HOME OPINI FEATURE

  • Selasa, 11 Agustus 2026

Mahasiswa KKN UNP 2026 Edukasi Masyarakat Jorong Kapuah Tentang Pencegahan Stunting Melalui Gizi Seimbang Dan PHBS

Cegah stunting, Mahasiswa KKN UNP 2026 Edukasi Masyarakat Jorong Kapuah
Cegah stunting, Mahasiswa KKN UNP 2026 Edukasi Masyarakat Jorong Kapuah

Mahasiswa KKN UNP 2026 Edukasi Masyarakat Jorong Kapuah tentang Pencegahan Stunting melalui Gizi Seimbang dan PHBS

Penulis:  Rahma Gita, Rifadhilla Ervianti, Benny, Naila Zahra, Yola Defriyani

BUNGO TANJUANG – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Padang (UNP) Tahun 2026 melaksanakan program kerja di bidang kesehatan dengan mengangkat isu pencegahan stunting di Jorong Kapuah, Nagari Bungo Tanjuang, Kabupaten Tanah Datar.

Kegiatan tersebut dilaksanakan secara bertahap pada 13 hingga 16 Juli 2026 di beberapa lokasi Posyandu yang berada di wilayah Jorong Kapuah.

Program ini mengangkat tema “Hidup Sehat, Tumbuh Hebat: Edukasi Gizi dan PHBS sebagai Upaya Pencegahan Stunting” dengan sasaran utama masyarakat, khususnya ibu yang memiliki anak balita serta peserta Posyandu.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian mahasiswa KKN terhadap pentingnya kesehatan dan tumbuh kembang anak sejak usia dini. Melalui program tersebut, mahasiswa berupaya meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pemenuhan gizi seimbang, pola hidup bersih dan sehat, serta pentingnya pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak secara rutin.

Stunting merupakan salah satu permasalahan yang berkaitan dengan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi dalam jangka panjang serta faktor lain yang dapat memengaruhi kesehatan anak.

Permasalahan stunting tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik anak, tetapi juga dapat berhubungan dengan perkembangan dan kualitas sumber daya manusia pada masa mendatang. Oleh karena itu, pencegahan stunting perlu dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan keluarga, kader Posyandu, tenaga kesehatan, pemerintah, serta masyarakat.

Edukasi kepada orang tua menjadi salah satu langkah penting agar keluarga memiliki pengetahuan yang memadai mengenai pemenuhan kebutuhan gizi anak dan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan rumah.

Hal tersebut sejalan dengan kegiatan KKN di Jorong Kapuah yang menempatkan edukasi masyarakat sebagai salah satu langkah awal untuk meningkatkan kesadaran mengenai pencegahan stunting. Rangkaian kegiatan diawali pada 13 Juli 2026 melalui kegiatan di Posyandu Sayang Bunda 2, Luak Parigi. Pada kegiatan tersebut, mahasiswa KKN melaksanakan observasi kepada bidan dan ahli gizi yang bertugas di Puskesmas Batipuah 2.

Kegiatan observasi dilakukan untuk memperoleh data dan informasi mengenai kondisi anak balita di Jorong Kapuah, khususnya anak yang mengalami stunting maupun yang berisiko mengalami stunting.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa berupaya memahami kondisi yang ada di lapangan serta memperoleh gambaran mengenai permasalahan yang berkaitan dengan kesehatan dan pemenuhan gizi anak. Informasi yang diperoleh kemudian menjadi salah satu bahan bagi mahasiswa dalam menyusun dan menyesuaikan kegiatan edukasi mengenai pencegahan stunting dengan kebutuhan masyarakat. Selanjutnya, pada 15 Juli 2026, mahasiswa KKN melaksanakan kegiatan di Posyandu Sayang Bunda 3, Luak Parigi.

Pada kegiatan tersebut, mahasiswa KKN menyampaikan sosialisasi kepada orang tua balita dan anak-anak mengenai pentingnya pemenuhan gizi seimbang serta penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di lingkungan rumah. Materi yang diberikan mencakup pentingnya memperhatikan asupan makanan anak, kebersihan diri, kebersihan lingkungan, serta kebiasaan sehat yang dapat diterapkan dalam kehidupan seharihari.

