- Senin, 5 Oktober 2026
Bakureh Di Pesisir Selatan, Tradisi Gotong Royong Dalam Persiapan Acara Adat
Bakureh di Pesisir Selatan, Tradisi Gotong Royong dalam Persiapan Acara Adat
Bakureh merupakan salah satu bentuk gotong royong yang dikenal dalam kehidupan masyarakat Minangkabau, termasuk dalam persiapan acara adat dan perkawinan di Kabupaten Pesisir Selatan. Kegiatan ini dilakukan secara bersama-sama untuk menyiapkan berbagai kebutuhan makanan sebelum sebuah baralek atau kegiatan adat berlangsung. Bagi masyarakat nagari, bakureh bukan hanya pekerjaan memasak dalam jumlah banyak, tetapi juga menjadi ruang berkumpulnya keluarga, kerabat, dan warga untuk membantu pelaksanaan sebuah acara.
Bakureh dalam Kegiatan Adat
Dalam masyarakat Minangkabau, sebuah baralek biasanya membutuhkan persiapan yang melibatkan banyak orang. Di Pesisir Selatan, bakureh dapat dilakukan sebelum acara utama untuk menyiapkan bahan makanan, memasak hidangan, hingga mengatur kebutuhan dapur. Pekerjaan tersebut dikerjakan bersama agar keluarga yang menjadi tuan rumah tidak harus menyelesaikan seluruh persiapan seorang diri.
Kegiatan bakureh banyak berlangsung di lingkungan rumah keluarga yang mengadakan acara. Sejumlah perempuan dapat berkumpul untuk membersihkan bahan makanan, menyiapkan bumbu, mengolah santan, dan memasak hidangan yang akan disajikan kepada tamu. Sementara itu, pekerjaan lain yang membutuhkan tenaga lebih besar dapat dikerjakan oleh anggota keluarga dan warga yang ikut membantu. Pembagian pekerjaan seperti ini membuat persiapan baralek menjadi kegiatan bersama di lingkungan nagari.
Hubungan kekerabatan dalam masyarakat Minangkabau juga terlihat dalam kegiatan tersebut. Sistem kekerabatan matrilineal menempatkan hubungan keluarga dari garis ibu sebagai bagian penting dalam kehidupan sosial. Dalam sebuah acara perkawinan, keberadaan mamak, induak bako, saudara, dan kerabat lainnya dapat ikut mewarnai proses persiapan. Tetangga dan warga sekitar juga dapat datang membantu sesuai dengan kebiasaan yang berlaku di nagari masing-masing.
Bakureh tidak hanya muncul karena kebutuhan untuk menyediakan makanan dalam jumlah besar. Kegiatan ini juga memperlihatkan cara masyarakat menyelesaikan pekerjaan melalui kebersamaan. Ketika satu keluarga mengadakan baralek, pekerjaan yang cukup berat dapat menjadi lebih ringan karena dikerjakan bersama. Pola seperti ini membuat hubungan antara keluarga penyelenggara dengan kerabat dan tetangga tetap terlibat dalam sebuah kegiatan adat.
Hidangan yang disiapkan dalam kegiatan bakureh juga berkaitan dengan makanan yang lazim hadir dalam acara adat Minangkabau. Masakan seperti gulai, rendang, dan berbagai hidangan berbahan santan membutuhkan bahan serta proses pengolahan dalam jumlah cukup banyak. Di Pesisir Selatan, jenis makanan dan cara penyajiannya dapat mengikuti kebiasaan keluarga maupun nagari sehingga tidak semua pelaksanaan bakureh memiliki susunan pekerjaan yang sama.
Perempuan dan Pekerjaan Dapur
Perempuan memiliki peran penting dalam kegiatan dapur ketika masyarakat menyiapkan makanan untuk acara adat. Di Nagari Api-Api Pasar Baru, Kabupaten Pesisir Selatan, keterlibatan perempuan dalam kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat terlihat melalui berbagai kegiatan yang berlangsung di lingkungan keluarga dan masyarakat. Dalam konteks bakureh, pekerjaan memasak menjadi salah satu kegiatan yang mempertemukan perempuan dari keluarga dan lingkungan sekitar.
Ketika bakureh dimulai, pekerjaan biasanya terbagi secara alami sesuai kebutuhan. Ada yang membersihkan bahan makanan, mengiris bumbu, menggiling cabai, menyiapkan santan, atau mengawasi masakan yang sedang dimasak. Pekerjaan tersebut dapat berlangsung sejak pagi hingga makanan yang disiapkan benar-benar selesai. Suasana dapur kemudian menjadi salah satu bagian penting dalam persiapan baralek di lingkungan masyarakat.
