HOME BIROKRASI KABUPATEN SOLOK
- Rabu, 14 Januari 2026
Bupati Solok Ikuti RakorPercepatan Rehabilitasi Dan Rekonstruksi Pascabencana Hidrometeorologi Mendagri Tito Karnavian Di Padang
Padang (Minangsatu)— Rapat Koordinasi Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Hidrometeorologi Provinsi Sumatera Barat digelar di Auditorium Gubernuran, Jalan Sudirman Padang - Provinsi Sumbar, Selasa (13/01/26).
Rakor dipimpin Menteri Dalam Negeri RI, Tito Karnavian yang juga dihadiri Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto, Wakil Menteri PPPA Veronica Tan, Gubernur Sumbar Mahyeldi, Wakil Gubernur Sumbar Vasco Ruseimy, Forkopimda Sumbar, Bupati Solok Jon Firman Pandu dan Kepala Daerah lainnya Se-Sumatera Barat
Kesempatan tersebut Mendagri Tito Karnavian menyampaikan bahwa pemerintah telah menyiapkan skema bantuan sesuai tingkat kerusakan rumah. Untuk kategori rusak ringan pemerintah memberikan bantuan Rp. 15 juta per kepala keluarga (KK), rusak sedang Rp.30 juta per KK, dan rusak berat Rp. 60 juta per KK.
“Bantuan akan disalurkan melalui BNPB, sementara pendataan dilakukan oleh Bupati dan Wali Kota di bawah koordinasi Gubernur,”ujar Tito yang sekaligus juga menjabat sebagai Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera.
Tito menekankan bahwa penyaluran bantuan harus didukung kelengkapan administrasi. Namun apabila dokumen warga hilang akibat bencana, pemerintah memberikan kebijakan khusus agar proses tetap berjalan.
“Dalam kondisi tertentu, Kepala Desa dapat menandatangani pertanggungjawaban sebagai pengganti dokumen warga, sehingga bantuan tidak terhambat,”jelasnya.
Untuk mencegah pemalsuan data, Mendagri menegaskan, pentingnya koordinasi Kepala Daerah dengan Kapolres dan Kajari, untuk memastikan validitas data melalui pengecekan langsung di lapangan.
“Terobosan ini dilakukan untuk mempercepat pemulihan masyarakat terdampak bencana tanpa mengabaikan akuntabilitas,” tegasnya.
Sementara itu, Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah melaporkan bahwa bencana hidrometeorologi di Sumbar telah menyebabkan kerusakan besar pada rumah warga. Sebanyak 6.895 unit rumah tercatat rusak ringan, 2.981 unit rusak sedang dan 5.077 unit rusak berat. Selain itu, 775 unit rumah dilaporkan hanyut.
Bupati Solok Jon Firman Pandu menyambut baik kebijakan pemerintah pusat tersebut, dan menegaskan kesiapan Kabupaten Solok dalam mempercepat proses pendataan, serta penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak bencana.
“Pemerintah Kabupaten Solok berkomitmen memastikan pendataan dilakukan secara objektif, transparan, dan tepat sasaran. Kami akan bekerjasama dengan seluruh unsur terkait, agar bantuan ini dapat segera dirasakan manfaatnya bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan,”ujar Bupati Solok yang juga didampingi Sekda Medison
Ia juga menambahkan bahwa Pemkab Solok siap mengantisipasi kendala administrasi yang mungkin dihadapi warga terdampak.
“Jika terdapat warga yang kehilangan dokumen akibat bencana, kami akan mengikuti arahan pemerintah pusat dengan menyiapkan mekanisme penggantian administrasi, tanpa mengurangi aspek akuntabilitas. Yang terpenting masyarakat bisa segera mendapatkan kepastian dan bantuan untuk membangun kembali kehidupan mereka,” tambahnya mengakiri.(zulnazar)
Editor : melatisan
Tag :Bupati Solok, Rakor, Percepatan, Rehabilitasi, Rekonstruksi, Pascabencana, Hidrometeorologi, Mendagri, Tito Karnavian
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
DPRD KABUPATEN SOLOK SETUJUI PERUBAHAN PERDA PAJAK DAERAH DAN RETRIBUSI DAERAH
-
PEMERINTAH KABUPATEN SOLOK : SILPA TAHUN ANGGARAN 2025 BUKAN KERUGIAN NEGARA DAN TETAP TERCATAT SECARA AKUNTABEL
-
PEMERINTAH KABUPATEN SOLOK: SILPA TAHUN ANGGARAN 2025 BUKAN KERUGIAN NEGARA DAN TETAP TERCATAT SECARA AKUNTABEL
-
PEMKAB SOLOK TETAPKAN LAHAN 21 RIBU HEKTARE MENJADI LP2B
-
JABAT CAMAT X KOTO DIATAS KABUPATEN SOLOK , MAISEVEN YUSDIRAISTIN SERTIJAB DENGAN NOVRIANDI PUTRA
-
PERKUAT LAYANAN DASAR BERBASIS DIGITAL, PEMPROV SUMBAR LUNCURKAN SAPA SPM DAN RUNDIANG SPM
-
MELAMPAUI NASIONALISME SIMBOLIK
-
KETIKA KAMPUS BELAJAR DARI MASYARAKAT: MAKNA FOME DALAM MEMBENTUK TENAGA KESEHATAN MASA DEPAN
-
BOARD OF PEACE DAN INDONESIA: UJIAN KONSISTENSI DIPLOMASI PERDAMAIAN DI TENGAH KRISIS KEPERCAYAAN PUBLIK
-
JENDERAL ABDUL HARIS NASUTION DAN PERANG KAMANG 1908