HOME VIRAL UNIK

  • Rabu, 14 Januari 2026

Lupakan Gadget Sejenak! Yuk Kenalan Lagi Dengan "Permainan Tradisional Minangkabau" Yang Melatih Mental Juara

Lupakan Gadget Sejenak! Yuk Kenalan Lagi dengan "Permainan Tradisional Minangkabau" yang Melatih Mental Juara

Oleh: Andika Putra Wardana


Coba lihat anak-anak zaman sekarang. Kumpul bareng, tapi semuanya diam, menunduk menatap layar HP masing-masing. Sepi, individualis, dan pasif.

Bandingkan dengan masa kecil anak-anak Minang dulu. Sore hari adalah waktunya "bagaluik" di lapangan tanah. Suara tawa, teriakan strategi, dan keringat yang bercucuran adalah pemandangan biasa. Mereka tumbuh dengan permainan tradisional Minangkabau yang tanpa sadar membentuk mereka menjadi pribadi yang tangguh, cerdik, dan kompak.

Ada banyak sekali ragamnya, tapi ada nilai-nilai tersembunyi di baliknya yang mungkin kamu belum tahu.

1. Sipak Rago

Kalau kamu pikir sepak takraw itu keren, kamu harus lihat nenek moyangnya yaitu Sipak Rago.

Ini adalah ikon permainan tradisional Minangkabau. Bedanya dengan sepak bola biasa, Sipak Rago tidak memakai gawang dan tidak ada lawan yang harus dikalahkan. Pemain berdiri membentuk lingkaran, dan bola anyaman rotan harus dijaga agar tidak jatuh ke tanah dengan operan-operan indah.

Filosofinya dalam sekali! Ini mengajarkan kerja sama (teamwork), bukan kompetisi saling menjatuhkan. Gerakannya pun bukan sembarang tendang, tapi mengambil dasar-dasar gerakan Silek (Silat). Jadi, sambil main, anak Minang sebenarnya sedang melatih kuda-kuda dan refleks bela diri. Keren kan?

2. Badia Batuang:

Siapa yang rindu suara dentuman keras saat bulan Ramadan? Badia Batuang (Meriam Bambu) adalah mainan wajib anak laki-laki.

Membuatnya butuh perjuangan, mencari bambu tua yang tebal, melubanginya, mencampur minyak tanah, hingga menanggung risiko alis hangus kena api. Permainan ini mengajarkan keberanian dan kehati-hatian. Meski sekarang sering dilarang karena berisik, tak bisa dipungkiri ini adalah kenangan masa kecil yang paling memacu adrenalin.

3. Cakbur

Di daerah lain disebut Galah Asin atau Gobak Sodor, di Minang disebut Cakbur. Ini murni permainan strategi perang.

Ada tim penjaga benteng, ada tim penyerang. Butuh kecepatan lari, tipuan gerak tubuh (kilek), dan komunikasi mata antar teman satu tim untuk bisa lolos. Ini melatih otak anak untuk berpikir cepat dalam situasi terdesak, kapan harus maju, kapan harus mundur, dan kapan harus menerobos.

Sangat disayangkan jika permainan tradisional Minangkabau ini punah dimakan zaman. Permainan ini bukan sekadar cara mengisi waktu luang, tapi "sekolah karakter" yang paling menyenangkan.

Ia mengajarkan kita bahwa bahagia itu sederhana, cukup bola rotan, bambu bekas, atau garis tanah di halaman, asalkan dimainkan bersama teman-teman. Yuk, sesekali ajak adik atau anak kita main di luar, biar mereka tahu serunya dunia nyata!


Wartawan : Andika Putra Wardana
Editor : melatisan

Tag :Lupakan Gadget Sejenakm Kenalan, Permainan Tradisional, Minangkabau, Melatih, Mental Juara

Baca Juga Informasi Terbaru MinangSatu di Google News

Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com