HOME HUKRIM KABUPATEN LIMAPULUH KOTA

  • Jumat, 3 Juli 2026

Warung Kopi Sibunbun Digrebek Satpol PP Lima Puluh Kota, Tapi Ini Bukan Soal Kopi!

Limapuluh Kota (Minangsatu) - Tim gabungan yang terdiri dari Satpol PP Lima Puluh Kota bersama TNI dan Polri menggelar razia penyakit masyarakat di Jalur Sumbar-Riau kawasan Sibunbun, Nagari Pangkalan, Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Kabupaten Lima Puluh Kota, Kamis (2/7/2026). 

Dalam aksi razia tersebut, tim gabungan menggrebek sejumlah warung kopi remang-remang yang beroperasi di pinggir jalan penghubung atara Sumatera Barat dan Riau tersebut. Aktivitas di warung kopi itu telah membuat resah masyarakat sekitar dan warga perantau Pangkalan, sebab kawasan tersebut kerap dijadika aktivitas prostitusi yang disamarkan berupa kedai-kedai kopi. 

Saat melakukan penggrebekan, tim gabungan yang dipimpin Kasat Pol-PP Limapuluh Kota, Rahmadinol, mengamankan sebanyak 6 orang perempuan meski sempat mencoba melarikan diri dari tim gabungan. Keenam perempuan tersebut, 1 diantaranya warga Lima Puluh Kota dan 5 lainnya warga luar Lima Puluh Kota. 

"Awalnya ada sebanyak 8 orang perempuan yang kita jaring, mereka ini diduga pekerja seks komersial atau PSK. Namun, dua lainnya dibantu kabur oleh warga yang sempat melakukan perlawanan kepada petugas yang razia," ujar Kasatpol PP Rahmadinol didampingi Sekretaris Satpol-PP, Irwandi, Kabid Tibum, Risa Susanti serta PPUD, Rinaldi. 

"Razia ini kita gelar dalam rangka Penegakan Peraturan Daerah. Warung-warung ini sudah sangat meresahkan, sebab dari laporan masyarakat warung ini dijadikan sebagai jasa prostitusi terselubung," tambah Rahmadinol

Rahmadinol mengunngkapkan, bawa razia Pekat yang ia gelar sempat dihadang sejumlah orang tak dikenal (OTK) yang diduga masyarakat sekitat yang membekingi beroperasinga tempat prostitusi berkedok warung kopi tersebut. Bahkan, kendaraan petugas sempat dipukul menggunakan kayu oleh OTK tersebut saat petugas sedang dalam perjalanan meninggalkan lokasi. 

"Ini masalahnya tidak main-main ini. Ini serius. Tadi kita sempat dihadang oleh sejumlah orang yang tidak kita kenal. Mereka mengejar mobil petugas dan meminta agar petugugas melepaskan keenam perempuan yang terjaring," ujar 

Beruntung insiden pengentian paksa kendaraan petugas tersebut tersebut tidak berlarut, sebab anggota TNI, POM TNI dan Polri bergerak cepat membantu. Sehingga, oknum masyarakat tersebut tidak lagi melakukan perlawanan.

Pasca melakukan razia dan menjaring enam perempuan yang diduga PSK, Satpol-PP langsung melakukan pemeriksaan di Markas Pol PP di Sarilamak dan berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Lima Puluh Kota untuk melakukan asesmen.


Wartawan : Fegi Andriska Putra
Editor : melatisan

Tag :Warung Kopi Sibunbun, Digrebek, Satpol PP Lima Puluh Kota, Tapi Ini, Bukan Soal Kopi!

Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com