HOME PARIWISATA KOTA PAYAKUMBUH

  • Kamis, 20 Agustus 2020
Gedung Pusat Literasi Adat Pertama Di Sumbar Akan Ada Di Payakumbuh
Doni Saputra, Kabid Kebudayaan Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kota Payakumbuh

Payakumbuh (Minangsatu) - Mulai menipisnya wawasan masyarakat tentang adat di zaman modern ini, membuat Pemerintah Kota (Pemko) Payakumbuh ingin memliki bangunan Pusat Literasi Adat. Jika pembangunan ini terealisasi, maka Kota Payakumbuh menjadi yang pertama di Sumatera Barat memiliki gedung pusat literasi adat. 

"Iya, kami diminta bapak walikota menyiapkan bahan-bahan untuk persiapan pembangunan pusat literasi adat ini" kata Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kota Payakumbuh melalui kabid Kebudayaan Doni Saputra, S.Sos di ruang kerjanya, Kamis (20/8). 

"Jika ini terealisasi, maka bangunan ini menjadi bangunan pusat literasi adat pertama di Sumatera Barat" tambahnya.

Dikatakan, pembangunan gedung literasi adat itu direncanakan akan mulai tahun 2022 nanti dengan lokasi pembangunan di Batang Agam. 

"Nantinya bangunan akan terletak di Batang Agam, namun sebelum bangunan itu siap, untuk sementara gedung restoran yang ada di samping kantor Dispora ini akan dialih fungsikan" ungkapnya.  

Dengan adanya bangunan ini, diharapkan nantinya bisa membuka kembali pengetahuan masyarakat tentang sejarah adat di Minangkabau. 

"Sasaran kita tentu intelektual, peneliti, pelajar, mahasiswa atau kaum milineal" sebut Doni.

Saat ini, Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga melalui bagian Kebudayaan tebgah gencar mengumpulkan bahan-bahan yang akan menjadi objek sasaran masyarakat di gedung itu nantinya. 

"Kita sudah mulai mendata rumah-rumah penduduk yang mempunyai data-data sejarah adat, dan juga mengumpulkan tulisan-tulisan tentang adat dan sejarah dari pendahulu kita seperti tulisan Bung Hatta, Buya Hamka, Tan Malaka dan lainnya" sebut Doni. 

Sementara itu, pada tahun 2019 lalu Walikota Payakumbuh Riza Falepi dalam sebuah forum pelatihan pernah memaparkan materi tentang Payakumbuh Sebagai Pusat Literasi Adat Minangkabau. Dalam kesempatan itu, Riza menyampaikan bagaimana tokoh pahlawan nasional diisi oleh orang-orang minangkabau, disana bentuk bukti eksistensi literasi mereka melalui tulisan-tulisannya, contohnya saja Bung Hatta, Buya Hamka, dan Tan Malaka

“Masalah yang akan kita hadapi bersama adalah menghadirkan kebaikan untuk minangkabau, modal besar kita adalah Budaya, jangan anggap remeh,” kata Riza waktu itu.

“Jangan biarkan substansi kita sebagai orang minang menghilang, karena sebuah negara yang tidak mempunyai karakter, akan kesulitan menghadirkan soliditas dan kekuatan kebersamaan untuk membangun bangsa kedepan,” pesan Riza.


Wartawan : Fegi Andriska Putra
Editor : melatisan

Tag :#gedung literasi #payakumbuh