HOME SOSIAL BUDAYA KABUPATEN LIMAPULUH KOTA
- Kamis, 23 Maret 2023
Makna Tradisi Balimau Menjelang Ramadhan Menurut Gubernur Mahyeldi
Pangkalan (Minangsatu) - Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah memandang tradisi 'Balimau' (mandi menjelang bulan ramadhan) sebagai sebuah kearifan lokal dari masyarakat Sumbar yang telah berlansung sejak lama. Gubernur menilai dari segi agama, memang hal tersebut tidak bersifat wajib tapi juga tidak dilarang, asal dilakukan dengan cara yang sesuai tuntunan Alqur'an dan hadist.
"Agama Islam mengajarkan, sebelum melaksanakan ibadah, kita harus terlebih dahulu mensucikan diri, bagaimana caranya itu bisa dengan mandi, wudhu dan tayammum,"ujar Mahyeldi pada saat menghadiri kegiatan potang balimau di Nagari Pangkalan, Kec. Pangkalan Koto Baru, Kab. Lima Puluh Kota, Rabu (22/3/2023).
Terkait dengan tradisi balimau, Gubernur menilai secara tuntunan kegiatan tersebut masuk ke dalam tata cara bersuci dengan mandi, artinya itu sudah benar. Namun mungkin, cara pelaksanaannya yang perlu kita luruskan kembali.
"Jangan sampai niat yang awalnya baik untuk mensucikan diri malah menjadi salah karena keliru dalam pelaksanaannya. Kita tidak ingin, tradisi balimau menjadi ajang mandi bersama bagi yang bukan muhrim, kita jangan sampai terjebak kedalam kemaksiatan,"tegas Gubernur Mahyeldi.
Selanjutnya, Gubernur Mahyeldi menyampaikan tradisi "Potang Balimau" di Nagari Pangkalan terasa istimewa karena yang ditonjolkan bukan kegiatan mandi-mandinya tetapi lebih kepada hiburan rakyat berupa selaju sampan, lomba hias sampan, pergelaran seni hiburan serta kegiatan kreatif lainnya.
Menurutnya, hal tersebut bagus karena kita sebagai umat islam harus bersuka cita menyambut bulan suci ramadhan. Selain itu kegiatan tersebut juga akan berdampak positif untuk meningkatkan kreatifitas warga yang nantinya dapat bermuara terhadap peningkatan kesejahteraan.
Selanjutnya dalam kesempatan yang sama, Bupati Limapuluh Kota, Safaruddin berharap melalui tradisi tersebut mampu memotivasi para generasi muda untuk senantiasa kreatif dalam berkarya dan bangga akan budaya tradisi daerah sendiri, serta mengingatkan mereka bahwa apapun yang akan dilakukan mesti sesuai dengan tuntunan agama.
"Potang Balimau adalah salah satu bentuk tradisi masyarakat lokal yang masih eksis sampai sekarang, jika digali lebih dalam sebetulnya masih banyak tradisi-tradisi lainnya yang bisa dikembangkan,"ujar Safaruddin.
Terakhir, Bupati Safaruddin mengucapkan terimakasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Pemprov. Sumbar, karena telah ikut andil dalam mempromosikan sebuah tradisi masyarakat di Kab. Limapuluh Kota yaitu "Potang Balimau".
Editor : ranof
Tag :#Potang balimau #Menyambut ramadhan #Kab. 50 Kota #Sumbar
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
MASYARAKAT, BPBD, TNI-POLRI BERSIHKAN POHON YANG TUTUP ALIRAN SUNGAI LIMAPULUH KOTA
-
DALAM SEMANGAT IDUL FITRI 1447 H, PLN PASTIKAN LISTRIK ANDAL DI HUNTARA KOTO TINGGI, PERCEPAT PEMULIHAN DAN BANGKITKAN HARAPAN WARGA
-
IRFENDI ARBI BUKA PUASA BERSAMA WARTAWAN, ASPON DEDI : WARTAWAN DAN BAPAK IRFENDI ARBI SUDAH SEPERTI KELUARGA
-
BUPATI SAFNI MENGAKU DIZOLIMI TERKAIT ISU VCS YANG LAGI VIRAL
-
ZIARAH DAN RENUNGAN SUCI HUT RI PEMDA LIMA PULUH KOTA DIMINTA DIGELAR DI MAKAM PAHLAWAN TAN MALAKA
-
DARI PASAR KE TANAH SUCI: KISAH PAK DAS, BURUH ANGKUT BATUSANGKAR YANG MENJEMPUT KEMULIAAN DI KURSI BISNIS GARUDA
-
KOPI MINANG, PERMATA GASTRONOMI YANG LAYAK JADI WAJAH WONDERFUL INDONESIA
-
PERTUMBUHAN EKONOMI SUMBAR MENGUAT DI AWAL 2026
-
HARAPAN DAN REALITAS PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN DI INDONESIA: ANTARA NARASI KEMAJUAN DAN KRISIS STRUKTURAL
-
KARTINI DI RANTAU: KETIKA SEMANGAT EMANSIPASI BERTEMU FALSAFAH BUNDO KANDUANG