HOME SOSIAL BUDAYA KABUPATEN LIMAPULUH KOTA

  • Selasa, 17 Februari 2026

Rombongan Nagari Balai Panjang Sambangi Rumah Korban Tenggelam Di Pemandian Batang Mangkisi

Lima Puluh Kota (Minangsatu) - Keluarga besar Nagari Balai Panjang, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kabupaten Limapuluh Kota mendatangi rumah korban tenggelam yang terjadi di Pemandian Batang Mangkisi di nagari itu baru-baru ini. rombongan yang dipimpin Walinagari Balai Panjang, Idris itu juga didampingi anggota dan ketua Komunitas Otomotif dari Kota Payakumbuh yang merupakan anggota klub dari orang tua korban.

Rombongan melakukan takziah kerumah duka almarhum RA (8) di Jorong Pasa Rabaa Nagari Panyalaian, Kecamatan IX Koto, Kabupaten Tanah Datar. Dihadapan pihak keluarga, Idris menyebut bahwa kedatangannya bersama puluhan orang yang merupakan anggota, ketua Bamus, Bumnas, warga Jorong Lurah Bukik tempat lokasi Pemandian Lembah Mangkisi, warga jorong Kubang Rasau untuk takziah sekaligus bentuk rasa duka yang mendalam atas kepergian putra pertama dari pasangan suami istri Rahmat Hidayat-Rafa Attala.

"Kedatangan kami bersama puluhan masyarakat yang berasal dari berbagai unsur di Nagari Balai Panjang merupakan bentuk rasa duka yang kami rasakan atas kepergian ananda RA. Mudahan-mudahan pihak keluarga tetap diberikan ketabahan,"ucap Idris. 

Idris juga menambahkan, duka tidak hanya dirasakan oleh keluarga besar almarhum RA, namun juga oleh keluarga besar di Nagari Balai Panjang, ia berharap semua pihak tetap sabar dengan cobaan yang datang. 

"Mudah-mudahan peristiwa ini jadi hikmah dan kita ambil positifnya, kami tetap doakan orang tua dari almarhum ananda kita bisa tetap sabar. Kita yakin Allah telah menempatkan ananda kita tersebut di sorga."tambahnya.

Dihadapan pihak keluarga korban, Ketua Persatuan Walinagari Kabupaten Limapuluh Kota (PERWANALIKO) itu kembali menegaskan bahwa, apa yang disampaikan oleh pihak keluarga akan jadi pembelajaran pihak Nageri kedepannya dalam pengelolaan Pemandian Lembah Mangkisi.

" Apa yang disampaikan pihak keluarga ananda kita, menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi kita, khususnya pihak Nagari kedepannya. Semoga tidak terjadi lagi peristiwa serupa kedepannya."tutup Idris.

Dari kediaman almarhum RA, rombongan yang juga didampingi anggota Komunitas otomotif Kota Bukittinggi dan Padang Panjang itu menuju ke kediaman almarhum BZ (11) di Kecamatan Padang Panjang Timur, Kota Padangpanjang, yang juga menjadi korban tenggelam di objek wisata Pemandian Lembah Mangkisi dihari yang sama. 

Kasus Kematian Dua Anak Di Pemandian Lembah Mangkisi, Walinagari : Stop Saling Menyudutkan dan Menyalahkan 

Sementara itu, kedua keluarga besar korban tenggelam di Pemandian Lembah Mangkisi serta pihak nagari berharap tidak ada lagi pihak-pihak yang menyudutkan dan menyalahkan dengan perisriwa yang menyebabkan meninggalnya RA (8) dan BZ (11). Sebab dari berbagai komentar yang muncul, kerap menyalahkan pihak keluarga dan nagari Balai Panjang dengan dalih kelalaian.

"Kita semua masih dalam suasana duka, baik keluarga korban di Padang Panjang maupun di Kabupaten Tanah Datar dan kami sendiri di Nagari Balai Panjang, ini duka kita semua, jangan atau stop saling menyalahkan atas peristiwa yang terjadi, jangan lagi berkomentar yang menyakitkan," ucap Idris. 

Idris juga menambahkan, dari peristiwa yang terjadi, banyak hikmah yang bisa diambil, sehingga tidak elok rasanya jika masih ada yang berkomentar yang negatif terhadap peristiwa itu.

Sebelumnya diberitakan sejumlah media, bahwa dua anak pengunjung meninggal dunia akibat tenggelam di kolam pemandian Batang Mangkisi, peristiwa itu terjadi pada Minggu 8 Februari 2026.

Kapolsek Luhak, IPTU. Isral membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa peristiwa bermula saat rombongan Club Civid Wonder Minangkabau menggelar kegiatan family gathering di lokasi wisata.

Dalam kegiatan tersebut, dua anak ikut bermain dan mandi di kolam pemandian bersama pengunjung lainnya. Kedua korban diketahui sempat berada di kolam dengan pengawasan orang tua.

“Orang tua korban sempat meninggalkan kolam sekitar lima menit untuk mengambil ban di mobil. Saat kembali, kedua anak sudah tidak terlihat,” ujar Iptu Isral Riandi, kepada wartawan.

Melihat kondisi tersebut, orang tua bersama pengunjung lain langsung melakukan pencarian di sekitar kolam. Kedua korban kemudian ditemukan dalam kondisi tenggelam di dasar kolam pemandian.

Setelah ditemukan, korban segera dievakuasi dari kolam dan dibawa ke RSUD Adnaan WD Payakumbuh. Upaya pertolongan medis sempat dilakukan oleh pihak rumah sakit, sebelum akhirnya kedua korban dinyatakan meninggal dunia. (*)


Wartawan : Fegi Andriska
Editor : Benk123

Tag :#limapuluhkota

Baca Juga Informasi Terbaru MinangSatu di Google News

Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com