HOME BIROKRASI KABUPATEN SOLOK SELATAN

  • Senin, 6 April 2026

Solok Selatan Dibidik Jadi Pusat Ekonomi Hijau, Ini Strategi Besarnya

Solok Selatan Dibidik Jadi Pusat Ekonomi Hijau, Ini Strategi Besarnya

Solok Selatan (Minangsatu)
- Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mendorong Kabupaten Solok Selatan menjadi pusat pertumbuhan baru berbasis agroindustri dan ekonomi hijau.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Sumatera Barat yang diwakili oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Firdaus Firman, dalam Musrenbang RKPD 2027 yang digelar di Aula Sarantau Sasurambi, Senin (06/04/2026).

Ia menegaskan, Musrenbang memiliki peran strategis dalam menyelaraskan arah pembangunan antara pemerintah pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota, agar kebijakan yang dihasilkan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, Solok Selatan tidak lagi dipandang sebagai daerah hinterland, melainkan memiliki potensi besar sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di Sumatera Barat.

“Potensi yang dimiliki Solok Selatan sangat jelas menunjukkan arah masa depan daerah ini,” ujarnya.

Ia memaparkan tiga fokus utama pembangunan ke depan. Pertama, pengembangan energi hijau melalui pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk kawasan perdesaan dan industri.

Kedua, hilirisasi komoditas unggulan daerah seperti kopi arabika, madu hutan, talas, pinang, dan hasil hutan rakyat. Komoditas tersebut didorong untuk tidak lagi dijual dalam bentuk mentah, melainkan diolah melalui mini plant berbasis koperasi dan BUMNag agar memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Ketiga, menjaga bentang alam Solok Selatan yang kaya akan hutan dan sumber daya air sebagai kawasan konservasi sekaligus pusat edukasi lingkungan.

Selain itu, ia juga menekankan bahwa arah pembangunan ekonomi ini harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia, termasuk melalui percepatan penanganan stunting.

“Pembangunan ekonomi dan peningkatan kualitas SDM harus berjalan beriringan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tegasnya.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Solok Selatan, Yulian Efi, menyambut positif arahan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat tersebut.

Ia menyatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Solok Selatan siap mengoptimalkan seluruh potensi daerah, baik di sektor energi hijau, pertanian, maupun pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan.

“Kami melihat ini sebagai peluang besar untuk mendorong Solok Selatan menjadi daerah yang tidak hanya berkembang secara ekonomi, tetapi juga berkelanjutan dan berdaya saing,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa penguatan hilirisasi komoditas lokal serta pemberdayaan nagari melalui koperasi dan BUMNag akan menjadi fokus dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Selain itu, Yulian Efi menekankan bahwa pembangunan ekonomi tersebut akan tetap diselaraskan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia, termasuk melalui percepatan penurunan stunting.

“Kami berkomitmen agar pembangunan ekonomi dan peningkatan kualitas SDM berjalan beriringan, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” tambahnya.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, juga dilaksanakan penandatanganan Berita Acara Kesepakatan Musrenbang RKPD Kabupaten Solok Selatan Tahun 2027. Penandatanganan ini menjadi bentuk komitmen bersama antara pemerintah daerah, DPRD, serta seluruh pemangku kepentingan dalam menyepakati arah kebijakan dan prioritas pembangunan daerah ke depan.

Kesepakatan tersebut diharapkan menjadi landasan kuat dalam pelaksanaan program pembangunan yang terarah, terukur, serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara nyata.

Dengan strategi tersebut, Solok Selatan diharapkan mampu tumbuh sebagai daerah yang tidak hanya kuat secara ekonomi, tetapi juga berkelanjutan dan berdaya saing di masa depan.(vino/solsel)


Wartawan : Alvino
Editor : melatisan

Tag :Solok Selatan, Dibidik, Pusat Ekonomi Hijau, Ini Strategi Besarnya

Baca Juga Informasi Terbaru MinangSatu di Google News

Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com