HOME PERISTIWA KABUPATEN DHARMASRAYA
- Selasa, 18 Februari 2025
Kapolres Dharmasraya Bersama Kasat Reskrim Dapat Nilai Merah Dari Aliansi OKP Dan Mahasiswa Saat Aksi Demo
Kapolres Dharmasraya Bersama Kasat Reskrim Dapat Nilai Merah Dari Aliansi OKP dan Mahasiswa Saat Aksi Demo
Dharmasraya (Minangsatu) - Dari balik aksi damai digelar Aliansi Organisasi Kepemudaan (OKP) dan Mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Pemuda Ansor, dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) ke Markas Polisi Resort (Mapolres) Dharmasraya, Senin (17/2/2025). Kapolres dan Kasat Reskrim diberi nilai merah.
Menurut para peserta aksi, Kapolres bersama jajaran Reskrim, dianggap tidak serius dalam menangani kasus kriminal. Karena belakangan ini, masyarakat sudah resah terhadap kejadian kriminal. Mulai dari perampokan memakai senjata api (Senpi), maling dalam rumah, warung, swalayan, serta beberapa kriminal lain yang tidak kunjung terungkap pelakunya.
Atas tingginya kriminalitas di kabupaten Dharmasraya. Terutama kasus perampokan sangat meresahkan masyarakat. Untuk itu, aliansi OKP dan Mahasiswa turun untuk menggelar aksi demo.
![]() |
Dalam aksinya tersebut, mereka meminta Kapolri Jendral Pol Listiyo Sigit, dan Kapolda Sumatera Barat, agar segera mencopot, atau menganti Kapolres Dharmasraya bersama Kasat Reskrim Polres Dharmasraya. Karena dinilai tidak mampu menjadi motor dalam penggerak dalam menekan, atau mengungkap kasus. kriminal di Kabupaten Dharmasraya.
Selama aksi demo berlangsung, Aliansi OKP dan Mahasiswa Dharmasraya, menyampaikan orasi hanya diluar pagar Mapolres. Karena ditutup oleh ratusan pagar betis Personil Polres Dharmasraya. Tidak diperkenankan masuk kelokasi Mapolres Dharmasraya.
"Sangat disayangkan, saat aksi damai yang kami lakukan. Kapolres Dharmasraya tidak berada di tempat. Padahal, surat pemberitahuan aksi telah disampaikan sebelumnya,"tetang Nanda Aprilia Putra.
Menurut catatan para aksi demo, banyak kasus kriminal tidak tersentuh hukum. Mulai dari aksi perampokan, korupsi, dan kasus asusila yang korbannya dibawah umur. Dalam. Satu tahun terakhir, telah terjadi dua perampokan bersenjata api di wilayah hukum Polres Dharmasraya telah membuat masyarakat resah.
Diantaranya, kejadian perampokan memakai Senpi pada tanggal 30 Maret 2024. Pelaku perampok telah melukai tangan korban dan melarikan uang senilai Rp127 juta. Selanjutnya, pada tanggal 18 Januari 2025. Pelaku sempat menyandera 6 orang, satu orang ditembak pelaku. Selanjutnya juga ada kasus percobaan pembegalan di wilayah timpeh, dan Koto Balai Koto Padang. Namun sayangnya kasus besar tersebut, belum ada terungkap.
Suhendri, Korlap demonstran menegaskan. Jika tuntutan kami tidak dikabulkan. Maka, mahasiswa akan melakukan aksi kedua, dengan masa lebih besar.
Menyikapi tuntutan mahasiswa, Kabag Ops Polres Dharmasraya, Kompol Eliswantri, SH, MH, turun langsung menemui massa. Ia meminta perwakilan mahasiswa masuk untuk berdialog dengan pimpinan Polres. Namun, di sisi lain, ia juga menyoroti legalitas aksi tersebut, dengan menyebutkan bahwa surat pemberitahuan aksi yang diajukan mahasiswa tidak sesuai dengan prosedur sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998, tentang kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umum.
Editor : melatisan
Tag :#Aksi Damai #OKP dan Mahasiswa
Baca Juga Informasi Terbaru MinangSatu di Google News
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
PT X DAREH KIRIMKAN SATU UNIT EKSKAVATOR UNTUK MEMBANTU KORBAN BANJIR DAN LONGSOR DI KECAMATAN IX KOTO
-
KAPOLRES DHARMASRAYA TERJUN LANGSUNG BERSAMA ANGGOTA KE TITIK BANJIR DI NAGARI TARATAK TINGGI TIMPEH
-
OPERASIONAL SPPG SUNGAI RUMBAI DIHENTIKAN SEJENAK OLEH BGN
-
DUGAAN PENYELEWENGAN MENCUAT, RUMAH BAGONJONG KABUPATEN DHARMASRAYA BERGETAR
-
WAKIL KETUA DPRD DHARMASRAYA SUJITO BANTAH KERAS TUDUHAN IJAZAHNYA CACAT PROSEDUR
-
KARTINI DI RANTAU: KETIKA SEMANGAT EMANSIPASI BERTEMU FALSAFAH BUNDO KANDUANG
-
MEMPERCEPAT PEMULIAAN UNTUK MASA DEPAN KOPI SUMATERA BARAT YANG BERKELANJUTAN
-
IKATAN MAHASISWA TIGO LURAH (IKMTL) GELAR FESTIVAL SENI OLAHRAGA TIGO LURAH 2026, BERTEMA "RASO KA KAMPUANG, KARYA UNTUAK NAGARI"
-
FENOMENA BARU KAWASAN WISATA ALAHAN PANJANG YANG MERISAUKAN
-
LMJ BERBAGI: SEDERHANA, TETAPI PENUH MAKNA
