HOME SOSIAL BUDAYA KABUPATEN LIMAPULUH KOTA
- Senin, 9 Mei 2022
Petani Keluhkan Pupuk Subsidi, Buya Mahyeldi Siapkan Substitusi
Limapuluh Kota (Minangsatu) - Menanggapi kerapnya keluhan petani akan sulitnya memperoleh pupuk subsidi, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat kini tengah menyiapkan pupuk batubara disamping pupuk organik sebagai alternatif substitusi bagi kelompok-kelompok pertanian di Sumbar.
Disampaikan Gubernur, Buya Mahyeldi pada kunjunganya ke beberapa titik sentra perkebunan jeruk di Kec. Gunuang Omeh, Kab. Limapuluh Kota, Minggu (8/5), keluhan petani mengenai pupuk disebabkan oleh jumlah persediaan pupuk subsidi yang tidak sesuai dengan besarnya kebutuhan petani, serta kendala distribusi yang menyebabkan kedatangan suplai ke berbagai daerah tidak tepat waktu.
Buya Mahyeldi menjelaskan, sebagai solusi alternatif solusi bagi persoalan petani tersebut, Pemprov Sumbar mengarahkan petani untuk melakukan substitusi pupuk subsidi dengan kompos dan pupuk kandang melalui pertanian terintegrasi, maupun dengan pupuk batubara yang kini tengah disiapkan pemerintah.
"Mau tidak mau harus kita arahkan kesana, mensubstitusi dengan pupuk kandang maupun pupuk organik. Sekarang sedang kita rancang juga pupuk batubara yang lebih murah serta mampu mereduksi penggunaan pestisida," ujar Buya menjelaskan.
Buya juga mendorong petani untuk menggerakkan pertanian terintegrasi. Misalnya melakukan aktivitas pertanian secara simultan dengan peternakan. Menurutnya, melalui langkah tersebut petani dapat beralih, sehingga tidak lagi bergantung pada pupuk kimia. Limbah pertanian dimanfaatkan untuk pakan ternak, kemudian ternak menghasilkan pupuk organik untuk aktivitas pertanian dan perkebunan.
"Kita perbanyak aktivitas dan produktivitas pertanian, kelompok tani tidak cukup dengan bertanam satu komoditi saja. Variasi kegiatan pertanian harus ditingkatkan, seperti disini, ada jeruk, juga ada gula aren, ada juga ternak untuk menghasilkan pupuk kandang, nanti dagingnya bisa dijual, jadi pendapatan petani semakin meningkat," lanjutnya lagi.
Sementara itu mendampingi gubernur, Bupati Limapuluh Kota, Safaruddin turut menyampaikan hal senada perihal pupuk subsidi.
"Ketersediaan pupuk subsidi saat ini memang tidak memadai sesuai kebutuhan, oleh karena kita perlu memberikan alternatif pada petani. Dengan pupuk organik, kita rawat sawah, kebun dan ladang lebih arif dan bijak. tradisional, organik, tapi dikelola secara modern," pungkasnya.*
Editor : Benk123
Tag :#limapuluh kota, #mahyeldi
Baca Juga Informasi Terbaru MinangSatu di Google News
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
IRFENDI ARBI BUKA PUASA BERSAMA WARTAWAN, ASPON DEDI : WARTAWAN DAN BAPAK IRFENDI ARBI SUDAH SEPERTI KELUARGA
-
BUPATI SAFNI MENGAKU DIZOLIMI TERKAIT ISU VCS YANG LAGI VIRAL
-
ZIARAH DAN RENUNGAN SUCI HUT RI PEMDA LIMA PULUH KOTA DIMINTA DIGELAR DI MAKAM PAHLAWAN TAN MALAKA
-
WAGUB VASKO SALURKAN BANTUAN BEDAH RUMAH UNTUK KULI TANI DI NAGARI VII KOTO TALAGO
-
ROMBONGAN NAGARI BALAI PANJANG SAMBANGI RUMAH KORBAN TENGGELAM DI PEMANDIAN BATANG MANGKISI
-
IKATAN MAHASISWA TIGO LURAH (IKMTL) GELAR FESTIVAL SENI OLAHRAGA TIGO LURAH 2026, BERTEMA "RASO KA KAMPUANG, KARYA UNTUAK NAGARI"
-
FENOMENA BARU KAWASAN WISATA ALAHAN PANJANG YANG MERISAUKAN
-
LMJ BERBAGI: SEDERHANA, TETAPI PENUH MAKNA
-
SUJUD DI AMBANG LAILATUL QADAR: MENJEMPUT DAMAI DI TANAH HARAM BERSAMA SIANOK TOUR DALAM BAYANG KETEGANGAN DUNIA
-
RUMAH GADANG MAU DIPUGAR, BANYAK YANG AMBRUK