- Kamis, 20 November 2025
Pariangan, Nagari Terindah Yang Menyimpan Sejarah Awal Masyarakat Minangkabau
Pariangan, Nagari Terindah yang Menyimpan Sejarah Awal Masyarakat Minangkabau
Di Sumatera Barat, ada sebuah nagari yang namanya selalu muncul ketika orang berbicara tentang asal-usul Minangkabau. Nagari itu adalah Pariangan, sebuah permukiman tua yang berada di lereng selatan Gunung Marapi, Kabupaten Tanah Datar. Banyak kalangan menyebut Pariangan sebagai nagari tertua Minangkabau, sebuah klaim yang berasal dari tambo dan tradisi lisan yang hidup di tengah masyarakat.
Walau tidak ada catatan sejarah tertulis yang menegaskan Pariangan sebagai “yang pertama”, sejumlah temuan antropologis, pola permukiman, dan situs budaya membuat nagari ini dianggap sebagai salah satu pusat awal perkembangan masyarakat Minang.
Dari Tambo ke Realitas Sosial
Dalam tambo Minangkabau, Pariangan digambarkan sebagai tempat awal nenek moyang Minang bermukim sebelum masyarakat berkembang dan menyebar ke berbagai wilayah darek. Narasi ini bukan dokumen sejarah, tetapi merupakan ingatan kolektif yang ikut membentuk cara orang Minang memandang dirinya sendiri.
Penelitian lapangan yang dilakukan oleh beberapa antropolog, termasuk peneliti independen dan akademisi lokal, menunjukkan bahwa pola ruang, struktur sosial, dan tata nagari di Pariangan memang memperlihatkan ciri-ciri permukiman tua. Surau-surau kuno, Masjid Ishlah yang memiliki bentuk arsitektur khas, serta Kuburan Panjang yang sering dikaitkan dengan tokoh adat legendaris, menjadi bagian dari lanskap sejarah nagari ini.
Ada beberapa versi mengenai asal-usul nama Pariangan. Beberapa menyebutnya berasal dari kata poriang, yang bermakna daerah hangat tempat orang berkumpul. Versi lain menghubungkannya dengan kata parian, yang mengacu pada sumber air atau tempat mandi. Tidak ada penjelasan tunggal yang dianggap pasti, namun kedua versi ini mencerminkan hubungan masyarakat dengan alam di sekitarnya.
Yang jelas, Pariangan adalah bagian dari daerah subur di kaki Gunung Marapi, wilayah yang cocok untuk pertanian, persawahan, dan pembangunan permukiman sejak masa awal.
Nagari sebagai Dasar Kehidupan Minangkabau
Nagari bukan hanya pembagian wilayah administratif. Dalam tradisi Minang, nagari adalah unit sosial, budaya, dan politik. Setiap nagari memiliki aturan adat sendiri yang disebut Adaik Salingka Nagari, yaitu adat yang berlaku lokal di satu nagari dan tidak selalu sama dengan nagari lainnya.
Itulah mengapa muncul pepatah, “Lain lubuak lain ikannyo, lain nagari lain pulo adaiknyo.”
Struktur kepemimpinan penghulu, aturan musyawarah ninik mamak, pembagian tanah ulayat, hingga tata cara upacara adat—semua memiliki variasi antar-nagari. Pariangan dianggap sebagai salah satu tempat awal berkembangnya konsep ini, sebelum kemudian menyebar ke wilayah darek lainnya seperti Limo Kaum, Padang Magek, Batusangkar, dan sekitarnya.
Warisan yang Masih Terjaga
Pada tahun 2012, Pariangan masuk dalam daftar “desa terindah di dunia” versi Travel Budget. Pengakuan ini bukan soal estetika semata, tetapi karena nagari tersebut masih mempertahankan pola permukiman tradisional, sawah berundak, rumah gadang, serta budaya gotong royong yang kuat.
Di sini, adat bukan hanya simbol. Ia masih hidup dalam prosesi batagak pangulu, baralek yang mengikuti urutan adat, surau yang tetap menjadi pusat kegiatan sosial, serta aktivitas sehari-hari masyarakat yang masih berpijak pada nilai-nilai warisan leluhur.
Pariangan juga menjadi tujuan wisata sejarah dan budaya bagi banyak orang yang ingin melihat seperti apa bentuk awal nagari dalam tradisi Minang.
Editor : melatisan
Tag :#Pariangan
Baca Juga Informasi Terbaru MinangSatu di Google News
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
SEJARAH LUAK KUBUANG TIGO BALEH SEBAGAI LUAK KEEMPAT DALAM STRUKTUR ADAT MINANGKABAU
-
PERBEDAAN LUHAK DAN RANTAU DALAM STRUKTUR ADAT MINANG YANG PERLU DIPAHAMI
-
JEJAK MINANGKABAU DALAM NAGARAKRETAGAMA: BUKTI SEJARAH YANG TEREKAM DALAM KAKAWIN MAJAPAHIT
-
PRASASTI KEDUKAN BUKIT DAN KAITANNYA DENGAN MINANGA TAMWAN DALAM SEJARAH AWAL SUMATERA
-
PERAN ADITYAWARMAN DALAM SEJARAH MINANGKABAU DAN JEJAK KEKUASAAN DI SUMATERA BARAT
-
RUMAH GADANG MAU DIPUGAR, BANYAK YANG AMBRUK
-
SURAT KEPADA NAHKODA SUMBAR, YANG BAHTERANYA KOYAK DI HANTAM GALODO
-
DUA JALAN KEBIJAKAN KOPI: INDONESIA DAN ETHIOPIA DI PERSIMPANGAN STRATEGI
-
ROSITA MEDINA, BUNDO KANDUANG DI RANTAU PUNYA TANGGUNGJAWAB MORAL
-
MAKNA KETIDAKHADIRAN PRESIDEN DI HPN 2026 BANTEN