HOME VIRAL UNIK

  • Selasa, 11 Agustus 2026

Psikoedukasi Tentang Bullying Di SD Negeri 13 Desa Salak

Psikoedukasi tentang Bullying di SD Negeri 13 Desa Salak

Oleh: Andika Putra Wardana

Perundungan atau bullying merupakan salah satu persoalan yang dapat memengaruhi kenyamanan dan hubungan sosial anak di lingkungan sekolah. Melihat pentingnya membangun lingkungan belajar yang aman dan saling menghargai, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Andalas Periode II Tahun 2026 melaksanakan program kerja psikoedukasi bertemakan bullying di SD Negeri 13 Desa Salak, Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto, pada Jumat, 24 Juli 2026. Kegiatan ini ditujukan kepada siswa sekolah dasar sebagai upaya memberikan pemahaman sejak dini mengenai bentuk-bentuk bullying, dampaknya terhadap korban, serta cara membangun hubungan pertemanan yang lebih positif di lingkungan sekolah.

Pelaksanaan Kegiatan

Kegiatan psikoedukasi dilaksanakan di lingkungan SD Negeri 13 Desa Salak dengan melibatkan mahasiswa KKN sebagai pemateri dan pendamping kegiatan. Sebelum pelaksanaan, mahasiswa melakukan koordinasi dengan pihak sekolah untuk menyesuaikan materi dan metode penyampaian dengan karakteristik siswa sekolah dasar. Pendekatan tersebut dilakukan agar pembahasan mengenai bullying tidak disampaikan dengan bahasa yang terlalu berat, tetapi dapat dipahami siswa melalui contoh-contoh yang dekat dengan kehidupan mereka sehari-hari.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa menjelaskan bahwa bullying tidak hanya berkaitan dengan tindakan kekerasan secara fisik. Perilaku seperti mengejek nama atau kondisi fisik teman, memberikan julukan yang membuat seseorang merasa tidak nyaman, mengucilkan teman dari kelompok bermain, menyebarkan cerita yang merugikan, maupun melakukan tindakan yang dilakukan berulang untuk menyakiti orang lain juga perlu mendapat perhatian. Penjelasan mengenai bentuk-bentuk bullying diberikan dengan contoh sederhana yang dapat ditemukan siswa dalam interaksi mereka di sekolah maupun lingkungan pertemanan.

Materi juga diarahkan untuk membantu siswa membedakan antara bercanda dan tindakan yang dapat dikategorikan sebagai perundungan. Mahasiswa mengajak siswa memahami bahwa sebuah candaan seharusnya tidak membuat orang lain merasa takut, terhina, tertekan, atau tidak nyaman. Melalui pembahasan tersebut, siswa didorong untuk lebih memperhatikan perasaan teman sebelum mengucapkan atau melakukan sesuatu.

Mengenali Dampak Bullying

Selain mengenalkan bentuk-bentuk bullying, mahasiswa KKN juga menjelaskan dampak yang dapat muncul ketika seseorang menjadi korban perundungan. Pada usia sekolah dasar, pengalaman mendapatkan perlakuan yang merendahkan atau dikucilkan dapat memengaruhi rasa percaya diri, kenyamanan mengikuti kegiatan belajar, serta hubungan anak dengan teman-temannya. Karena itu, siswa diajak untuk tidak menganggap tindakan mengejek atau mengucilkan teman sebagai sesuatu yang biasa dilakukan dalam pergaulan.

Penyampaian materi dilakukan secara interaktif agar siswa tidak hanya menjadi pendengar. Mahasiswa memberikan sejumlah contoh situasi yang mungkin terjadi di lingkungan sekolah, kemudian mengajak siswa menentukan tindakan yang sebaiknya dilakukan. Dalam situasi ketika melihat seorang teman diejek atau dikucilkan, siswa diarahkan untuk tidak ikut menertawakan, membantu teman yang menjadi sasaran, serta menyampaikan kejadian tersebut kepada guru atau orang dewasa yang dipercaya apabila diperlukan.

Mahasiswa juga menekankan pentingnya keberanian untuk mengatakan tidak terhadap tindakan bullying. Siswa diberikan pemahaman bahwa menjadi teman yang baik bukan berarti harus mengikuti tindakan kelompok apabila tindakan tersebut dapat menyakiti orang lain. Sikap saling menghargai, membantu teman, dan menggunakan perkataan yang baik menjadi bagian penting dari pesan yang disampaikan selama kegiatan psikoedukasi di SD Negeri 13 Desa Salak.

Membangun Pertemanan yang Sehat

Kegiatan psikoedukasi bullying tidak hanya berfokus pada larangan melakukan perundungan, tetapi juga mengajak siswa membangun kebiasaan positif dalam berinteraksi. Mahasiswa KKN mengarahkan siswa untuk membiasakan diri menghargai perbedaan karakter, kemampuan, maupun latar belakang teman. Lingkungan sekolah dasar di Desa Salak menjadi ruang penting bagi anak untuk belajar bekerja sama, bermain bersama, serta menyelesaikan perbedaan tanpa melakukan tindakan yang merugikan teman.

Melalui kegiatan ini, siswa juga diperkenalkan pada pentingnya menjadi seorang teman yang dapat memberikan dukungan ketika melihat temannya mengalami masalah. Mahasiswa menjelaskan bahwa anak yang menyaksikan bullying tidak harus ikut terlibat dalam konflik. Mereka dapat mengambil sikap dengan tidak mendukung pelaku, mendampingi teman yang menjadi korban, atau meminta bantuan guru ketika situasi membutuhkan penanganan orang dewasa.

Bagi mahasiswa KKN Universitas Andalas, kegiatan psikoedukasi di SD Negeri 13 Desa Salak juga menjadi kesempatan untuk berinteraksi secara langsung dengan anak-anak di lingkungan desa. Kegiatan tersebut memberikan pengalaman bagi mahasiswa dalam menyampaikan pengetahuan dengan metode yang sesuai dengan usia peserta sekaligus memahami kondisi sosial anak-anak dalam lingkungan sekolah.

Pelaksanaan psikoedukasi pada Jumat, 24 Juli 2026, diharapkan dapat memberikan pemahaman awal kepada siswa SD Negeri 13 Desa Salak bahwa sekolah bukan hanya tempat untuk memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga tempat belajar menghargai orang lain. Pesan mengenai bullying yang disampaikan mahasiswa KKN menjadi bagian kecil dari upaya membangun hubungan pertemanan yang lebih sehat, sehingga anak-anak dapat belajar dan bermain dalam suasana yang aman dan saling menghormati


Wartawan : Andika Putra Wardana
Editor : melatisan

Tag :Psikoedukasi, tentang Bullying, di SD Negeri 13, Desa Salak

Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com