang padat (seperti teknik Suji Caia atau Kapalo Peniti) menunjukkan bahwa keluarga tersebut adalah kaum yang berada dan terpandang.
Jadi, sulaman benang emas Minangkabau sering dijadikan simbol kejayaan kaum tersebut.
Semakin rumit dan rapat sulamannya, semakin tinggi pula apresiasi masyarakat terhadap kemampuan dan citra rasa seni keluarga itu.
Namun, ada makna tersirat yang lebih dalam lagi, yaitu tentang "Beratnya Tanggung Jawab". Pakaian yang penuh dengan sulaman atau tenunan benang emas asli biasanya memiliki bobot yang cukup berat saat dipakai.
Ini mengandung filosofi bahwa siapa pun yang mengenakan pakaian kebesaran adat, entah itu Penghulu atau Pengantin, harus siap memikul beban tanggung jawab yang berat di pundaknya.
Keindahan dan kemewahan yang ia tampilkan lewat benang emas itu harus sejalan dengan kualitas kepribadiannya yang emas pula yaitu mulia, berharga, dan tidak mudah luntur oleh ujian zaman
Editor : melatisan
Tag :Kilau, Penuh Makna, Sulaman Benang Emas, Minangkabau , Simbol Kejayaan, Cahaya Hidup
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
RUMAH GADANG YANG DITINGGALKAN PERANTAU DAN NASIB RUMAH PUSAKA DI MINANGKABAU
-
PANTANGAN ANAK KAMANAKAN DALAM ADAT MINANGKABAU YANG MULAI JARANG DIKETAHUI GENERASI MUDA
-
GELAR DATUK DALAM ADAT MINANGKABAU DAN PERSOALAN PEWARIS YANG TINGGAL DI RANTAU
-
MAMBANTAI ADAT DAN PEMBAGIAN DAGING DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT MINANGKABAU
-
BATAGAK PANGULU DAN PERJALANAN SESEORANG SEBELUM MENYANDANG GELAR PANGULU
-
MAHASISWA KKN UNP 2026 SUSUN 23 PETA UNTUK MENDUKUNG PEMETAAN WILAYAH NAGARI BUNGO TANJUANG
-
MAHASISWA KKN UNP 2026 EDUKASI MASYARAKAT JORONG KAPUAH TENTANG PENCEGAHAN STUNTING MELALUI GIZI SEIMBANG DAN PHBS
-
RME SUDAH DIGUNAKAN, TETAPI APAKAH SUDAH BENAR-BENAR BERMANFAAT?
-
PERAWATAN GIGI ANAK TANPA RASA TAKUT: MENGENAL KEDOKTERAN GIGI MINIMAL INVASIF
-
MAHASISWA KKN REGULER II UNAND DEMONSTRASIKAN PEMBUATAN PUPUK BOKASHI BERSAMA KWT KORONG KOTO PANJANG