HOME LANGKAN KATO

  • Selasa, 20 Desember 2022
Kisah Singkat Si Malin Deman (sebuah Sinopsi)
Carito

Kisah Singkat Si Malin Deman (sebuah Sinopsi)

Oleh: Fajri Frayoga*

Kaba Malin Deman ini menceritakan tentang seorang pemuda yang bernama Malin Deman yang tinggal bersama ibunya Mande Rubiah. Pada suatu hari Malin Deman pergi mandi ke Lubuak Kamuniang Gadiang. Sedang asik mandi terdengar kicauan burung dan dilihat kelangit ada 7 bidadari yang turun dari kahyangan atau langit. Bidadari tersebut berniat mandi kesungai dan mereka melepaskan selendangnya yang bahasa minangnya kain sunsang baraik dan mereka terjun kesungai dengan basahan yang hanya menutupi dada. Malin Deman mengintip dari balik pohon dan terpesona melihat 7 bidadari tersebut. Muncul niat buruk dibenak Malin Deman dia mencuri salah satu selendang Putri tersebut yaitu selendang Putri Bungsu. Yang mana selendang tersebutlah yang bisa membawanya terbang ke lagit.

       Setelah selesai mandi Putri yang lain memakai selendangnya tetapi tidak dengan Putri Bungsu dia hanya menangis karena kehilangan selendangya. Karena sudah hampir menjelang malam keenam kakaknya harus kembali kelangit dan meninggalkan Putri Bungsu. Malin Deman memanfaatkan kesempatan tersebut dia mengahampiri Putri Bungsu dan mengajaknya pulang kerumah. Setelah 1 bulan Putri Bungsu tinggal dirumah Malin Deman akhirnya mereka menikah. Setelah 2 tahun belalu Putri Bungsu mengandung anak dari Malin Deman dan lahirlah seorang anak lelaki yang diberi nama Malin Duano.

       Suatu hari saat Malin Duano tidur Putri Bungsu menemukan kain sunsang baraik atau selendangnya yang ternyata selama ini disembunyikan oleh Malin Deman diateh paran rumah atau atap rumah. Malin duano yang tertidur digendong putri bungsu dan berniat membawanya terbang ke langit. Walaupun sudah ditahan oleh Mande Rubiah dan Malin Deman Putri Bungsu tetap pergi kelangit. Sejak kepergian Malin Deman pun memutuskan pergi dari rumah untuk menenangkan pikirannya karena dia tidak akan menikah lagi selain dengan Putri Bungsu.

       Setelah beberapa tahun berlalu saat Malin Duano bermain dengan temannya dia dieejek oleh teman sebayanya karena tidak mempunyai ayah. Malin Duano sangat terpukul dan meminta izin kepada Putri Bungsu untuk mencari ayahnya dibumi. Dengan berat hati akhirnya Putri Bungsu mengizinkan putranya dan mengantarnya kebumi.

       Saat itulah Malin Duano mulai berkelana mencari keberadaan ayahnya dari kampung kekampung ia terus mencari dan pada akhirnya dia tinggal bersama Mandeh Kambang Manih sampai bertahun – tahun. Pada suatu hari Malin Duano pamit kepada Mandeh Kambang Manih untuk mengitu lomba sambung ayam dikampung sebelah. Saat lomba adu ayam Malin Duano mengahadapi sang juara bertahan dikampung tersebut dan Malin Duano berhasil mengalahkannya.

       Tetapi apa yang terjadi orang tersebut tidak menerima kekalahan dan beradu keris dengan Malin Duano. Karena sama-sama lihai tidak ada yang terluka. Berkata lah Malin Duano “Mano tuan urang nan kalah, kok indak tabunuah tuan dek ambo, bukanlah ambo anak Malin Deman, bukanlah ambo anak Puti Bungsu”. Mendengar perkataan Malin Duano terkejutlah Malin Deman lemah segala persendiannya ternyata yang dilawannya adalah anak kandungnya yang dibawa Putri Bungsu kelangit dulu. Dipeluknya Malin Deman dan dikatakan bahwa dialah Malin Deman yang dimaksud anaknya itu. Pergi keduanya kerumah Mandeh Kambang Manih untuk meminta izin dan mengucapkan terima kasih. Setelah berpamitan pergilah mereka kekampung asalnya untuk menemui Mandeh Rubiah. Terkejut Mandeh Rubiah siapa gerangan yang dibawa Malin Deman yang ternyata adalah cucunya sendiri.

       Putri Bungsu yang memantau Malin Duano dari atas langit ikut senang karena telah berhasil menemukan ayahnya. Pada malam hari saat Malin Deman dan Malin Duano tertidur diutuslah oleh Putri Bungsu burung garuda untuk menjemput anak dan suaminya dan dibawa kelangit. Meminta izin mereka ke Mande Rubiah dan terbanglah kelangit. Sejak saat itu mereka hidup bersama kembali. Kadang mereka tinggal dibumu dan kadang kembali lagi kelangit.

*Mahasiswa Jurusan Sastra Minangkabau Universitas Andalas


Wartawan : Fajri Frayoga
Editor : bahren

Tag :#Langkan # Kato #Carito #Kaba #Malin Deman

Baca Juga Informasi Terbaru MinangSatu di Google News