HOME BIROKRASI KABUPATEN SOLOK SELATAN
- Selasa, 16 Juni 2026
WTP Ke-10 Jadi Modal, Solok Selatan Bidik Kemandirian Fiskal Dan Generasi Emas 2045
WTP ke-10 Jadi Modal, Solok Selatan Bidik Kemandirian Fiskal dan Generasi Emas 2045
Padang Aro (Minangsatu) - Pemerintah Kabupaten Solok Selatan menegaskan komitmennya untuk memperkuat kemandirian fiskal daerah sekaligus mempersiapkan Generasi Emas 2045 melalui peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan.
Komitmen tersebut disampaikan Wakil Bupati Solok Selatan, H. Yulian Efi, saat menyampaikan jawaban pemerintah atas pandangan umum fraksi-fraksi DPRD terhadap Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 dalam rapat paripurna DPRD, Senin (15/6/2026).
Dalam penyampaiannya, Yulian Efi mengungkapkan bahwa realisasi pendapatan daerah tahun 2025 mencapai 100 persen. Capaian ini menjadi indikator positif di tengah tantangan efisiensi anggaran yang diberlakukan pemerintah pusat. Namun demikian, pemerintah daerah menyadari bahwa ketergantungan terhadap dana transfer pusat masih cukup tinggi sehingga peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) menjadi agenda penting ke depan.
"Pemerintah daerah akan terus proaktif dan inovatif dalam mengoptimalkan PAD agar tingkat kemandirian fiskal daerah semakin meningkat dan ketergantungan terhadap pemerintah pusat dapat berkurang," tegasnya.
Selain isu fiskal, perhatian besar juga diberikan pada pembangunan sumber daya manusia. Menanggapi masukan DPRD terkait persiapan Generasi Emas 2045, pemerintah daerah menegaskan telah mengalokasikan anggaran pendidikan dan kesehatan sesuai amanat peraturan perundang-undangan, masing-masing minimal 20 persen dari APBD. Langkah ini diharapkan mampu mengatasi kesenjangan kualitas pendidikan, pemerataan tenaga pendidik, serta peningkatan layanan kesehatan ibu dan anak.
Tak hanya itu, pemerintah daerah juga berkomitmen mengoptimalkan pengelolaan aset daerah agar dapat menjadi sumber pendapatan baru. Berbagai strategi dan inovasi tengah disiapkan untuk menjadikan aset daerah lebih produktif serta memberikan kontribusi terhadap peningkatan PAD.
Dalam kesempatan tersebut, Yulian Efi juga menyampaikan apresiasi atas dukungan seluruh fraksi DPRD terhadap pengelolaan keuangan daerah. Salah satu capaian yang mendapat perhatian adalah keberhasilan Kabupaten Solok Selatan mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI untuk ke-10 kalinya secara berturut-turut. Capaian ini dinilai sebagai bukti konsistensi pemerintah daerah dalam mewujudkan tata kelola keuangan yang transparan dan akuntabel.
Meski demikian, pemerintah menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari serapan anggaran dan raihan opini WTP semata, tetapi juga dari dampak nyata yang dirasakan masyarakat, seperti pertumbuhan ekonomi, penurunan angka kemiskinan, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, pembangunan infrastruktur, serta penciptaan lapangan kerja.
Dengan dukungan DPRD dan seluruh pemangku kepentingan, Pemerintah Kabupaten Solok Selatan optimistis mampu mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan, memperkuat kemandirian fiskal daerah, dan menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045. (Vino/solsel)
Editor : melatisan
Tag :WTP ke-10, Jadi Modal, Solok Selatan, Bidik Kemandirian, Fiskal, Generasi Emas 2045
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
KOLABORASI PLN UP3 SOLOK DAN PT KSI BUKA PELUANG PERTUMBUHAN BEBAN 304,6 KVA DI SOLOK SELATAN
-
PEMKAB SOLOK SELATAN PERKUAT KOMITMEN PENDIDIKAN DAN SERAGAM GRATIS
-
PARBUDPORA SOLOK SELATAN PERKUAT PELESTARIAN BUDAYA TAK BENDA
-
254 WALI JORONG TERHUBUNG DARING, BUPATI KHAIRUNAS EVALUASI SOLSEL SATU DATA
-
SERTIJAB KABAG ADMINISTRASI PEMBANGUNAN, TAUFIK EFFENDI TEKANKAN KEPEMIMPINAN KOMUNIKATIF
-
JENDERAL ABDUL HARIS NASUTION DAN PERANG KAMANG 1908
-
MEMELIHARA HARAPAN, CATATAN HENDRY CH BANGUN
-
DARI SUNGAI BATANGHARI KE RANTAI LOGISTIK NASIONAL, PTP NONPETIKEMAS JAMBI MENJAGA ARUS DISTRIBUSI DAN MENGGERAKKAN EKONOMI
-
MERATAPI SEMEN PADANG FC, MERAYAKAN ANAK-ANAK MINANG DI PANGGUNG NASIONAL
-
DARI PASAR KE TANAH SUCI: KISAH PAK DAS, BURUH ANGKUT BATUSANGKAR YANG MENJEMPUT KEMULIAAN DI KURSI BISNIS GARUDA