Kegiatan memasak bersama juga menjadi ruang bagi perempuan untuk berinteraksi dengan kerabat. Sambil mengerjakan kebutuhan acara, mereka dapat berbincang mengenai keluarga, persiapan perkawinan, dan berbagai keperluan lain yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat nagari. Karena itu, bakureh memiliki sisi sosial yang tidak selalu terlihat dari pekerjaan memasak itu sendiri.
Dalam tradisi gotong royong seperti ini, bantuan tidak selalu berbentuk tenaga di dapur. Anggota keluarga yang lain dapat membantu menyediakan bahan makanan, mengambil keperluan yang kurang, menyiapkan tempat, atau mengurus pekerjaan lain di sekitar rumah. Semua kebutuhan tersebut saling melengkapi agar pelaksanaan baralek dapat berjalan sesuai rencana.
Bakureh di Nagari Pesisir Selatan
Pesisir Selatan memiliki wilayah yang panjang dengan banyak nagari, mulai dari Koto XI Tarusan, Bayang, IV Jurai, Batang Kapas, Sutera, Lengayang, Ranah Pesisir, Linggo Sari Baganti, hingga Pancung Soal, Basa Ampek Balai Tapan dan Lunang. Kondisi tersebut membuat kebiasaan adat masyarakat tidak selalu sama antara satu nagari dengan nagari lainnya. Begitu pula dengan pelaksanaan bakureh yang dapat mengikuti kebiasaan keluarga dan lingkungan setempat.
Bakureh lebih tepat dipahami sebagai praktik kerja bersama daripada sebuah upacara dengan tata cara yang seragam. Istilah dan bentuk kegiatannya dapat memiliki perbedaan dalam lingkungan masyarakat Minangkabau. Di sejumlah daerah, bakureh dikenal dalam konteks persiapan makanan untuk kegiatan adat, sementara bentuk gotong royong lainnya dapat memiliki nama dan kebiasaan tersendiri.
Perubahan cara masyarakat mengadakan pesta juga ikut memengaruhi kegiatan bakureh. Dahulu, pekerjaan memasak untuk sebuah baralek membutuhkan banyak tenaga karena seluruh hidangan dipersiapkan sendiri oleh keluarga dan kerabat. Kini, sebagian keluarga dapat menggunakan jasa katering untuk menyediakan makanan dalam jumlah besar. Perubahan tersebut membuat kebutuhan tenaga untuk memasak bersama tidak selalu sebesar sebelumnya.
Meski demikian, kegiatan bersama dalam persiapan acara adat masih dapat ditemukan dalam berbagai bentuk. Keluarga tetap membutuhkan bantuan kerabat untuk menyiapkan rumah, menerima tamu, mengatur hidangan, dan mengurus kebutuhan lain selama acara berlangsung. Bentuk pekerjaan dapat berubah mengikuti keadaan, tetapi hubungan sosial yang terbangun melalui kegiatan bersama tetap menjadi bagian dari kehidupan masyarakat nagari.
Bakureh di Pesisir Selatan pada akhirnya tidak hanya berbicara tentang pekerjaan memasak. Di balik bahan makanan, tungku, bumbu, dan hidangan untuk baralek, terdapat hubungan antara keluarga dan masyarakat yang ikut membantu. Ketika dapur mulai ramai menjelang sebuah acara adat, pekerjaan yang dilakukan bersama itu menjadi bagian kecil dari kehidupan nagari yang memperlihatkan bagaimana sebuah perhelatan dipersiapkan melalui gotong royong.
Editor : melatisan
Tag :Bakureh, di Pesisir Selatan, Tradisi, Gotong Royong, dalam Persiapan, Acara Adat
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
SALUANG SIROMPAK DAN TRADISI MUSIK YANG BERKEMBANG DI TAEH BARUAH
-
MALAM BAINAI MENJADI BAGIAN PERSIAPAN PERKAWINAN ADAT DI PARIAMAN
-
MANUAI PADI DI TANAH DATAR MENYIMPAN PENGETAHUAN PANEN TRADISIONAL MINANGKABAU
-
MAKAN BAJAMBA DI KABUPATEN AGAM MEMADUKAN ADAB MAKAN DAN KEBERSAMAAN
-
BAKAUA KA SAWAH DI KABUPATEN SOLOK JADI DOA SEBELUM MEMULAI MUSIM TANAM