- Selasa, 23 Juni 2026
Ketika Kampus Belajar Dari Masyarakat: Makna FOME Dalam Membentuk Tenaga Kesehatan Masa Depan
Ketika Kampus Belajar dari Masyarakat: Makna FOME dalam Membentuk Tenaga Kesehatan Masa Depan
(Dosen Departemen Kedokteran FK Unand)
Pendidikan tenaga kesehatan tidak hanya berbicara tentang penguasaan ilmu dan keterampilan klinis. Lebih dari itu, pendidikan kesehatan adalah proses membentuk manusia yang mampu memahami manusia lainnya.
Seorang dokter dan bidan tidak cukup hanya mampu mendiagnosis penyakit, tetapi juga harus memahami bagaimana masyarakat hidup, menghadapi persoalan kesehatan, serta mengambil keputusan untuk menjaga kesehatannya. Pemahaman inilah yang menjadi salah satu ruh dari pelaksanaan Family Oriented Medical Education (FOME), Interprofessional Education (IPE), dan Karakter Andalasian Lapangan yang dilaksanakan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter dan Kebidanan Program Sarjana Fakultas Kedokteran Universitas Andalas.
Selama pelaksanaan kegiatan FOME, IPE, KA lapangan di Kelurahan Gates Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang, mahasiswa tidak hanya hadir sebagai calon tenaga kesehatan yang memberikan edukasi, tetapi juga sebagai pembelajar yang berinteraksi langsung dengan keluarga dan masyarakat. Sebanyak 353 mahasiswa yang terdiri dari mahasiswa kedokteran dan kebidanan mengikuti proses pembelajaran berbasis keluarga melalui rangkaian kegiatan pengkajian, identifikasi masalah kesehatan, hingga penyusunan intervensi edukasi bersama keluarga binaan. Pengalaman tersebut memberikan pelajaran penting bahwa masalah kesehatan tidak selalu berdiri sendiri. Banyak persoalan kesehatan berkaitan erat dengan faktor perilaku, lingkungan, pendidikan, pola komunikasi dalam keluarga, serta kondisi sosial masyarakat. Karena itu, pendekatan keluarga dan komunitas menjadi bagian penting dalam membangun pelayanan kesehatan yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Mahasiswa belajar bahwa kesehatan bukan hanya tentang penyakit, datang ke fasilitas pelayanan kesehatan, tetapi juga tentang bagaimana mencegah masalah sebelum terjadi. Mereka belajar mendengarkan cerita keluarga, memahami kebutuhan masyarakat, dan menemukan bahwa solusi kesehatan sering kali dimulai dari hal sederhana: komunikasi yang baik, edukasi yang tepat, dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Namun, proses belajar tersebut tidak berhenti ketika kegiatan lapangan selesai. Penutupan FOME, IPE, dan Karakter Andalasian Lapangan menjadi momentum untuk menguatkan kembali hubungan antara perguruan tinggi dan masyarakat melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Melalui kegiatan pengabdian yang dilaksanakan di wilayah yang sama, Fakultas Kedokteran Universitas Andalas menghadirkan program yang berangkat dari kebutuhan masyarakat, yaitu penguatan literasi kesehatan reproduksi dan keluarga. Kegiatan ini mencakup edukasi kesehatan reproduksi, edukasi penggunaan gadget yang sehat pada anak bagi orang tua, dan promosi skrining kanker serviks melalui pemeriksaan IVA bagi perempuan usia subur.
Kegiatan tersebut menjadi contoh bahwa perguruan tinggi memiliki peran yang lebih luas daripada sekadar menghasilkan lulusan. Perguruan tinggi juga memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan ilmu pengetahuan yang dapat menjawab persoalan nyata di masyarakat. Tridarma perguruan tinggi tidak berhenti pada kegiatan akademik dan penelitian, tetapi harus hadir dalam bentuk kontribusi yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Bagi mahasiswa, keterlibatan dalam kegiatan seperti ini memberikan pengalaman yang tidak selalu ditemukan di ruang kelas. Mereka belajar bahwa menjadi tenaga kesehatan berarti memiliki kemampuan untuk berkomunikasi, membangun kepercayaan, menghargai nilai dan budaya masyarakat, serta bekerja bersama berbagai pihak untuk mencapai tujuan kesehatan bersama.
Di sisi masyarakat, kehadiran kampus memberikan ruang untuk mendapatkan informasi dan layanan kesehatan yang lebih mudah dijangkau. Namun yang lebih penting, masyarakat diposisikan sebagai mitra yang memiliki peran aktif dalam menjaga kesehatan keluarganya.
Pendekatan seperti ini akan membangun kemandirian masyarakat, bukan sekadar ketergantungan terhadap layanan kesehatan. Keberhasilan program kesehatan masyarakat membutuhkan kolaborasi. Pemerintah kelurahan, puskesmas, kader kesehatan, tokoh masyarakat, keluarga, dan perguruan tinggi memiliki peran yang saling melengkapi. Kegiatan FOME dan pengabdian masyarakat di Kelurahan Gates Nan XX menunjukkan bahwa ketika berbagai elemen bergerak bersama, upaya peningkatan kesehatan masyarakat menjadi lebih bermakna.
Pada akhirnya, pendidikan kesehatan yang baik bukan hanya menghasilkan tenaga profesional yang kompeten, tetapi juga tenaga kesehatan yang memiliki kepekaan sosial. Mereka yang memahami bahwa ilmu pengetahuan akan memiliki nilai lebih besar ketika digunakan untuk membantu sesama. Kampus tidak seharusnya hanya menjadi tempat mahasiswa belajar tentang masyarakat dari buku dan teori.
Kampus juga harus menjadi ruang yang membawa mahasiswa bertemu langsung dengan masyarakat, mendengar pengalaman mereka, dan bersama-sama mencari solusi. Karena sesungguhnya, dari masyarakatlah calon dokter dan bidan belajar tentang arti pengabdian yang sebenarnya.
Tag :Ketika Kampus, Belajar, Masyarakat, Makna FOME, dalam Membentuk, Tenaga Kesehatan, Masa Depan
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
BOARD OF PEACE DAN INDONESIA: UJIAN KONSISTENSI DIPLOMASI PERDAMAIAN DI TENGAH KRISIS KEPERCAYAAN PUBLIK
-
JENDERAL ABDUL HARIS NASUTION DAN PERANG KAMANG 1908
-
MEMELIHARA HARAPAN, CATATAN HENDRY CH BANGUN
-
MERATAPI SEMEN PADANG FC, MERAYAKAN ANAK-ANAK MINANG DI PANGGUNG NASIONAL
-
KOPI MINANG, PERMATA GASTRONOMI YANG LAYAK JADI WAJAH WONDERFUL INDONESIA
-
KETIKA KAMPUS BELAJAR DARI MASYARAKAT: MAKNA FOME DALAM MEMBENTUK TENAGA KESEHATAN MASA DEPAN
-
BOARD OF PEACE DAN INDONESIA: UJIAN KONSISTENSI DIPLOMASI PERDAMAIAN DI TENGAH KRISIS KEPERCAYAAN PUBLIK
-
JENDERAL ABDUL HARIS NASUTION DAN PERANG KAMANG 1908
-
MEMELIHARA HARAPAN, CATATAN HENDRY CH BANGUN
-
DARI SUNGAI BATANGHARI KE RANTAI LOGISTIK NASIONAL, PTP NONPETIKEMAS JAMBI MENJAGA ARUS DISTRIBUSI DAN MENGGERAKKAN EKONOMI