Mahasiswa juga mengajak orang tua untuk lebih memperhatikan tumbuh kembang anak dan melakukan pemantauan secara rutin melalui kegiatan Posyandu. Kegiatan sosialisasi dilaksanakan secara interaktif agar peserta dapat memahami bahwa pencegahan stunting tidak hanya berkaitan dengan makanan bergizi, tetapi juga dengan pola hidup bersih dan sehat di lingkungan keluarga. Pada 16 Juli 2026, kegiatan dilanjutkan di Posyandu Sayang Bunda 1, Guguak Capo.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN membuat dan memasang poster bertema kepedulian terhadap stunting di lingkungan Posyandu. Poster tersebut digunakan sebagai media edukasi visual agar informasi mengenai pencegahan stunting dapat dilihat oleh masyarakat ketika mengikuti kegiatan Posyandu maupun ketika berada di lingkungan sekitar.

Pemasangan poster diharapkan dapat membantu mengingatkan masyarakat mengenai pentingnya memperhatikan kebutuhan gizi anak dan melakukan pemantauan pertumbuhan secara rutin.

Penggunaan media visual juga menjadi salah satu cara mahasiswa untuk menyampaikan pesan kesehatan dengan bahasa yang lebih sederhana dan mudah dipahami oleh masyarakat. Selain pemasangan poster, mahasiswa KKN juga melakukan wawancara kepada ibu yang memiliki balita untuk mengetahui sejauh mana pemahaman mereka mengenai pencegahan stunting.

Wawancara dilakukan dengan menggali informasi mengenai pengetahuan ibu terkait gizi anak, kebiasaan pemberian makanan, pemantauan pertumbuhan, serta penerapan perilaku hidup bersih dan sehat di rumah. Kegiatan tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mendengarkan secara langsung pengalaman dan pemahaman masyarakat mengenai kesehatan anak.

Hasil wawancara kemudian menjadi salah satu bahan bagi mahasiswa untuk mengetahui kebutuhan edukasi yang masih perlu diperkuat di lingkungan masyarakat. Pendekatan melalui wawancara juga membuat kegiatan tidak hanya bersifat satu arah, tetapi memberikan ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan pengalaman dan permasalahan yang mereka hadapi.

Mahasiswa KKN juga melakukan wawancara dengan kader Posyandu untuk mengetahui berbagai kendala yang dihadapi selama menjalankan tugas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Kader Posyandu memiliki peran penting dalam mendampingi masyarakat, terutama dalam kegiatan pemantauan pertumbuhan balita dan penyampaian informasi kesehatan.

Melalui wawancara tersebut, mahasiswa memperoleh gambaran mengenai kondisi pelaksanaan Posyandu serta berbagai kebutuhan yang dapat mendukung kegiatan kader. Mahasiswa juga melakukan wawancara dengan ahli gizi untuk memperoleh informasi dan arahan mengenai materi edukasi yang tepat dalam pencegahan stunting. Keterlibatan ahli gizi menjadi bagian penting dalam memastikan materi yang disampaikan kepada masyarakat dapat dipahami dan sesuai dengan kebutuhan edukasi mengenai gizi anak.

Rangkaian kegiatan di beberapa Posyandu tersebut dilaksanakan dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari mahasiswa KKN, kader Posyandu, bidan, ahli gizi, orang tua balita, hingga masyarakat yang hadir dalam kegiatan Posyandu. Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program karena pencegahan stunting membutuhkan perhatian dan keterlibatan berbagai pihak secara berkelanjutan.

Mahasiswa KKN tidak hanya berperan sebagai pemberi informasi, tetapi juga membantu kegiatan Posyandu dan membangun komunikasi dengan masyarakat serta tenaga kesehatan.

Dengan adanya kerja sama tersebut, mahasiswa dapat memahami kondisi masyarakat secara lebih langsung sekaligus menyesuaikan bentuk edukasi dengan kebutuhan di lapangan. Kegiatan KKN juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. (Tim KKN UNP: Rahma Gita, Rifadhilla Ervianti, Benny, Naila Zahra, Yola Defriyani)


Tag :Mahasiswa KKN, UNP 2026, Edukasi Masyarakat, Jorong Kapuah, tentang Pencegahan Stunting, melalui Gizi Seimbang dan PHBS

Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com