HOME VIRAL UNIK

  • Kamis, 11 Desember 2025

Analisis Lagu Syam Tanjung Dan Yongky RM Dengan Teori Rahmat Djoko Pradopo

Penulis: Sayyid Sufi Mubarok, Sastra
Penulis: Sayyid Sufi Mubarok, Sastra

Analisis Lagu Syam Tanjung dan Yongky RM dengan Teori Rahmat Djoko Pradopo

Oleh: Sayyid Sufi Mubarok (Sastra Minangkabau)

Lagu “Pulanglah Uda” karya Syam Tanjung dan Youngky Rahmad merupakan salah satu karya musik Minangkabau yang memiliki kekuatan emosional dan nilai sastra yang tinggi. Lirik lagu ini menggambarkan kerinduan seorang perempuan terhadap kekasihnya yang merantau dan tak kunjung kembali. Tema kerinduan dan penantian yang diangkat dalam lagu ini tidak hanya merepresentasikan kisah cinta personal, tetapi juga mencerminkan realitas sosial dan budaya masyarakat Minangkabau yang memiliki tradisi merantau sebagai bagian dari identitas kolektif mereka. Oleh karena itu, lagu ini layak dikritik karena menghadirkan nilai estetika sekaligus makna sosial yang mendalam.

Pendekatan Rahmat Djoko Pradopo menekankan pentingnya kesatuan antara bentuk, isi, dan makna dalam menilai sebuah karya sastra. Lagu “Pulanglah Uda” memenuhi ketiga unsur tersebut melalui keselarasan antara lirik, emosi, dan irama. Bahasa yang digunakan dalam liriknya sederhana namun puitis, menciptakan kekuatan estetik yang halus dan menyentuh. Repetisi pada bagian “pulanglah uda” membentuk ritme emosional yang memperkuat perasaan rindu, sesuai dengan prinsip Djoko Pradopo bahwa keindahan sastra terletak pada kesatuan ekspresi dan perasaan pengarang yang disampaikan melalui medium bahasa yang indah.

Selain dari segi estetika, lagu ini juga menarik untuk dikaji karena mengandung simbol-simbol budaya yang hidup dalam masyarakat Minangkabau. Kata “pulang” tidak hanya berarti kembali ke kampung halaman, tetapi juga melambangkan harapan, tanggung jawab, dan janji yang belum ditepati. Simbol ini memperlihatkan hubungan antara individu dan komunitas dalam konteks budaya yang menjunjung tinggi nilai keluarga, kesetiaan, serta ikatan emosional terhadap tanah kelahiran. Dengan demikian, lagu ini tidak hanya bernilai estetis, tetapi juga memiliki fungsi sosial yang kuat sebagai refleksi pandangan hidup masyarakatnya.

Lagu “Pulanglah Uda” juga memperlihatkan bagaimana karya musik bisa menjadi teks sastra yang layak dianalisis secara akademis. Liriknya dapat dibaca sebagai bentuk narasi puitik yang memadukan unsur perasaan, pengalaman, dan simbol-simbol sosial. Melalui analisis kritik sastra, dapat ditemukan hubungan antara pengalaman pribadi yang diungkapkan melalui lirik dengan pengalaman kolektif masyarakat yang hidup di baliknya. Inilah yang membuat lagu ini memiliki daya tarik tersendiri untuk dikritik dalam ranah akademik, karena mengandung kedalaman makna yang melampaui sekadar hiburan.

Dari perspektif estetika sastra, lagu ini juga memperlihatkan keindahan struktur bahasa yang menciptakan efek emosional tertentu. Pilihan diksi yang lembut, pengulangan yang ritmis, serta nada yang syahdu membentuk suasana melankolis yang mendalam. Unsur-unsur ini menjadikan lagu “Pulanglah Uda” selaras dengan konsep keindahan sastra menurut Djoko Pradopo, yakni karya yang mampu menyatukan emosi dan bahasa secara harmonis untuk menimbulkan pengalaman estetik bagi pendengar atau pembaca.

Secara keseluruhan, “Pulanglah Uda” sangat relevan untuk dikritik karena menghadirkan keseimbangan antara unsur estetika, nilai simbolik, dan konteks sosial budaya. Lagu ini memperlihatkan bagaimana musik tradisional dan modern dapat berpadu dalam bentuk ekspresi yang tidak hanya menyentuh perasaan, tetapi juga menyampaikan pesan sosial dan budaya yang dalam. Melalui kajian kritis terhadap lagu ini, dapat dipahami bahwa karya musik pun dapat diposisikan sejajar dengan teks sastra dalam hal pengungkapan nilai, emosi, dan pandangan hidup manusia.

Dengan demikian, “Pulanglah Uda” merupakan pilihan yang tepat untuk dijadikan objek kritik karena mengandung unsur sastra yang kompleks, nilai budaya yang kuat, serta keindahan bahasa yang mampu menggugah perasaan. Lagu ini memperkaya kajian sastra Indonesia melalui representasi budaya Minangkabau dan memperlihatkan bahwa karya musik pun dapat dianalisis secara ilmiah dengan pendekatan estetika dan makna sebagaimana yang ditekankan oleh Rahmat Djoko Pradopo


Wartawan : Sayyid Sufi Mubarok
Editor : melatisan

Tag :Analisis Lagu, Syam Tanjung, Yongky RM, Teori Rahmat Djoko Pradopo

Baca Juga Informasi Terbaru MinangSatu di Google News

Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com