HOME BIROKRASI KABUPATEN DHARMASRAYA

  • Rabu, 8 April 2026

Satu Tahun Terakhir Kabupaten Dharmasraya Menggeliat Bidang Pembangunan

Satu Tahun Terakhir Kabupaten Dharmasraya Menggeliat Bidang Pembangunan

Dharmasraya (Minangsatu
) - Kinerja makro pembangunan Kabupaten Dharmasraya di tahun 2025, telah menunjukkan capaian sangat menggembirakan. Bahkan layak mendapat perhatian publik.

Berdasarkan data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) kurun waktu satu tahun, perbandingan kondisi tahun 2024 ke tahun 2025. Kabupaten Dharmasraya tidak hanya mengalami perbaikan secara absolut. Tetapi mencatatkan lonjakan posisi lebih baik dibandingkan capaian rata-rata kabupaten/kota di Sumatera Barat. Hal ini terakumulasi dalam capaian indikator makro pembangunan provinsi Sumatera Barat.

Pada tahun 2024, tercatat tiga indikator kinerja makro pembangunan Dharmasraya berada di bawah capaian rata-rata provinsi. Secara umum, kondisi Dharmasraya pada tahun itu, menunjukkan beberapa keterbatasan, jika dibandingkan dengan rata-rata kabupaten/kota di Sumatera Barat.

Pada indikator Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT), di tahun 2024 Dharmasraya berada pada level 6,02 persen, kurang baik jika dibandingkan rata-rata provinsi sekira 5,62 persen. Hal ini, menandakan masih terbatasnya penyerapan tenaga kerja.

Dilirik dari sisi pertumbuhan ekonomi, Kabupaten Dharmasraya mencatatkan angka sekira 3,86 persen, lebih rendah dibandingkan capaian provinsi sekira 4,36 persen.

Sementara itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) pada tahun 2024 berada pada angka 74,82 persen, masih di bawah capaian provinsi sebesar 76,43 persen.

Dilihat dari beberapa indikator tahun 2024. Indikator lebih baik dari capaian makro Sumatera Barat, yaitu Tingkat kemiskinan tercatat berkisar diangka 5,32 persen, lebih baik dibandingkan provinsi berada pada kisaran 5,42 persen.

Kemudian Gini Ratio Dharmasraya tahun 2024 berada di angka 0,233 persen, lebih baik dibandingkan provinsi sekitar 0,287 persen. Menunjukkan distribusi pendapatan relatif lebih merata.

Selain itu, berdasarkan data BPS tahun 2024, pendapatan per kapita Dharmasraya berada pada kisaran 58,71 juta, hanya sedikit lebih tinggi di atas capaian provinsi sebesar 57,05 juta, meskipun secara umum tingkat kesejahteraan masih perlu terus ditingkatkan.

Tahun 2025, terjadi perubahan signifikan hampir diseluruh indikator.

Sesuai data BPS tahun 2025.Tingkat kemiskinan Dharmasraya turun menjadi 4,6 persen, dan capaian ini lebih rendah dibandingkan provinsi yang berada di kisaran 5,31 persen. Tentunya hal ini menunjukkan keberhasilan dalam mempercepat pengurangan kemiskinan, bahkan lebih efektif dibandingkan rata-rata daerah lain.

Pada indikator ketenagakerjaan, TPT Dharmasraya turun menjadi 5,51 persen. Jika tahun sebelumnya kurang baik dibandingkan capaian provinsi. Maka tahun 2025 lebih baik dibandingkan rata-rata provinsi sekira 5,62 persen. Hal ini menandakan adanya peningkatan nyata dalam penciptaan lapangan kerja serta aktivitas ekonomi lebih produktif.

Perkembangan kinerja dan pertumbuhan ekonomi tahun 2025 sebesar 3,79 persen, juga menunjukkan capaian lebih baik dibandingkan provinsi dengan posisi angka 3,37 persen. Hal ini menegaskan bahwa Dharmasraya berhasil melakukan akselerasi ekonomi lebih cepat dibandingkan daerah lain di Sumatera Barat.

Dilirik dari aspek pemerataan. Berdasarkan data BPS tahun 2025, Gini Ratio Dharmasraya berada pada kisaran 0,234, posisi tetap lebih rendah dibandingkan provinsi sekira 0,280, menandakan pertumbuhan terjadi tetap inklusif dan merata.

Sementara itu, pendapatan per kapita meningkat dari sekitar 58,7 juta menjadi 62,0 juta. Secara relatif lebih besar melampaui rata-rata provinsi. Terutama dilihat dari laju pertumbuhannya lebih cepat. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan ekonomi terjadi, berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.

Adapun indikator masih menjadi perhatian adalah, Indeks Pembangunan Manusia (IPM). IPM Dharmasraya meningkat dari 74,82 pada tahun 2024 menjadi 75,70 pada tahun 2025, namun masih di bawah rata-rata provinsi yang berada pada angka 77,27. Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun akselerasi ekonomi dan sosial telah berjalan sangat baik, peningkatan kualitas sumber daya manusia masih memerlukan perhatian dan intervensi lebih kuat.

Secara keseluruhan, capaian tahun 2025 menandai transformasi besar dalam kinerja pembangunan Dharmasraya. Dari kondisi yang sebelumnya masih tertinggal pada beberapa indikator utama, kini Dharmasraya telah bertransformasi menjadi daerah yang lebih unggul dan kompetitif secara makro dibandingkan rata-rata kabupaten/kota di Sumatera Barat.

Jika dibandingkan dengan kinerja makro kabupaten/kota lain di Sumatera Barat pada tahun 2025, cenderung mengalami perlambatan. Kemungkinan dipengaruhi oleh faktor bencana, sehingga terdapat dua hingga empat indikator berada di bawah capaian provinsi, maka kinerja Dharmasraya terlihat jauh lebih baik. Pada tahun 2025, Dharmasraya hanya menyisakan satu indikator masih berada di bawah rata-rata provinsi, yaitu IPM. Sementara indikator lainnya telah melampaui capaian rata-rata kabupaten/kota yang terakumulasi menjadi capaian provinsi.

Ke depan, dengan fokus pada peningkatan IPM, Dharmasraya berpotensi menjadi salah satu daerah dengan kinerja pembangunan paling progresif dan seimbang di tingkat provinsi. (Syaiful Hanif)


Wartawan : Syaiful Hanif
Editor : melatisan

Tag :Satu Tahun, Terakhir, Kabupaten Dharmasraya, Menggeliat, Bidang Pembangunan

Baca Juga Informasi Terbaru MinangSatu di Google News

Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com