HOME LANGKAN KATO

  • Rabu, 7 Desember 2022
DOMBA YANG NAKAL
Carito

 

DOMBA YANG NAKAL

Oleh: IRADATILLAH

 

                Di suatu pagi nan indah, terdapat sekumpulan domba yang tengah sibuk memulai untuk mencari makanan bersama-sama. Mereka menyebar mencari makanan di lembah dekat kaki bukit. Mereka senang disana karena di lembah tersebut terhampar banyak sekali rumput yang segar yang membuat mereka tak kan bisa berhenti untuk mnengunyah.

                Domba-domba amat senang bersama-sama. Hampir setiap hari mereka bergerombolan di bawa oleh sang penggembala untuk mencari dan menikmati rumput yang hijau dan tumbuh subur di lembah pegunungan. Sang penggembala pun selalu bergembira membawa kawanan domba yang gemuk dan sehat ini untuk menyantap makanannya yang segar. Sang pengembala pun tak khawatir meninggalkan domba-domba yang menyebar menikmati makanan di padang rumput itu karena hamper tak pernah mereka menemui pemangsa yang mencurigakan.

                Terlebih di hari ini, gerombolan domba ini datang kembali untuk menikmati makanan mereka yakni rerumputan segar yang menggiurkan. Mereka berlarian kesana kemari menikmati suasana. Sang penggembala pun pergi meninggalkan para dombanya untuk sesaat karena ada keperluan mendadak. Ia pun beranjak pergi karena telah ditunggu oleh warga. Jaraknya pun tak terlalu jauh, hanya sekitar satu kilo dari padang rumput tempat para domba berkumpul. Sang penggembala sangat yakin para dombanya aka naman walau tanpa pengawasan darinya.

                Domba-domba pun seperti tak masalah ditinggal oleh sang penggembala yang senantiasa merawat mereka setiap hari. Ada seekor Domba yang sifatnya iseng. Ia suka bikin ulah ditengah-tengah kawanan domba. Namanya Dobi. Ia adalah Domba iseng yang suka menganggu dan mencari keributan. Dobi selalu membuat masalah yang membuat domba-domba lain merasa terusik dan risih akibat ulahnya.

Tiba-tiba, salah seorang dari mereka spontan berteriak kepada kawanannya. Ya, dia adalah Dobi. Ia sengaja berteriak untuk tujuan tertentu. Teriakannya kali ini sangat melengking hingga mengejutkan seluruh domba disana.

                “Teman-teman…… Awas, ada srigala…..” Ia berteriak dengan keras. Sangat keras dan terdengar sangat meyakinkan dan berhasil membuat seluruh domba yang tengah asyik menikmati santapannya lari tergopoh-gopoh penuh kekacauan dan rebut.

                “Ia semakin dekaaaat ……………Awaaaass….” Serunya lagi semakin menjadi-jadi. Taka da yang memperhatikan bagaimana Dobi tersenyum menyeringai setelah ia berteriak tersebut.

                Seluruh domba spontan menjadi riuh, berlarian kesana kemari karena panik. Mereka berlarian ketakutan akan hadirnya srigala tersebut. Semuanya ingin bersembunyi dan bahkan kabur menyelamatkan diri masing-masing. Tentu saja para domba takut akan Srigala karena sangat jarang Domba yang selamat dari incaran Srigala yang kepalaran dan menyeramkan. Saking paniknhya mereka pun berlarian takt ahu arah. Bahkan ada yang bertabrakan sampai jatuh. Mereka berdiri lagi, lalu berlari kencang lagi dengan arah yang tak tentu. Sungguh pemandangan yang sangat penuh dengan hiruk pikuk tak karuan.

                Dobi yang melihat kepanikan dan kekacauan yang luar biasadi depan matanya dan menikmati ekspresi teman-temannya tersebutm, tiba-tiba tertawa terbahak-bahak hingga air matanya keluar karena ia melihat betapa lucunya pemandangan yang ia lihat. Dobi terkekeh dan girang karena berhasil mengelabui kawan-kawannya semua.

                “Kalian semua sungguh bodoh!” Teriaknya sambal tertawa ngakak tak bisa dihentikan.

                “Tolol…………kalian sungguh tolol” tambahnya semakin menjadi-jadi. Ia seperti sangat menikmati kebodohan rekan-rekannya tersebut.

                “Ayo, lari sana sampai ke ujung dunia” timpalnya bertubi-tubi dengan tawa yang terdengar sangat menyebalkan.

