- Sabtu, 14 Februari 2026
Perbedaan Nasi Kapau Dan Nasi Padang Yang Jarang Diketahui, Bukan Sekadar Soal Lauk
Perbedaan Nasi Kapau dan Nasi Padang yang Jarang Diketahui, Bukan Sekadar Soal Lauk
Oleh: Andika Putra Wardana
Perbedaan Nasi Kapau dan Nasi Padang yang jarang diketahui sering kali luput dari perhatian banyak orang. Di luar Sumatera Barat, keduanya kerap disamakan begitu saja sebagai “masakan Padang”.
Padahal, di ranah Minangkabau sendiri, Nasi Kapau dan Nasi Padang memiliki akar, cara penyajian, hingga karakter rasa yang berbeda.
Bagi orang Minang, penyebutan itu bukan sekadar soal nama. Ia menyangkut identitas kuliner, tradisi memasak, dan jejak sejarah nagari yang melahirkannya.
Asal-usul yang Berbeda
Nasi Kapau berasal dari Nagari Kapau, Kecamatan Tilatang Kamang, Kabupaten Agam. Dari nagari inilah para perantau membawa tradisi kuliner mereka ke berbagai kota, terutama ke Bukittinggi dan Jakarta.
Di Bukittinggi, kawasan Pasar Lereng dikenal luas sebagai sentra penjual Nasi Kapau yang telah bertahan puluhan tahun.
Sementara itu, istilah Nasi Padang merujuk pada rumah makan Minang yang berkembang pesat di Kota Padang dan kemudian menyebar ke seluruh Indonesia melalui tradisi merantau.
Nama “Padang” lebih dikenal secara nasional, meskipun banyak rumah makan tersebut sebenarnya dikelola oleh perantau dari berbagai daerah di Sumatera Barat, bukan hanya dari Kota Padang.
Perbedaan latar geografis ini turut membentuk karakter masakan masing-masing.
Cara Penyajian yang Tak Sama
Perbedaan Nasi Kapau dan Nasi Padang yang jarang diketahui terlihat jelas dari cara penyajiannya. Di rumah makan Nasi Padang, lauk biasanya disajikan dengan sistem hidang.
Beragam piring kecil berisi lauk akan diletakkan di meja pembeli, lalu pelanggan memilih mana yang ingin disantap dan membayar sesuai yang dimakan.
Sementara di warung Nasi Kapau, lauk tersusun bertingkat dalam etalase tinggi. Penjual yang umumnya perempuan mengambilkan lauk menggunakan sendok panjang atau centong bertangkai panjang.
Proses ini menjadi pemandangan khas yang jarang ditemukan di rumah makan Padang pada umumnya.
Cara penyajian ini bukan sekadar teknis, melainkan bagian dari tradisi yang diwariskan turun-temurun.
Cita Rasa dan Ragam Lauk
Dari sisi rasa, Nasi Kapau dikenal memiliki kuah yang lebih kental dan kaya santan.
Beberapa lauk khasnya sulit ditemukan di rumah makan Padang biasa, seperti gulai tambusu (usus sapi yang diisi campuran telur dan tahu), gulai cubadak (nangka muda), hingga gulai kapau dengan kol dan kacang panjang yang dimasak bersama kuah santan berbumbu kuat.
Nasi Padang memiliki ragam lauk yang lebih luas dan variatif, tergantung daerah asal perantaunya.
Rendang, ayam pop, dendeng balado, gulai ayam, hingga sambal ijo menjadi menu yang hampir selalu ada.
Cita rasanya cenderung
lebih umum dan telah menyesuaikan selera pasar di berbagai daerah.
Meski sama-sama berbasis rempah dan santan, sentuhan akhir keduanya terasa berbeda bagi penikmat yang terbiasa.
Identitas yang Tetap Terjaga
Perbedaan Nasi Kapau dan Nasi Padang yang jarang diketahui ini menunjukkan bahwa kuliner Minangkabau tidak tunggal.
Ia tumbuh dari nagari-nagari dengan kekhasan masing-masing, lalu berkembang melalui tradisi merantau.
Di balik sepiring nasi dengan gulai dan sambal, ada cerita tentang kampung halaman, tentang perempuan-perempuan Kapau yang mempertahankan cara menyendok lauk dengan centong panjang, dan tentang para perantau yang memperkenalkan cita rasa Minang ke penjuru negeri lewat rumah makan Padang.
Bagi sebagian orang, mungkin keduanya terasa sama. Namun bagi yang mengenal asal-usulnya, perbedaan itu justru menjadi kekayaan.
Karena di ranah Minangkabau, rasa bukan hanya soal lidah, tetapi juga soal jejak sejarah dan identitas yang tetap dijaga hingga kini.
Editor : melatisan
Tag :Nasi Kapau, Nasi Padang, Kuliner, Masakan Minang, Lauk,
Baca Juga Informasi Terbaru MinangSatu di Google News
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
RESEP RENDANG DAGING SAPI ASLI MINANG TAHAN LAMA TANPA PENGAWET
-
GELAK TAWA DAN TANGIS HARU DALAM BAIT PANTUN ADAT PENANTI MARAPULAI
-
KUMPULAN PANTUN CINTA MINANG PALING ROMANTIS: DARI PERTEMUAN HINGGA JANJI SETIA
-
DI BAWAH MARAPI, JEJAK “NAK KAYO KUEK MANCARI, NAK CADIAK RAJIN BAGURU” YANG TERPATRI DALAM TANAH DAN TRADISI
-
PANTUN MINANG LUCU: CARA ORANG MINANG MENERTAWAKAN HIDUP DENGAN SANTUN