- Selasa, 3 Februari 2026
Cinta Ditolak, Dukun Bertindak? Mengerikannya Gasiang Tangkurak, Ilmu Pelet Kuno Minang Dari Dahi Manusia
Cinta Ditolak, Dukun Bertindak? Mengerikannya Gasiang Tangkurak, Ilmu Pelet Kuno Minang dari Dahi Manusia
Oleh: Andika Putra Wardana
Minangkabau dikenal sebagai Serambi Mekkah dengan falsafah Adat Basandi Syarak yang kental.
Namun, jika kamu mengupas lapisan sejarahnya lebih dalam, kamu akan menemukan sisa-sisa kepercayaan animisme kuno yang gelap dan penuh misteri.
Salah satu yang paling legendaris dan paling ditakuti kaum hawa zaman dulu adalah Gasiang Tangkurak (Gasing Tengkorak).
Ini bukan mainan anak-anak, melainkan media guna-guna (pelet) tingkat tinggi yang lahir dari rasa sakit hati seorang pria yang cintanya ditolak mentah-mentah atau dihina oleh wanita pujaan.
Sesuai namanya, alat ini benar-benar terbuat dari lempengan tulang dahi tengkorak manusia.
Konon, bukan sembarang tengkorak, melainkan harus diambil dari jasad orang yang mati berdarah atau mati penasaran, yang dipercaya memiliki energi spiritual yang panas.
Sang Dukun (Paranormal) akan membentuk tulang itu menjadi gasing pipih, lalu memainkannya di tengah malam sambil merapal mantra-mantra pemanggil roh.
Suara dengungan gasing inilah yang dipercaya dikirimkan angin untuk merasuki jiwa si wanita target.
Efeknya mengerikan. Korban yang terkena Gasiang Tangkurak tidak akan jatuh cinta dengan cara yang manis.
Dia akan dibuat gelisah, tidak bisa tidur, dan selalu terbayang wajah si pelaku.
Korban bisa menjadi gila atau sakit parah jika tidak segera diobati atau dinikahkan dengan si pengirim guna-guna.
Ini adalah bentuk teror psikologis mistis, memaksakan cinta dengan cara menyiksa jiwa.
Zaman sekarang, praktik ini tentu sudah sangat dilarang dan dianggap musyrik dalam Islam.
Namun, Gasiang Tangkurak telah bertransformasi menjadi karya seni.
Ia hidup dalam lirik lagu, drama teater, dan film horor sebagai pengingat budaya, bahwa orang Minang itu perasaannya sangat halus.
Jangan pernah menghina atau melukai harga diri mereka terlalu dalam, karena di balik kelembutannya, tersimpan sisi kelam yang nekat melakukan apa saja demi memulihkan harga diri yang terluka.
Editor : melatisan
Tag :Cinta Ditolak, Dukun Bertindak, Gasiang Tangkurak, Ilmu Pelet Kuno, Minang , Dahi Manusia
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
MOTIF TABUIK DAN SAMPAN MEMBENTUK CORAK BATIK KHAS PARIAMAN
-
BALANGO GALOGANDANG BERTAHAN LEWAT KETERAMPILAN PERAJIN TANAH LIAT
-
TENUN KOTO NAN GODANG MENJAGA PRODUKSI KAIN ADAT DI PAYAKUMBUH
-
DENDANG BANSI SOLO MEMADUKAN TIUPAN BAMBU DAN SUARA PENDENDANG
-
SAMPELONG TALANG MAUA BERUBAH DARI MUSIK RITUAL MENJADI PERTUNJUKAN
-
KEADILAN INSTAN: DIBALIK SERUAN “NO VIRAL NO JUSTICE”
-
DUA KEMENANGAN KABAU SIRAH, SAATNYA MERAJUT KEMBALI KEPERCAYAAN YANG SEMPAT RETAK
-
UJIAN HAKIM: ANTARA KASAR, KASIR, DAN KASUR
-
JEJAK PENGABDIAN HAN LAKSANAKAN KEGIATAN DISKUSI TERBUKA TERKAIT HUNIAN TETAP DI NAGARI SUNGAI BATANG
-
LILIPALY MENJADI PEMBEDA, TETAPI KONSISTENSI HARUS MENYUSUL