- Rabu, 26 November 2025
Nagari Sungayang: Jejak Tua Minangkabau Yang Menjaga Warisan “Tanjuang Nan Ampek”
Nagari Sungayang: Jejak Tua Minangkabau yang Menjaga Warisan “Tanjuang Nan Ampek”
Oleh: Andika Putra Wardana
Di antara nagari-nagari tua yang membentuk fondasi kebudayaan Minangkabau, nama Sungayang selalu punya tempat terhormat. Letaknya tidak jauh dari Sungai Tarab dan Pariangan, dua nagari yang menjadi pusat awal perkembangan adat Minang, membuat Sungayang tumbuh sebagai ruang budaya, politik, dan adat yang penting sejak berabad-abad lalu. Bagi banyak ahli adat, Sungayang bukan sekadar nagari agraris yang subur di lembah Tanah Datar, tetapi juga bagian dari inti sejarah Minangkabau yang menyimpan banyak lapisan cerita.
Secara geografis, Sungayang berada pada dataran beriklim sejuk, dikelilingi sawah, kebun, bukit rendah, serta aliran sungai kecil yang menjadi sumber kehidupan warganya sejak dahulu. Lokasinya strategis, berbatasan dengan Sungai Tarab, Sumanik, hingga wilayah Lintau Buo, membuat Sungayang menjadi titik temu perlintasan budaya darek Minangkabau. Tidak heran jika ritme sosial, bahasa, dan adat istiadatnya banyak mewarisi nuansa klasik Minang lama.
Namun nilai terpenting Sungayang ada pada kedudukannya dalam tambo adat. Sungayang termasuk dalam kawasan yang disebut “Tanjuang Nan Ampek”, yaitu wilayah inti adat yang sejak masa awal menjadi pusat permusyawaratan ninik mamak, pengembangan kelarasan, hingga penyusunan aturan adat. Di dalam narasi tambo, kawasan ini sering ditempatkan sebagai bagian dari lingkar paling awal dari pemekaran nagari setelah Pariangan dan Sungai Tarab.
Dengan sejarah adat yang kuat itu, struktur sosial di Sungayang berkembang sangat rapi. Sistem suku, balai adat, dan pengangkatan penghulu berjalan teratur di bawah payung Lareh Bodi Caniago, yang mengedepankan prinsip musyawarah. Banyak aturan adat Minang yang kini dikenal luas, lahir atau diperhalus dari proses mufakat yang berlangsung di nagari-nagari tua seperti Sungayang.
Di samping sejarah budaya, Sungayang juga terkenal sebagai nagari yang kaya hasil bumi. Lahan sawah yang luas menjadi pusat produksi padi sejak masa lama, sementara kebun-kebun rakyat menghasilkan sayur-mayur dan palawija yang memperkuat ekonomi nagari. Sebagian besar warganya adalah petani, dan pola hidup agraris ini tercermin kuat dalam perayaan adat, ritme kerja, dan kalender musiman mereka.
Seperti halnya nagari-nagari tua Minangkabau, Sungayang juga memiliki banyak situs peninggalan, baik berupa rumah gadang tua, balai adat, maupun struktur pemukiman klasik Minang yang masih bertahan di sebagian kampung. Banyak di antaranya mulai dipetakan kembali oleh kelompok adat dan komunitas lokal, karena dianggap sebagai warisan penting bagi generasi selanjutnya.
Kedekatan Sungayang dengan Sungai Tarab dan Pariangan membuat ketiga nagari ini seperti segitiga sejarah Minangkabau. Jika Pariangan sering disebut nagari tertua dan tempat asal nenek moyang Minang, maka Sungai Tarab dikenal sebagai pusat perluasan nagari pertama. Di sisi lain, Sungayang menjadi ruang pengendapan adat, tempat nilai-nilai itu dirumuskan, dipraktikkan, dan diwariskan.
Sungayang bukan hanya nama di peta. Ia adalah bagian dari memori kolektif masyarakat Minangkabau. Di jalan-jalan kecilnya, di sawah yang menghampar luas, dan di balai-balai adat yang masih berdiri tegak, tersimpan jejak panjang kebudayaan yang terus hidup hingga hari ini. Dan selama masyarakatnya menjaga adat serta merawat tempat-tempat tua peninggalan ninik moyang, Sungayang akan tetap menjadi salah satu nagari kunci untuk memahami siapa orang Minang dan dari mana mereka berasal.
Editor : melatisan
Tag :Nagari Sungayang, Minangkabau, Minang, kuliner Minangkabau, kuliner Minang, adat Minangkabau, adat Minang, masakan Minangkabau, masakan Minang, tokoh Minang, tokoh Minangkabau, rumah adat Minangkabau, Rumah Gadang, Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kita
Baca Juga Informasi Terbaru MinangSatu di Google News
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
MENYELAMI RAHASIA BUDAYA MINANGKABAU YANG SUKSES MENCETAK PEDAGANG TANGGUH DAN PEMIKIR ULUNG
-
SUMBAR TIDAK SEMUANYA MINANG, TAPI SAMPAI KE NEGERI SEMBILAN!
-
KENAPA GARIS KETURUNAN DARI IBU YANG DIANUT OLEH SUKU MINANGKABAU ADALAH ISTIMEWA?
-
BUKAN CUMA SOAL KERBAU! TERNYATA NAMA MINANGKABAU BERASAL DARI DOA MULIA YANG JARANG ORANG TAHU
-
SUKU MINANGKABAU BERASAL DARI MANA SEBENARNYA?
-
“TEMBAK PATUIH”: MITOS EDUKATIF DALAM UNGKAPAN LARANGAN ULAKAN TAPAKIS
-
CHERRY CHILD FOUNDATION BERSAMA BERBAGAI KOMUNITAS SALURKAN BANTUAN KE WILAYAH TERDAMPAK BANJIR BANDANG DI PADANG
-
MENANAM POHON, MENUAI KESELAMATAN: KONSERVASI LAHAN KRITIS UNTUK KETAHANAN HIDUP KOMUNITAS.
-
MUSIBAH
-
KEMANA BUPATI TAPSEL