- Kamis, 12 Februari 2026
Kumpulan Pantun Cinta Minang Paling Romantis: Dari Pertemuan Hingga Janji Setia
Kumpulan Pantun Cinta Minang Paling Romantis: Dari Pertemuan hingga Janji Setia
Oleh: Andika Putra Wardana
Orang Minang memang dikenal tak pandai mengumbar kata cinta secara langsung. Namun, jika sudah bermain kata lewat pantun, romantisnya bisa bikin baper sampai ke tulang rusuk.
Pantun Cinta Minang adalah seni merayu kelas tinggi. Santun bunyinya, dalam maknanya, dan sangat mengena dihati.
?Bagi Sanak yang sedang mencari kata-kata untuk meluluhkan hati adiak atau sekadar ingin mengenang romantisme ranah Minang, berikut adalah kumpulan pantun cinta pilihan yang kami rangkum dari naskah-naskah lama.
Simak bagaimana nenek moyang kita dulu menerjemahkan debar jantung dan janji setia.
?Getaran Awal dan Keteguhan Hati
?Fase jatuh cinta biasanya diawali dengan kekaguman yang bikin salah tingkah. Di Minang, perasaan ser-seran saat melihat pujaan hati digambarkan dengan sangat dramatis, seolah darah berhenti mengalir dan badan melayang.
?Simak pantun berikut ini:
?Kain batiek tabang mangirok.
Unduang-unduang anak rang Bayang.
Tampak adiek darah tasirok,
Badan bak raso bayang-bayang.
?(Artinya: Tampak adik darah tersirap, badan bak rasa bayang-bayang).
?Namun, setelah hati terpaut, orang Minang diajarkan untuk setia. Meski mata melihat banyak keindahan lain (bunga yang kembang), fokus hati harus tetap satu. Pantun legendaris ini adalah ikrar kesetiaan yang paling populer:
?Duo tigo toko di Padang
Sabuah sajo toko basi.
Duo tigo bungo nan kambang,
Sabuah sajo nan di hati.
?Kecemasan dan Patah Hati
?Cinta tak selalu manis. Ada kalanya muncul rasa cemas (parno) kehilangan, apalagi jika sang kekasih adalah primadona yang banyak diincar orang (musang).
Kegelisahan ini dilukiskan dengan metafora alam yang sangat pas:
?Taluak Bayua ikannyo jinak,
Bao mamapeh dari sampan.
Ayam sikua musang kok banyak,
Raso kalapeh dari tangan.
?Dan jika takdir berkata lain, hubungan kandas di tengah jalan padahal sayang sedang dalam-dalamnya, pantun Minang punya cara elegan untuk meratapi kasih tak sampai tersebut.
Rasanya seperti menghadang laut dalam yang mustahil diseberangi:
?ang Parik Putuih kalapau randah,
Mambao balam dalam sarangnyo.
Kasieh putuih sayang tak sudah,
Lauik nan dalam nan di hadangnyo.
?Janji Setia di Tengah Perpisahan (LDR)
?Bagi para pejuang jarak jauh (LDR), pantun adalah penguat jiwa. Perpisahan fisik dianggap hanya sementara, asalkan ada kepastian pertemuan di masa depan. Semangat optimisme ini terekam dalam bait berikut:
?Rami urang ditangah balai,
Rami dek anak urang Tiku.
Bia kini kito bacarai,
Asalkan nanti kito batamu.
?Lebih dalam lagi, orang Minang meyakini bahwa jarak hanyalah ujian bibir, bukan ujian hati. Biarlah status "bercerai" (berpisah) diucapkan mulut karena keadaan, asalkan hati tidak berubah arah.
?Bia badarai padi sipuluik,
Jiko badarai mangko dikaka.
Bia bacarai kito dimuluik,
Asa dihati indak batuka.
?Itulah deretan Pantun Cinta Minang yang membuktikan bahwa leluhur kita adalah pujangga sejati. Dari debar jantung pertama hingga ujian jarak, semua terwakili dalam rima yang indah.
Editor : melatisan
Tag :Kumpulan, Pantun Cinta, Minang, Paling Romantis:, Pertemuan, Janji Setia
Baca Juga Informasi Terbaru MinangSatu di Google News
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
DI BAWAH MARAPI, JEJAK “NAK KAYO KUEK MANCARI, NAK CADIAK RAJIN BAGURU” YANG TERPATRI DALAM TANAH DAN TRADISI
-
PANTUN MINANG LUCU: CARA ORANG MINANG MENERTAWAKAN HIDUP DENGAN SANTUN
-
PANTUN ADAIK MINANG: BAHASA HALUS DALAM MENJAGA MARTABAT DAN ADAT
-
BERBALAS PANTUN MINANG: SENI BERTUTUR YANG MENJAGA ADAT DAN RASA BAHASA
-
BIAYA PERNIKAHAN MINANG: ANTARA ADAT, MARTABAT, DAN REALITAS ZAMAN