HOME SOSIAL BUDAYA PROVINSI SUMATERA BARAT
- Rabu, 29 Juni 2022
Dibantu Semen Padang, 32 Orang Welder Dapat Sertifikasi
Padang (Minangsatu) - PT Semen Padang terus berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat lingkungan. Tidak hanya melalui pendidikan dan bantuan, tapi juga melalui pelatihan. Salah satunya, melalui program CSR, PT Semen Padang telah memfasilitasi 32 orang masyarakat lingkungan untuk mengikuti pelatihan welder (juru las) dan sertifikasi.
Plt. Kepala Departemen Komunikasi & Hukum Perusahaan PT Semen Padang R Trisandi Hendrawan mengatakan, pelatihan welder itu merupakan tindak lanjut Memorandum of Understanding (MoU) antara PT Semen Padang dengan Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Ditjen Bina Lavotas) Kementerian Ketenagakerjaan, pada 13 Desember 2021 lalu.
MoU dilakukan untuk bidang Pelatihan Berbasis Kompetensi terhadap karyawan, pekerja outsourcing dan masyarakat lingkungan PT Semen Padang dalam rangka untuk pengembangan kejuruan dan program pelatihan vokasi yang sesuai dengan kebutuhan industri atau link and match dengan tujuan, meningkatkan kompetensi kualitas sumber daya manusia melalui vokasi dan sertifikasi.
"MoU ini berlaku untuk jangka waktu 3 tahun dan dapat diperpanjang sesuai kesepakatan. Untuk fasilitas pelatihan dan sertifikasinya, bisa memanfaatkan fasilitas Balai Latihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) dan Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK) Kementerian Tenaga kerja yang ada di Indonesia," kata R. Trisandi di Padang, Rabu (29/6/2022).
Kepala Unit CSR PT Semen Padang melalui Kepala Seksi Program Kemitraan CSR Semen Padang Satrio Rian Bhakti mengatakan, pelatihan bekerja sama dengan BPVP Padang itu telah berjalan selama dua gelombang dengan masa pelatihan untuk satu gelombang selama 7 hari.
Pelatihan dan sertifikasi itu terdiri dari 6 hari praktek dan 1 hari untuk ujian sertifikasi yang langsung diberikan oleh Badan Standardisasi Nasional (BSN). Pelatihan dan sertifikasi ini merupakan upgrade skill. Karena pada umumnya, peserta pelatihan sudah punyai skill welder.
"Memang mereka punya skill, namun belum memiliki sertifikasi. Makanya kami fasilitasi mereka untuk mendapatkan sertifikasi. Pelatihan dan sertifikasi ini telah kami lakukan pada Februari lalu sebanyak 2 gelombang," kata Satrio.
Menurut Satrio, dengan adanya sertifikasi ini, maka peluang kerja bagi masyarakat lingkungan akan semakin terbuka. "Kemana pun mereka akan melamar pekerjaan, tentu ada peluang. Apalagi, sertifikasi yang mereka dapat dari BSN," ujarnya.
Satrio juga menyampaikan dalam waktu dekat ini, CSR Semen Padang akan kembali membuka pelatihan dan sertifikasi untuk masyarakat lingkungan. Untuk jadwalnya, masih dikoordinasikan dengan BPVP Padang.
"Untuk gelombang III nanti, pelatihannya bukan welder, tapi bidang lain. Bisa jadi untuk instrumen listrik, atau mekanikal. Ini yang sedang kami koordinasikan dengan BPVP Padang," bebernya.
Bagi Semen Padang, sebut Satrio, pelatihan dan sertifikasi ini juga akan dapat menguntungkan perusahaan, terutama ketika pabrik dalam kondisi overhaul. Pasalnya, mereka yang telah disertifikasi akan dimanfaatkan jasanya oleh perusahaan untuk pengerjaan overhaul atau pun pengerjaan rutin lainnya di lingkungan Semen Padang.
"Tidak hanya bagi Semen Padang, industri lain mungkin juga membutuhkan jasanya. Karena, mereka sudah disertifikasi dan tentunya mereka bisa dipercaya dalam menyelesaikan suatu pekerjaan yang sesuai dengan kompetensinya," pungkas Satrio. (*)
Editor : Benk123
Tag :#ptsemenpadang, #minangsatu, #welderptsemenpadang
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
RAKOR PERPUSTAKAAN SUMBAR 2026: KEGEMARAN MEMBACA SUMBAR DI ATAS RATA-RATA NASIONAL 54,8, TAPI MASIH KATEGORI RENDAH
-
DI SUMBAR TIDAK BOLEH NARKOBA BERKEMBANG, TAPI FAKTANYA TETAP ADA, GUBERNUR SERUKAN SELAMATKAN GENERASI MUDA
-
DIRJEN POLPUM KEMENDAGRI: SUMATERA BARAT BERPOTENSI MENJADI MODEL NASIONAL PENCEGAHAN KONFLIK BERBASIS SEKOLAH
-
GUBERNUR MAHYELDI : PERSOALAN SAMPAH MASIH MENJADI TANTANGAN BESAR PEMERINTAH, BELUM ADA KESADARAN DAN BUDAYA BERSIH MASYARAKAT
-
M. SHADIQ PASADIGOE: PANCASILA HARUS HIDUP DALAM TINDAKAN NYATA, BUKAN SEKADAR DIHAFAL
-
MAHASISWA KKN UNP 2026 SUSUN 23 PETA UNTUK MENDUKUNG PEMETAAN WILAYAH NAGARI BUNGO TANJUANG
-
MAHASISWA KKN UNP 2026 EDUKASI MASYARAKAT JORONG KAPUAH TENTANG PENCEGAHAN STUNTING MELALUI GIZI SEIMBANG DAN PHBS
-
RME SUDAH DIGUNAKAN, TETAPI APAKAH SUDAH BENAR-BENAR BERMANFAAT?
-
PERAWATAN GIGI ANAK TANPA RASA TAKUT: MENGENAL KEDOKTERAN GIGI MINIMAL INVASIF
-
MAHASISWA KKN REGULER II UNAND DEMONSTRASIKAN PEMBUATAN PUPUK BOKASHI BERSAMA KWT KORONG KOTO PANJANG