HOME VIRAL UNIK

  • Senin, 5 Oktober 2026

Saluang Sirompak Dan Tradisi Musik Yang Berkembang Di Taeh Baruah

Saluang Sirompak dan Tradisi Musik yang Berkembang di Taeh Baruah

Oleh: Andika Putra Wardana

Saluang Sirompak merupakan kesenian musik tradisional yang berkembang di Nagari Taeh Baruah, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat. Kesenian ini berkaitan dengan tradisi basirompak yang dalam kehidupan masyarakat setempat dahulu memiliki hubungan dengan kepercayaan terhadap kekuatan gaib. Dalam pertunjukannya, saluang digunakan untuk mengiringi dendang yang memiliki ciri khas tersendiri. Perkembangan Saluang Sirompak memperlihatkan perubahan dari praktik tradisional yang berhubungan dengan kepercayaan lokal menjadi bentuk kesenian yang dapat dipentaskan untuk memperkenalkan budaya masyarakat Taeh Baruah.

Sejarah Saluang Sirompak

Sejarah Saluang Sirompak tidak dapat dipisahkan dari tradisi basirompak yang dikenal di Nagari Taeh Baruah. Dalam pengetahuan budaya setempat, basirompak dahulu dikaitkan dengan praktik ritual yang bertujuan memengaruhi seseorang melalui kekuatan gaib. Tradisi ini memiliki kedudukan khusus dalam kehidupan masyarakat pada masa lalu karena berkaitan dengan kepercayaan yang berkembang di lingkungan setempat. Namun, kisah mengenai asal-usul dan pelaksanaan ritualnya perlu dipahami sebagai bagian dari tradisi lisan dan pengetahuan masyarakat, bukan seluruhnya sebagai peristiwa sejarah yang dapat dibuktikan secara tertulis.

Salah satu cerita yang berkembang dalam masyarakat menghubungkan basirompak dengan kisah Sibabau dan Puti Lasuang Batu. Cerita tersebut menjadi bagian dari penuturan lokal mengenai latar belakang tradisi sirompak. Seperti cerita rakyat lainnya di Minangkabau, kisah ini perlu ditempatkan sebagai folklor yang diwariskan melalui tuturan masyarakat. Cerita tersebut memberikan gambaran mengenai cara masyarakat menjelaskan asal-usul suatu tradisi, meskipun tidak dapat langsung diperlakukan sebagai catatan sejarah yang terverifikasi.

Dalam perkembangannya, unsur musik menjadi bagian penting dari Saluang Sirompak. Pertunjukan ini menggunakan alat musik tiup tradisional yang disebut saluang sirompak, disertai dendang yang dibawakan oleh penyanyi. Saluang tersebut memiliki lima lubang nada, dengan empat lubang pada bagian atas dan satu lubang di bagian belakang. Bentuk dan teknik permainan alat musik ini memberikan karakter bunyi yang berbeda dari saluang yang digunakan dalam sejumlah kesenian Minangkabau lainnya.

Alat Musik dan Dendang Saluang Sirompak

Saluang Sirompak memiliki hubungan erat antara permainan instrumen dan lantunan dendang. Pemain saluang menghasilkan melodi melalui tiupan dan pengaturan lubang nada, sementara pendendang menyampaikan syair dengan pola vokal yang mengikuti karakter musiknya. Perpaduan tersebut menjadi unsur utama yang membedakan kesenian ini dari pertunjukan musik tradisional lain di Kabupaten Lima Puluh Kota.

Dalam tradisi basirompak pada masa lalu, musik dan dendang dikaitkan dengan kepercayaan masyarakat terhadap kekuatan tertentu. Beberapa catatan kebudayaan menyebut penggunaan perlengkapan ritual, termasuk gasiang tangkurak, dalam praktik lama yang berhubungan dengan sirompak. Perlengkapan tersebut tidak harus hadir dalam pertunjukan Saluang Sirompak masa kini. Perbedaan ini penting karena praktik ritual terdahulu dan penyajian kesenian sebagai pertunjukan budaya tidak selalu memiliki tujuan maupun tata cara yang sama.

Saluang Sirompak juga mempunyai ciri musikal yang berkaitan dengan tradisi lisan masyarakat Taeh Baruah. Syair dendang menjadi media untuk menyampaikan tuturan dan ekspresi yang tumbuh dalam lingkungan budaya setempat. Melalui suara saluang dan lantunan vokal, penonton dapat mengenali karakter kesenian yang berkembang di wilayah Kabupaten Lima Puluh Kota tersebut. Pengetahuan mengenai teknik memainkan saluang dan membawakan dendang pun menjadi bagian dari keterampilan yang perlu dipelajari oleh pelaku kesenian.

Perkembangan Pertunjukan di Taeh Baruah

Perubahan fungsi Saluang Sirompak dapat dilihat dari cara kesenian ini ditampilkan dalam kegiatan kebudayaan. Jika basirompak pada masa lalu berkaitan dengan kepercayaan dan praktik ritual tertentu, pertunjukan Saluang Sirompak kini dapat disajikan sebagai seni musik tradisional. Dalam bentuk pertunjukan, perhatian lebih diarahkan pada permainan saluang, dendang, serta pengenalan sejarah budaya yang menyertainya. Perubahan tersebut memungkinkan masyarakat mengenal kesenian ini tanpa harus menjalankan kembali seluruh praktik ritual yang pernah dikaitkan dengannya.

Dokumentasi kesenian di Kabupaten Lima Puluh Kota juga memperlihatkan adanya pembagian peran dalam pertunjukan, seperti pemain saluang, pendendang, dan pelaku yang bertanggung jawab terhadap unsur lain dalam penyajian tradisional. Susunan pemain dapat menyesuaikan bentuk pertunjukan yang diselenggarakan. Hal ini menunjukkan bahwa Saluang Sirompak bukan hanya berkaitan dengan sebuah alat musik, melainkan juga melibatkan pengetahuan tentang irama, syair, teknik permainan, dan konteks budaya masyarakat Taeh Baruah.

Pengenalan Saluang Sirompak kepada generasi muda menjadi bagian penting dalam keberlanjutan kesenian ini. Pengetahuan tentang bentuk saluang, cara memainkan instrumen, pola dendang, dan cerita yang menyertai tradisi perlu disampaikan secara cermat. Dengan begitu, generasi berikutnya dapat memahami perbedaan antara unsur seni yang dipertunjukkan dan kepercayaan yang pernah menyertai praktik basirompak. Penjelasan semacam ini juga membantu masyarakat melihat sejarah kesenian secara lebih utuh tanpa mencampuradukkan cerita rakyat dengan fakta sejarah.

Bagi masyarakat Nagari Taeh Baruah, Saluang Sirompak menyimpan cerita tentang hubungan musik, tradisi lisan, dan kepercayaan lokal. Bunyi saluang yang mengiringi dendang menjadi bagian yang masih dapat dikenali ketika kesenian ini ditampilkan dalam kegiatan budaya. Di balik pertunjukannya, terdapat sejarah perubahan cara masyarakat memaknai sebuah tradisi, dari praktik yang berkaitan dengan kepercayaan setempat hingga menjadi kesenian yang memperkenalkan kekhasan budaya Kabupaten Lima Puluh Kota.


Wartawan : Andika Putra Wardana
Editor : melatisan

Tag :Saluang Sirompak dan, Tradisi Musik, yang Berkembang, di Taeh Baruah

Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com