HOME SOSIAL BUDAYA KABUPATEN LIMAPULUH KOTA
- Minggu, 25 Januari 2026
Sebanyak 60 Unit Huntara Diresmikan Di Lima Puluh Kota, Ditargetkan Jelang Ramadhan Telah Full Ditempati
Limapuluh Kota (Minangsatu) - Hunian Sementara (Huntara) yang dibangun untuk korban terdampak bencana alam Sumatera, termasuk di Kabupaten Lima Puluh Kota telah diresmikan secara serentak oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno, Sabtu (24/1/2026).
Di Kabupaten Lima Puluh Kota, peresmian dan penyerahan kunci perdana Huntara kepada warga terdampak tanah bergerak di Jorong Aie Angek, Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Gunuang Omeh dilakukan secara simbolis oleh Wakil Bupati Ahlul Badrito Resha didampingi Forkopimda.
Wabup Ahlul Badrito Resha mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat yang telah bergerak cepat melakukan upaya pembangunan Huntara pasca bencana alam yang melanda Kabupaten Lima Puluh Kota. Ditargetkan, menjelang Ramadhan 2026 Huntara yang sudah diresmikan tersebut sudah seluruhnya ditempati.
"Alhamdulillah. Kita bersyukur begitu besarnya perhatian pemerintah pusat, pemerintah provinsi, serta jajaran TNI/Polri kepada kita Kabupaten Lima Puluh Kota. Sebab, tanpa bantuan itu, Huntara di Aia Angek, Nagari Koto Tinggi ini tidak akan selesai tepat waktu," ujarnya.
Selain itu, Wabup juga mengapresiasi masyarakat Nagari Koto Tinggi yang telah bahu-membahu bersama TNI/Polri, BNPB dan pemkab untuk membangun sebanyak 60 unit Huntara serta menyediakan lahan yang sangat luas untuk pembangunan Hutara.
"Saya beruntung memimpin daerah yang masyarakatnya sangat baik-baik. Sebab Lima Puluh Kota yang kita cintai ini dikenal sebagai daerah yang Aianyo Janiah Ikannyo Jinak, Daerahnya Indah Masyarakatnya ramah. Untuk pembangunan Huntara ini, tanahnya disiapkan masyarakat seluas 1 hektar," ujarnya.
"Bahkan untuk pembangunan Hunian Tetap atau Huntap nantinya kita juga sudah diberi hibah tanah oleh masyarakat seluas 6 hektar melalaui tokoh-tokoh masyarakat," tambahnya.
Ia juga mengungkapkan, bahwa pasca bencana alam, Kabupaten Limapuluh Kota termasuk daerah yang mengalami dampak yang cukup berat. Ada sejumlah kerusakan yang dialami dengan total kerugian mencapai lebih kurang Rp1,1 Teiliun.
"Dampak pasca bencana lumayan berat di Lima Puluh Kota, ada beberapa kerusakan yang kita alami. Mulai dari kerusakan pemukiman, infrastruktur jalan, sektor ekonomi produktif, sektor sosial, dan lain-lain. Sehingga total kerugian yang kita sampaikan kemaren adalah Rp1,1 teiliun," ungkapnya.
Kegiatan launching sekaligus penyerahan kunci Huntara di Lima Puluh Kota juga dihadiri oleh seluruh warga terdampak yang akan menempati Huntara tersebut
Editor : melatisan
Tag :Huntara, Resmikan, Limapuluh Kota
Baca Juga Informasi Terbaru MinangSatu di Google News
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
MUSDA LKAAM LIMAPULUH KOTA KE-13 SUKSES, ZULHIKMI DT. RAJO SUARO, TERPILIH KEMBALI
-
MENJADI ANGGOTA PWI KABUPATEN LIMA PULUH KOTA/ PAYAKUMBUH HARUS KOMPETEN, 22 ORANG WARTAWAN BASITUNGKIN IKUTI UKW
-
KONTINGEN PGRI LIMA PULUH KOTA JUARA UMUM PORSENIJAR SUMBAR 2025
-
ZONA MERAH NARKOBA, KETUA IKKS EDWARD IDRUS MERASA PRIHATIN DENGAN KAPUR IX
-
KETUA DPC PARTAI HANURA LIMA PULUH KOTA AMPELI DASNI BAMINANTU, DR. STELLA NATASYA DIPERSUNTING FARHAN HAFIDH ALWI
-
PENDIDIKAN DI PELOSOK: ANTARA SEMANGAT DAN KETERBATASAN AKSES
-
PASAN BURUANG DAN ALAM YANG LUKA: RENUNGAN EKOKRITIK DI TENGAH BENCANA SUMATERA
-
MAHASISWA KKN KEBENCANAAN UNIVERSITAS ANDALAS LAKUKAN PENDATAAN DAMPAK BANJIR DI KAPALO KOTO, PADANG
-
SEDIKIT KEGEMBIRAAN DI TENGAH KECEMASAN, CATATAN HENDRY CH BANGUN
-
MAHASISWA KKN UNIVERSITAS ANDALAS TOBOH GADANG DORONG PERTANIAN BERKELANJUTAN MELALUI PROGRAM RAMAH LINGKUNGAN