HOME PENDIDIKAN KOTA PADANG
- Selasa, 21 Juni 2022
Empat Ormawa UNP Raih Pendanaan Progran PPK Ormawa Kemendikbud Ristek 2022
Padang (Minangsatu) - Empat organisasi kemahasiswaan (Ormawa) Universitas Negeri Padang (UNP) berhasil lolos pendanaan Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) tahun 2022.
Hal tersebut diketahui berdasarkan surat pengumuman oleh Direktorat pembelajaran dan kemahasiswaan kementerian pendidikan dan kebudayaan RI pada 15 Juni 2022.
PPK Ormawa ini merupakan serangkaian proses pembinaan ormawa oleh Perguruan Tinggi yang diimplementasikan dalam program pengabdian dan pemberdayaan masyarakat.
Adapun empat ormawa UNP yang lolos pendanaan tersebut yaitu:
1. Unit Kegiatan Bahasa Asing (UKBA), dengan judul proposal “Penguatan Kompetisi Bahasa Asing Bagi Pelaku Industri Wisata di Nagari Harau Melalui E-Class Di Era New Normal”.
2. HIMANIKA, dengan judul proposal “Edukasi Dan Manajemen Pengelolaan Sampah Terintegrasi Berbasis Teknologi Informasi (EMPATI)”.
3. Himpunan Mahasiswa Jurusan Geografi, dengan judul proposal “Pengembangan Potensi Desa Berbasis Pelestarian Lingkungan Hutan Sebagai Upaya Peningkatan Ekonomi Masyarakat Di Desa Muara Sikabaluan, Kabupaten Kepuluaan Mentawai”.
4. HMJ KM Kesrek, dengan judul proposal “Rumah Inovasi Sport Tourism Di Kepulauan Mentawai”.
Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan UNP, Drs. Hendra Syarifuddin, Ph.D sangat mengapresiasi capaian empat ormawa yang lolos pendanaan program PPK tersebut. Hendra menyebut, pada tahun 2022 ini jumlah ormawa yang lolos mengalami peningkatan dimana pada tahun 2021 proposal yang lolos hanya tiga proposal.
“Alhamdulillah pada tahun ini ada kenaikan jumlah proposal yang lolos menjadi empat,“ ucapnya saat ditemui di ruangannya, Selasa (21/6/2022).
“Kedepan kita akan berikan lagi perhatian lebih pada program ini karena program ini sangat penting, bukan hanya bagi mahasiswa tapi ini sangat penting bagi masyrakat,” sambungnya.
Lebih lanjut, Hendra menjelaskan, tujuan program PPK yang di luncurkan pemerintah ini agar mahasiswa bisa turun langsung untuk berkontribusi langsung di tengah masyarakat terutama di daerah terpencil dan mahasiswa dapat membantu mengatasi berbagai kesulitan yang dialami masyarakat.
“Tentu harapannya mereka (mahasiswa) bisa melaksanakan program PPK ini dengan sebaik-baiknya sehingga mereka bisa membantu masyarakat setempat mengatasi masalah di tempat pengabdian ini dilakukan, mereka bisa memberi dampak untuk masyarakat yang lebih baik lagi,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua tim PPK ormawa UKBA, Dinny Amalia Putri, bersyukur proposal yang di ajukannya berhasil lolos hingga tahap di pendanaan.
“Alhamdulillah kami di percayai lolos hingga tahap di danai,” ucapnya.
Kepada Minangsatu, Dinny menyebut, setelah pendanaan keluar, ia bersama timnya akan langsung pergi ke Harau menemui Wali Nagari untuk melakukan follow up ulang dan memberikan sosialisasi kepada masyarakat terkait program yang akan dijalankannya bersama tim UKBA.
Lebih lanjut, Dinny berharap programnya bisa bermanfaat bagi masyarakat Harau.
“Semoga program yang kami buat berjalan dengan lancar dan berguna untuk masyarakat di Harau,” harapnya.(*)
Editor : Benk123
Tag :#unp
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
305 ANAK DI KOTA PADANG ALAMI HAMBATAN KOMUNIKASI, VISA INCLUSIVE HADIR SEBAGAI SOLUSI
-
DARI KABA MENJADI NASKAH: KURANJI SEJATI BELAJAR MENCIPTAKAN RANDAI SENDIRI
-
DUKUNG PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN, GUBERNUR SUMBAR APRESIASI KOLABORASI GURU DALAM TEACHER SUMMIT 2026
-
IPM SUMBAR NAIK, SUMBAR TEACHER SUMMIT 2026 DORONG GURU MAKIN ADAPTIF DI ERA DIGITAL
-
PT SEMEN PADANG BEKALI 40 PESERTA MAGANGHUB KEMENAKER AGAR SIAP MEMASUKI DUNIA KERJA
-
KAPAN TERAKHIR KE PASAR? CATATAN JURNALISTIK HENDRY CH BANGUN
-
MELAWAN ARUS ALGORITMA: KETIKA PERS SUMATERA BARAT MEMILIH MENGHARGAI "SUNYI" DI UJUNG NEGERI
-
MAHASISWA KKN UNP 2026 SUSUN 23 PETA UNTUK MENDUKUNG PEMETAAN WILAYAH NAGARI BUNGO TANJUANG
-
MAHASISWA KKN UNP 2026 EDUKASI MASYARAKAT JORONG KAPUAH TENTANG PENCEGAHAN STUNTING MELALUI GIZI SEIMBANG DAN PHBS
-
RME SUDAH DIGUNAKAN, TETAPI APAKAH SUDAH BENAR-BENAR BERMANFAAT?