HOME BIROKRASI KOTA SAWAHLUNTO
- Selasa, 1 Desember 2020
Upaya Peningkatan PAD Kota Solok, Perlu Lakukan Pengelolaan Pajak Yang Intensif
Sawahlunto, (Minangsatu)–Satgas Wilayah IX KPK RI Handayani menyampaikan kelemahan Kota Solok dalam melaksanakan Rencana Aksi Daerah Program Pencegahan Korupsi (RAD PPK) terletak pada Sektor Penerimaan Pajak Daerah dan Sertifikasi Aset milik Pemerintah Daerah.
Pajak Daerah pada objek yang potensial sangat perlu dilakukan pengoptimalan pengelolaannya," ujar Handayani ketika acara Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan RAD PPK Kota Sawahlunto dan Kota Solok di Aula Kantor Balaikota Sawahlunto, Senin (30/11).
Rakor yang sangat mendapat perhatian itu dari Kota Solok dihadiri Inspektur Kenfilka, Kepala BKD Novirna Hendayani, Kepala BKPSDM Hendauktri, Kepala BAPPEDA Jonnedi, Kepala Diskominfo Zulfadli Tanin, Plt. Kepala DPMPTSP Arjuna Anwar Nani dan pejabat struktural terkait setingkat eselon III dan IV .
Ia mengatakan Pajak yang potensial di Kota Solok sejauh ini berupa PBB, BPHTB, Hotel, dan Rumah Makan. Untuk itu sangat perlu melakukan pengelolaan yang intensif dalam meningkatkan PAD Kota Solok.
RAD PPK bertujuan untuk perbaikan tata kelola pemerintahan pada area-area yang berisiko tinggi terjadinya tindak pidana korupsi yang sistemik yang berpotensi terjadinya kerugian daerah.
KPK RI melalui Satgasnya," jelas Handayani tiap Provinsi melakukan pengawasan terhadap RAD yang terintegrasi dalam pelaksanaan tata pemerintahan. Fokus yang menjadi pengawasan KPK adalah Perencanaan dan Penganggaran APBD, Pengadaan Barang dan Jasa, Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Penguatan APIP, Manajemen ASN, Optimalisasi Penerimaan Daerah, dan Manajemen Aset Daerah.
“Pihak Hotel dan Rumah Makan tidak memiliki alasan untuk tidak menyetorkan pajak yang sudah mereka pungut dari masyarakat, karena pajak tersebut adalah titipan masyarakat pengguna untuk Daerah melalui Hotel dan Rumah Makan,” jelas Handayani
Dan menegaskan perlunya melakukan pengawalan terhadap objek-objek pajak yang potensial. Selain itu Handayani menekankan perlunya membuat inovasi dalam upaya meningkatkan penerimaan daerah, karena jika masih dalam bentuk manual usaha tersebut tidak akan banyak membuahkan hasil.
Editor : sindy
Tag :#PADKotaSolok #PengelolaanPajak #Intensif #Solok
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
WALI KOTA SAWAHLUNTO RIYANDA PUTRA TEKANKAN KINERJA ASN SAAT LANTIK PEJABAT BARU
-
REVANDA UTAMI VININTA: BESARNYA SILPA APBD 2025 HARUS DIEVALUASI
-
TANGGAPAN WAKO SAWAHLUNTO TERHADAP PEMANDANGAN UMUM FRAKSI-FRAKSI DPRD TENTANG APBD TAHUN 2025
-
FRAKSI NASDEM–DEMOKRAT SOROTI KINERJA BUMD DAN STATUS ASET DAERAH DALAM SIDANG PARIPURNA LPP APBD 2025
-
MOMENTUM TAMBANG OMBILIN DIBUKA KEMBALI, GKIS DORONG PELUANG KERJA BAGI WARGA SAWAHLUNTO
-
BOARD OF PEACE DAN INDONESIA: UJIAN KONSISTENSI DIPLOMASI PERDAMAIAN DI TENGAH KRISIS KEPERCAYAAN PUBLIK
-
JENDERAL ABDUL HARIS NASUTION DAN PERANG KAMANG 1908
-
MEMELIHARA HARAPAN, CATATAN HENDRY CH BANGUN
-
DARI SUNGAI BATANGHARI KE RANTAI LOGISTIK NASIONAL, PTP NONPETIKEMAS JAMBI MENJAGA ARUS DISTRIBUSI DAN MENGGERAKKAN EKONOMI
-
MERATAPI SEMEN PADANG FC, MERAYAKAN ANAK-ANAK MINANG DI PANGGUNG NASIONAL