HOME PARIWISATA KOTA PAYAKUMBUH

  • Senin, 25 November 2019
Perwakilan KBRI Brunei Darussalam Terkesan Dengan Kuliner Ranah Minang Asal Payakumbuh
Perwakilan KBRI untuk Brunei Darussalam saat mengunjungi Kota Payakumbuh, Senin (25/11)

Payakumbuh (Minangsatu) - Kota Payakumbuh merupakan kota yang menjaga tradisionalitas serta memiliki beragam kuliner khas daerah yang terkenal. Bahkan kuliner khas Ranah Minang ini banyak berasal dari Kota Payakumbuh.

Demikian dikatakan Rifana Indira perwakilan,  Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Brunei Darussalam saat mengunjungi Kota Payakumbuh, Senin (25/11). Kunjungan KBRI untuk Brunei Darussalam di Kota Randang ini dimulai dengan mendatangi Kampung Adat Balai Kaliki Koto Nan Gadang.

Dikatakan, nantinya hasil kunjungannya ke Kota Payakumbuh KBRI Brunei akan memperkenalkan budaya Minangkabau di Brunei Darussalam nantinya.

“Serta kunjungan kami kesini untuk memperkenalkan budaya Kota Payakumbuh dan tentunya Minangkabau yang kami dapatkan selama kunjungan ini ke Brunei nantinya”, ungkap Rifana.

Rombongan dari KBRI Brunei membawa sebanyak 10 orang selama kunjungan berlangsung, yang dipimpin langsung oleh Rifana Indira dan juga dari beberapa media, agen travel, dan juga membawa beberapa orang influencer yang akan membantu dalam promosi nantinya.

Sementara itu, wakil walikota Erwin Yunaz menyambut baik kunjungan dari KBRI Brunei tersebut ke Kota Payakumbuh.

“Alhamdulilah kami merasa sangat bangga dan bahagia atas kunjungan rombongan dari KBRI Brunei ini, semoga kunjungan ini mempererat hubungan antara Kota Payakumbuh dan Brunei Darussalam ke depannya”, ujar Erwin.

Selain itu, wawako juga mengatakan jika pemerintah kota ikut serta langsung dalam membantu pelestarian adat dan budaya yabg ada di kota Payakumbuh.

“Saat ini Kampung Adat Balai Kaliki sudah dimasukkan dalam daftar wajib bagi Pemko Payakumbuh untuk dapat selalu dilestarikan, adat dan budaya yang ada, terutama dalam kemajuan kampung adat balai kaliki ini, dan kami rasa juga budaya yang ada di kota Payakumbuh ini tidaklah jauh beda dengan Brunei sendiri, karna kita juga merupakan warga serumpun”, paparnya.

Setelah melakukan Kuningan ke kampung Adat Balai Kaliki Koto Nan Gadang, rombongan melanjutkan kunjungan ke sentra Rendang Kelurahan Padang Kaduduak, dan dilanjutkan ke kelurahan Sicincin untuk melihat Kampung Pacu Itik dan terakhir rombongan singgah di pondok promosi kota Payakumbuh.

Di kelurahan Sicincin tim KBRI untuk Brunei Darussalam mencoba merasakan sensasi menerbangkan itik pacu bersama Ketua Dekranasda Kota Payakumbuh Henny Riza Falepi dan Staf Ahli Elfriza Zaharman.

Orang Brunei yang datang ke Kota Randang itu takjub saat melihat bagaimana itik bisa terbang dan diperlombakan sebagai salahsatu cabang olahraga di Payakumbuh, menurut mereka hal ini baru pertama kali mereka rasakan, karena memang Pacu Itik hanya ada di Payakumbuh, khususnya Luak Limopuluah.

Tampak hadir mendampingi Kepala Disparpora Andiko Jumarel dan pengurus PORTI Kota Payakumbuh, Dt. Rajo Endah bersama joki itik yang berpakaian adat khas minangkabau dalam pertunjukan singkat itu.

"Tamu Thailand, Korea, dan Malaysia sudah sering melihat pacu itik kita, namun orang Brunei baru pertama kali ini menyaksikan," kata Dt. Rajo Endah.

Ketua Dekranasda Henny Riza Falepi nampak ikut dalam keseruan menjadi joki itik terbang bersama Elfriza Zaharman yang akrab di sapa Cece dan dua perwakilan tamu dari Brunei itu, keempatnya terlihat sedikit canggung dari cara memegang itik pacu jagoannya masing-masing, namun mereka antusias mencobanya.

Itik dilepas, sorak-sorai joki dan penonton diikuti tepuk tangan masyarakat setempat, meskipun singkat, namun hal ini bakal melekat dalam ingatan siapapun yang pernah mencoba merasakan olahraga masyarakat yang khas ini.


Wartawan : Fegi Andriska Putra
Editor : melatisan

Tag :#KBRI Brunei Darussalam #Payakumbuh