- Minggu, 12 Oktober 2025
Batang Barus, Negeri Di Lereng Talang Yang Tak Pernah Kehabisan Rasa
Batang Barus, Negeri di Lereng Talang yang Tak Pernah Kehabisan Rasa
Oleh: Andika Putra Wardana
Nagari Batang Barus terletak di Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Inilah nagari terluas di kecamatan itu, sekaligus pusat pemerintahan Kabupaten Solok. Dikelilingi oleh hamparan sawah dan bukit hijau, Batang Barus adalah potret nagari yang tumbuh di antara kesejukan udara pegunungan dan denyut kehidupan agraris yang kuat. Sungai Batang Barus mengalir membelah kampung, menjadi sumber air utama bagi ratusan hektare sawah yang menghidupi masyarakatnya.
Keindahan alam di sini tak hanya memanjakan mata, tapi juga memberi kehidupan. Di bagian lerengnya, berdiri perkebunan teh peninggalan Belanda yang kini dikelola oleh PTPN VI. Dari kebun ini, daun teh terbaik Solok dipetik setiap pagi, diolah, dan dikirim hingga ke pasar ekspor. Sementara di lembahnya, air jernih mengalir dari Gunung Talang, membuat tanahnya subur untuk padi, sayuran, dan belut sawah yang kemudian menjadi bahan dasar kuliner khas nagari ini.
Masyarakat Batang Barus juga dikenal masih menjaga tradisi sosial mereka. Salah satu yang paling unik adalah tradisi Barantam di Jorong Kayu Jao, tradisi pengumpulan dana dan doa dari kerabat setelah pesta pernikahan. Tradisi ini dianggap pelengkap dan penghormatan bagi pengantin baru, serta simbol gotong royong masyarakat yang tidak ingin kehilangan semangat kebersamaan di tengah perubahan zaman.
Di nagari ini, terdapat makanan-makanan populer yang mencerminkan hubungan erat antara masyarakat dengan alam sekitarnya. Dari sungai dan sawah yang subur lahirlah hidangan seperti Kalio Baluik Tapak Leman, Samba Lado Masiek Patai Cino, hingga Galamai Karucuik dan Pinyaram Pisang yang manis dan hangat.
Kalio Baluik Tapak Leman adalah gulai kental dari belut sawah yang dimasak perlahan bersama daun tapak leman, tanaman liar berkhasiat yang tumbuh di tepi sungai. Kuahnya pekat, aromanya harum, dan rasanya gurih lembut, seolah menghadirkan aroma tanah basah dan air sungai di setiap suapan. Hidangan ini sering disajikan pada acara adat atau syukuran panen, sebagai bentuk rasa syukur atas hasil alam yang melimpah.
Sementara itu, Samba Lado Masiek Patai Cino hadir sebagai makanan sehari-hari yang sederhana tapi kuat rasanya. Cabai merah digoreng kering bersama petai cina hingga beraroma tajam dan pedas menggigit. Masyarakat menyantapnya dengan nasi panas dan ikan goreng, makanan yang mengisi tenaga para petani dan pekebun setelah seharian bekerja di ladang.
Sebagai penutup, Galamai Karucuik dan Pinyaram Pisang menjadi teman di sore hari. Galamai dimasak dari tepung beras, santan, dan gula aren hingga lembut dan manis, sementara pinyaram pisang digoreng hingga bagian pinggirnya renyah. Dua kudapan ini sering dibuat menjelang hari besar atau jadi buah tangan untuk perantau membawa manisnya kampung halaman dalam setiap gigitannya.
Nagari Batang Barus adalah cerminan keseimbangan antara manusia, adat, dan alam. Dari teh di lereng, padi di lembah, hingga belut di sawah, semuanya berpadu dalam satu harmoni rasa yang membentuk identitas nagari ini.
Sumber:
Dinas Pariwisata Kabupaten Solok, PTPN VI (Perkebunan Teh Gunung Talang), Jurnal Tradisi Barantam di Jorong Kayu Jao (UIN Imam Bonjol, 2022), Tempo.co, Harian Singgalang, Kompas Travel.
Editor : melatisan
Tag :#Batang Barus
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
MEMBEDAH SEJARAH BERDARAH LAHIRNYA MAKNA ADAT BASANDI SYARAK SYARAK BASANDI KITABULLAH
-
MEMBONGKAR KEDUDUKAN KUAT DAN PERAN PEREMPUAN MINANGKABAU DALAM KELUARGA
-
MENGUPAS ALASAN KUAT LAKI-LAKI PERGI MENINGGALKAN KAMPUNG DALAM TRADISI MERANTAU MINANGKABAU
-
MEMBONGKAR RAHASIA PUTARAN UANG DAN TRADISI DALAM PESTA BARALEK MINANGKABAU
-
MELIHAT LEBIH DEKAT MAKNA KEHIDUPAN PADA TRADISI TURUN MANDI BAYI SUMATERA BARAT
-
KOPI MINANG, PERMATA GASTRONOMI YANG LAYAK JADI WAJAH WONDERFUL INDONESIA
-
PERTUMBUHAN EKONOMI SUMBAR MENGUAT DI AWAL 2026
-
HARAPAN DAN REALITAS PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN DI INDONESIA: ANTARA NARASI KEMAJUAN DAN KRISIS STRUKTURAL
-
KARTINI DI RANTAU: KETIKA SEMANGAT EMANSIPASI BERTEMU FALSAFAH BUNDO KANDUANG
-
MEMPERCEPAT PEMULIAAN UNTUK MASA DEPAN KOPI SUMATERA BARAT YANG BERKELANJUTAN