HOME OPINI FEATURE

  • Senin, 9 Februari 2026

Rosita Medina, Bundo Kanduang Di Rantau Punya Tanggungjawab Moral

Rosita Medina, Ketua Perkumpulan Bundo Kanduang Minangkabau (PBKM) Provinsi DKI Jakarta. Foto ist.
Rosita Medina, Ketua Perkumpulan Bundo Kanduang Minangkabau (PBKM) Provinsi DKI Jakarta. Foto ist.

Rosita Medina, Bundo Kanduang DKI Jakarta Punya Tanggungjawab Moral Menjaga Nilai Adat Minang dan Sumber Keteladanan di Rantau

Oleh Agusmardi

 

Dr. Rosita Medina MM, perempuan Minang yang berkiprah di Jakarta, selain aktif di Perkumpulan Kabupaten Pesisir Selatan di Jakarta, sekarang dipercaya sebagai Ketua Perkumpulan Bundo Kanduang Minangkabau (PBKM) Provinsi DKI Jakarta. 

Ia terpilih baru-baru ini, Sabtu, 7 Februari 2026, pada Musyawarah Daerah ke-2 PBKM DKI Jakarta dan akan bertugas hingga tahun 2030.

Meski punya tugas baru, namun tanggungjawabnya sebagai sekretaris Bidang Ranah dan Rantau DPP PKPS di Jakarta tetap dilaksanakan.

Itulah Rosita Medina perempuan perantau Minang asal Bayang Pesisir Selatan (62) yang akrab disapa Ros Memed. Ia mengaku sebagai Ketua PBKM DKI Jakarta bagian dari tanggung jawab moral dan intelektual untuk menjaga arah, marwah, dan keberlanjutan peran Bundo Kanduang di perantauan.

Aktivitas perempuan lulusan doktoral pendidikan usia dini (PAUD) ini menyadari organisasi Bundo Kanduang diperantauan bukan sekadar organisasi perempuan atau simbol kebudayaan, tetapi representasi ibu dalam adat: penjaga nilai, penentu keseimbangan, dan sumber keteladanan. 

Rosita Medina, pensiunan guru SMAN 26 Jakarta menjelaskan bahwa dalam struktur adat Minangkabau, peran ibu tidak pernah berada di pinggir, melainkan di pusat pembentukan karakter, tata kehidupan, dan kesinambungan nilai. 

"Oleh karena itu, keberadaan Bundo Kanduang di DKI Jakarta harus dimaknai sebagai amanah besar, bukan sekadar aktivitas kelembagaan. Kita perlu menyadari secara jujur bahwa posisi Bundo Kanduang DKI berada jauh dari titik geografis dan kultural Minangkabau. Kita hidup di pusat negara, di ruang urban yang sangat cepat berubah, dengan nilai-nilai yang tidak selalu sejalan dengan adat dan falsafah Minangkabau," papar Bundo Ros Memed.

Ia berharap para Bundo Kanduang tampil sebagai ruang yang teduh, menenangkan, dan menjadi rujukan etika bagi keluarga Minang di ranah maupun diperantauan.

Selaku Ketua PBKM DKI Jakarta yang baru, juga tak terlepas dari dukungan perempuan pengusaha Pessel lainya, seperti Bundo Amy Anas SE, 

"Saya mengucapkan terimakasih istimewa buat Bundo Amy Anas yang mensupport suksesnya pelaksanaan Musda ke-2 PBKM tahun 2026 ini," pungkasnya.


Tag :#Bundo kanduang #Dki Jakarta #Pessel

Baca Juga Informasi Terbaru MinangSatu di Google News

Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com