                Sontak mereka semua merasa kesal dengan ulah Dobi. Mereka mengomel dan mengumpat. Mereka sebenarnya sangat tahu watak si Dobi ini, Namun, entah mengapa masih selalu saja terkecoh oleh ulahnya. Langsung saja semuanya kompak meninggalkan Dobi sendirian dan mereka bersepakat semua untuk berpindah tempat ke padang rumput di seberang yang sebenarnya tidak terllau indah. Dobi pun tinggal sendiri di lapangan yang luas itu dan masih saja terdengar gelak tawanya yang sangat menyebalkan tersebut.

                Tanpa rasa bersalah sedikitpun, Dobi malah kegirangan. Ia merasa bebas dan merdeka. Ia berlari kian kemari di padang rumput yang luas tanpa ada yang menegur atau mengganggu. Ia bebas makan sepuasnya. Dunia ini terasa sangat lapang baginya, hingga ia merasa menjadi seorang raja yang mengawasi Kawasan rumput hijau yang menyejukkan mata.

                Namun, kebahagiaan itu tak berlangsung lama. Dobi yang tadinya terlihat terlalu menikmati kebebasan dan kemerdekaannya dengan berlari-lari, tiba-tiba saja menghentikan langkahnya dalam satu detik. Tiba-tiba, ia mendengar auman srigala yang baginya terdengar seperti hantu di siang bolong. Awalnya suara itu terdengar jauh namun lama kelamaan terdengar semakin dekat dan semakin dekat saja.

                Dobi sontak terkejut dan berusaha berlari sekencang mungkin dari Srigala sembari berteriak minta tolong kepada semua yang bisa mendengarnya. Ia pun berlari tergopoh-gopoh hingga takt ahu arah persis seperti yang dialami oleh rekan-rekannya Ketika ia kerjai tadi.

                “Tolooooooong…… Tolong aku….” Teriaknya sambal berlari panik. Ia berlari menuju padang rumput sebelah tempat rekan-rekannya berkumpul.

                “ Ada Srigalaaa………………………” timpalnya kemudian. Sejenak para domba mengernyitkan dahinya lalu Kembali menikmati makanannya. Mereka sama sekali tidak menghiraukan Dobi karena mereka yakin, Dobi adalah domba yang suka iseng dan berbohong. Tak kan mereka tertipu untuk keduakalinya dan Kembali menyaksikan kemenangan Dobi yang menyakitkan hati.

                Itulah kenyataan yang terjadi. domba-domba lain tak mendengarkan Dobi karena tak percaya lagi dengannya sebab baru saja tadi mereka ditipu oleh Dobi. Mereka sama sekali tidak mempedulikan Dobi karena menganggapnya pembohong yang hanya ingin mencari gara-gara dan mengganggu ketenangan. Yang mereka lakukan adalah tetap menikmati rerumputan hijau yang menyegarkan dengan penuh kedamaian. Mereka sangat tidak tertarik untuk menghiraukan Dobi yang dengan susah payah menyelamatkan diri dari kejaran Srigala yang mengintainya. Dobi pun berlari terus hingga ke sampai di ujung lembah yang ternyata buntu.

                Bagaimana dengan Dobi? Apa yang terjadi padanya? Akankah dia selamat dari kejaran para srigala tersebut? Akankah Dobi menerima karma atas kelakuannya yang selama ini banyak merugikan domba lainnya? Ataukah Dobi selamat dan bahkan semakin menjadi-jadi memperlakukan teman-temannya dengan buruk?

Ternyata tidak demikian adanya. Dobi pun menerima hukumannya. Akhirnya Dobi pun tak selamat dari srigala akibat ulahnya sendiri. Dobi tertangkap oleh kejaran srigala lapar yang mengejarnya dengan kencang sekali sementara Dobi berlari tak terlalu cepat karena perutnya yang sangat kekenyangan setalah sebelumnya makan banyak dengan rakus. Sedihnya lagi, domba lain tak begitu peduli dengannya karena mereka sama sekali tidak kasihan dengan Dobi yang memang tidak berlaku baik selama ini.

Barangkali itulah yang bisa kita lihat. Kisah Dobi yang senang mengganggu dan suka berbohong tentu saja akan merugikan dirinya sendiri.  Jangan suka berbohong, karena Ketika kita terbiasa berbohong, sekali kita berkata benar, yang lain akan sulit percaya. Dobi bisa menjadi contoh betapa jika kita menjadi orang yang jahat, tidak akan ada orang yang peduli dengan kita, Namun, sebaliknya jika kita sering berlaku baik, orang lain pun akan senantiasa berbuat baik kepada kita. Itulah makna dari kehidupan.

*(Kelas VII MTsMuhammadiyah Tanjung Medan)


Wartawan : IRADATILLAH
Editor : bahren

Tag :#Langkan #Kato #Cerpen #Siswa

Baca Juga Informasi Terbaru MinangSatu di Google News