- Rabu, 25 Februari 2026
Peran Mamak Dalam Keluarga Matrilineal Minangkabau: Penjaga Kaum Dan Pembimbing Kemenakan
Peran Mamak dalam Keluarga Matrilineal Minangkabau: Penjaga Kaum dan Pembimbing Kemenakan
Oleh: Muhammad Fawzan
Di banyak nagari di Sumatera Barat, sosok mamak masih menjadi rujukan dalam urusan keluarga besar. Ia hadir dalam musyawarah kaum, memimpin pembagian harta pusaka, hingga menjadi penengah ketika terjadi persoalan di antara kemenakan. Peran Mamak dalam Keluarga Matrilineal Minangkabau bukan sekadar hubungan kekerabatan biasa, melainkan bagian inti dari sistem sosial yang telah mengakar dalam adat.
Dalam struktur masyarakat Minangkabau yang menganut garis keturunan ibu, mamak adalah saudara laki-laki dari pihak ibu yang memegang tanggung jawab terhadap anak-anak perempuan dalam kaumnya beserta keturunannya. Sistem ini membedakan Minangkabau dari banyak masyarakat lain di Indonesia.
Penanggung Jawab Kemenakan
Dalam keluarga matrilineal, anak mengikuti suku ibunya. Karena itu, mamak memiliki posisi penting sebagai pembimbing dan pelindung kemenakan. Ia bertanggung jawab dalam urusan adat, pendidikan, hingga pembinaan moral.
Tambo dan praktik adat menyebutkan bahwa mamak berkewajiban memastikan kemenakan memahami adat dan menjaga nama baik kaum. Dalam banyak kasus, mamak juga terlibat dalam pengambilan keputusan penting, seperti pernikahan atau penyelesaian sengketa dalam keluarga besar.
Peran ini bukan berarti menggantikan ayah kandung, tetapi berjalan berdampingan. Ayah tetap bertanggung jawab dalam rumah tangga inti, sementara mamak berperan dalam lingkup kaum yang lebih luas.
Pengelola Harta Pusaka Tinggi
Salah satu aspek penting dari Peran Mamak dalam Keluarga Matrilineal Minangkabau adalah pengelolaan harta pusaka tinggi. Harta ini diwariskan secara turun-temurun melalui garis perempuan dan tidak boleh diperjualbelikan secara sembarangan.
Mamak bertugas menjaga, mengatur pemanfaatan, serta memastikan harta pusaka digunakan untuk kepentingan kaum. Ia tidak memiliki harta tersebut secara pribadi, melainkan memegang amanah untuk kepentingan bersama. Dalam musyawarah kaum, mamak menjadi figur sentral yang menjelaskan dan mempertanggungjawabkan pengelolaan harta itu.
Penjaga Adat dan Penyelesai Sengketa
Dalam kehidupan nagari, mamak sering menjadi pihak pertama yang dimintai pendapat ketika terjadi konflik internal keluarga. Sebelum perkara dibawa ke tingkat ninik mamak atau lembaga adat nagari, mamak biasanya mencoba menyelesaikan persoalan di lingkup kaum.
Peran ini menunjukkan bahwa mamak bukan hanya figur simbolik, tetapi juga mediator yang menjaga keseimbangan hubungan antaranggota keluarga besar. Ia diharapkan bersikap adil, sabar, dan memahami aturan adat yang berlaku.
Posisi yang Terus Beradaptasi
Peran Mamak dalam Keluarga Matrilineal Minangkabau tetap bertahan meski masyarakat mengalami perubahan sosial dan ekonomi. Di tengah kehidupan modern, fungsi mamak mungkin tidak lagi sekuat masa lalu dalam hal penguasaan harta atau keputusan keluarga, tetapi perannya sebagai penjaga adat dan simbol kekerabatan masih diakui.
Di berbagai nagari, hubungan mamak dan kemenakan tetap menjadi fondasi sistem matrilineal Minangkabau. Tradisi ini memperlihatkan bagaimana struktur keluarga besar tetap dipertahankan, sekaligus beradaptasi dengan dinamika zaman tanpa meninggalkan akar adatnya.
Editor : melatisan
Tag :Peran Mamak. Keluarga Matrilineal, Minangkabau, Penjaga Kaum, Pembimbing Kemenakan
Baca Juga Informasi Terbaru MinangSatu di Google News
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
MAKNA MUSYAWARAH DI BALAI ADAT MINANGKABAU DALAM TRADISI PENGAMBILAN KEPUTUSAN NAGARI
-
PERBEDAAN KELARASAN KOTO PILIANG DAN BODI CANIAGO DALAM STRUKTUR ADAT MINANGKABAU
-
SISTEM SAKO DAN PUSAKO DALAM ADAT MINANG: FONDASI KEPEMIMPINAN DAN WARISAN KAUM
-
FILOSOFI KEPEMIMPINAN DATUK DALAM STRUKTUR ADAT MINANGKABAU
-
JEJAK INTELEKTUAL MINANGKABAU DI TIMUR TENGAH: DARI SURAU KE KAMPUS AL-AZHAR
-
RUMAH GADANG MAU DIPUGAR, BANYAK YANG AMBRUK
-
SURAT KEPADA NAHKODA SUMBAR, YANG BAHTERANYA KOYAK DI HANTAM GALODO
-
DUA JALAN KEBIJAKAN KOPI: INDONESIA DAN ETHIOPIA DI PERSIMPANGAN STRATEGI
-
ROSITA MEDINA, BUNDO KANDUANG DI RANTAU PUNYA TANGGUNGJAWAB MORAL
-
MAKNA KETIDAKHADIRAN PRESIDEN DI HPN 2026 BANTEN