- Sabtu, 31 Januari 2026
Dikira Matre, Padahal Investasi! Bongkar Rahasia Tradisi Uang Japuik Pariaman: Uangnya Kembali Berlipat Ganda Jadi Emas
Dikira Matre, Padahal Investasi! Bongkar Rahasia Tradisi Uang Japuik Pariaman: Uangnya Kembali Berlipat Ganda Jadi Emas
Oleh: Andika Putra Wardana
Selama ini, banyak orang luar yang nyinyir mendengar tradisi pernikahan di Pariaman. "Masa laki-laki dibeli? Kasihan dong perempuannya keluar duit," begitu kata mereka.
Padahal kalau kita bedah lebih dalam, seperti kata para tetua dan peneliti budaya Minang, persepsi itu salah total.
Tradisi uang japuik bukan soal jual-beli manusia, melainkan soal siklus ekonomi dan kasih sayang yang justru sangat memanjakan pihak perempuan.
Ada satu rahasia umum yang sering luput dari pembicaraan. Uang Japuik itu punya sistem Cashback yang fantastis.
Ketika pihak perempuan menyerahkan uang japuik (misalnya 30 emas), uang itu tidak akan hilang diambil oleh laki-laki untuk foya-foya.
Justru uang itu akan dikembalikan lagi kepada si perempuan dalam bentuk perhiasan emas saat acara adat balasan (seperti saat Manjalang Mintuo).
Nilainya? Seringkali 2 hingga 3 kali lipat dari uang japuik awal. Keluarga laki-laki akan merasa malu jika "hanya" mengembalikan sesuai jumlah yang diterima.
Maka, jangan heran jika melihat pengantin wanita Pariaman tubuhnya dibalut emas dari ujung kepala sampai ujung kaki.
Itu adalah bentuk cinta dari keluarga suaminya. Bahkan, kasih sayang ini berlanjut hingga ke cucunya. Saat anak mereka lahir, keluarga laki-laki kembali akan memberikan emas untuk si cucu.
Jadi, siapa yang untung? Jelas pihak perempuan. Penting juga untuk membedakan antara Uang Japuik dengan Uang Hilang. Ini dua hal yang berbeda seperti langit dan bumi.
1. Uang Japuik: Ini adalah tradisi adat murni Pariaman. Sifatnya simbolis dan asetnya kembali lagi ke pengantin (biasanya jadi modal usaha atau tabungan emas istri).
2. Uang Hilang: Sesuai namanya, uang ini benar-benar hilang karena dipakai untuk biaya katering, pelaminan, atau uang dapur. Menurut beberapa pengamat budaya, konsep Uang Hilang ini sebenarnya bukan asli tradisi adat Pariaman kuno, melainkan pengaruh budaya luar (seperti tradisi "Uang Hangus") yang kemudian bercampur ke dalam resepsi modern di Pariaman.
Jadi, kalau ada yang bilang laki-laki Pariaman itu mahal, suruh mereka cek dulu faktanya. Dalam skema adat yang asli, perempuan Pariaman itu justru "Ratu" yang paling dimuliakan.
Dia keluar uang sedikit di awal sebagai syarat adat, tapi pulangnya membawa emas berlapis-lapis dan suami yang bertanggung jawab. Ini bukan transaksi dagang, ini adalah investasi masa depan yang cerdas..
Editor : melatisan
Tag :Dikira Matre, Investasi, Bongkar Rahasia, Tradisi, Uang Japuik, Pariaman, Berlipat Ganda, Emas
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
MEMBONGKAR KEDUDUKAN KUAT DAN PERAN PEREMPUAN MINANGKABAU DALAM KELUARGA
-
MENGUPAS ALASAN KUAT LAKI-LAKI PERGI MENINGGALKAN KAMPUNG DALAM TRADISI MERANTAU MINANGKABAU
-
MEMBONGKAR RAHASIA PUTARAN UANG DAN TRADISI DALAM PESTA BARALEK MINANGKABAU
-
MELIHAT LEBIH DEKAT MAKNA KEHIDUPAN PADA TRADISI TURUN MANDI BAYI SUMATERA BARAT
-
MEMBACA MAKNA DAN BEBAN PEMIMPIN DALAM PERHELATAN BATAGAK PANGULU
-
PERTUMBUHAN EKONOMI SUMBAR MENGUAT DI AWAL 2026
-
HARAPAN DAN REALITAS PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN DI INDONESIA: ANTARA NARASI KEMAJUAN DAN KRISIS STRUKTURAL
-
KARTINI DI RANTAU: KETIKA SEMANGAT EMANSIPASI BERTEMU FALSAFAH BUNDO KANDUANG
-
MEMPERCEPAT PEMULIAAN UNTUK MASA DEPAN KOPI SUMATERA BARAT YANG BERKELANJUTAN
-
IKATAN MAHASISWA TIGO LURAH (IKMTL) GELAR FESTIVAL SENI OLAHRAGA TIGO LURAH 2026, BERTEMA "RASO KA KAMPUANG, KARYA UNTUAK NAGARI"