- Sabtu, 15 November 2025
Kacang Tojin, Renyah Gurih Dan Tak Pernah Absen Di Meja Tamu
Kacang Tojin, Renyah Gurih dan Tak Pernah Absen di Meja Tamu
Oleh: Andika Putra Wardana
Di banyak rumah di Sumatera Barat, terutama saat Lebaran, acara baralek, atau ketika ada tamu datang tiba-tiba, selalu ada satu toples yang tidak pernah benar-benar kosong. Bukan kue modern, bukan pula jajanan mahal, melainkan kacang goreng sederhana yang aromanya harum, renyah saat digigit, dan gurih tanpa berlebihan. Masyarakat Minang mengenalnya dengan nama kacang tojin.
Kuliner kecil ini tersebar di hampir seluruh wilayah Minangkabau, tetapi paling banyak dikenal dari kawasan Payakumbuh, Lima Puluh Kota, Bukittinggi, dan nagari-nagari darek lainnya. Di pasar pagi, kacang tojin dijual dalam bungkus plastik kecil, di jalan raya Lembah Harau dan Payakumbuh–Baso, ia menjadi oleh-oleh khas yang mudah dibawa, sementara di rumah makan, ia sering hadir sebagai camilan yang disajikan sebelum makanan utama datang.
Meski terlihat sederhana, proses pembuatan kacang tojin tidak sesimpel tampilannya. Bahan utamanya adalah kacang tanah yang direndam bawang putih dan garam, dijemur hingga kering, lalu digoreng perlahan sampai kulitnya berubah keemasan. Teknik merendam inilah yang membuat rasanya khas, gurihnya meresap sampai ke dalam, bukan hanya menempel di permukaan. Banyak ibu nagari juga menambahkan sedikit lengkuas atau daun jeruk agar aromanya lebih harum.
Nama “tojin” sendiri merujuk pada proses penggorengan kering (kadang disebut ditojin atau ditunjiang dalam beberapa dialek), yaitu menggoreng kacang dengan api kecil hingga benar-benar kering dan renyah tanpa gosong. Karena itu, kacang tojin bisa tahan lama tanpa bahan pengawet, cocok dijadikan bekal perjalanan atau oleh-oleh perantau.
Di Payakumbuh dan daerah sekitarnya, kacang tojin sering dibuat menjelang Lebaran atau pesta keluarga. Camilan ini menjadi simbol keramahan, begitu tamu datang, toples kacang tojin akan muncul lebih dulu, disusul teh hangat atau kopi. Ada rasa akrab saat mengunyah kacang tojin, ringan, renyah, tidak terlalu asin, dan seolah mengundang percakapan.
Kini, kacang tojin telah dijual dalam berbagai varian:
* Original gurih
* Pedas-balado
* Manis karamela
* Renyah kulit tipis
Tapi versi klasiknya tetap tidak tertandingi, kacang goreng kering yang memakai bawang putih, garam, dan kesabaran.
Di balik kesederhanaannya, kacang tojin juga menyimpan identitas Minangkabau seperti berbahan alami, rasanya yang bersih tanpa banyak tambahan, teknik memasak yang turun-temurun, dan kebiasaan menyajikannya sebagai tanda penghormatan bagi tamu.
Editor : melatisan
Tag :#Kacang Tojin
Baca Juga Informasi Terbaru MinangSatu di Google News
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
UNIK DAN BEDA! INI DERETAN CIRI KHAS MINANG YANG BIKIN MEREKA TERKENAL DAN DISEGANI DI MANA-MANA
-
LUPAKAN GADGET SEJENAK! YUK KENALAN LAGI DENGAN "PERMAINAN TRADISIONAL MINANGKABAU" YANG MELATIH MENTAL JUARA
-
BUKAN SEKADAR BANJIR BIASA! MENELUSURI ARTI GALODO, FENOMENA ALAM YANG PALING DITAKUTI DI RANAH MINANG
-
JANGAN KAGET! TERNYATA BAHASA MINANG DIGUNAKAN OLEH MASYARAKAT DAERAH INI SEBAGAI BAHASA GAUL SEHARI-HARI
-
MENYELAMI RAHASIA BUDAYA MINANGKABAU YANG SUKSES MENCETAK PEDAGANG TANGGUH DAN PEMIKIR ULUNG
-
“TEMBAK PATUIH”: MITOS EDUKATIF DALAM UNGKAPAN LARANGAN ULAKAN TAPAKIS
-
CHERRY CHILD FOUNDATION BERSAMA BERBAGAI KOMUNITAS SALURKAN BANTUAN KE WILAYAH TERDAMPAK BANJIR BANDANG DI PADANG
-
MENANAM POHON, MENUAI KESELAMATAN: KONSERVASI LAHAN KRITIS UNTUK KETAHANAN HIDUP KOMUNITAS.
-
MUSIBAH
-
KEMANA BUPATI TAPSEL