HOME SOSIAL BUDAYA PROVINSI SUMATERA BARAT
- Kamis, 23 Juli 2026
Di Sumbar Tidak Boleh Narkoba Berkembang, Tapi Faktanya Tetap Ada, Gubernur Serukan Selamatkan Generasi Muda
Di Sumbar Tidak Boleh Narkoba Berkembang, Tapi Faktanya Tetap Ada, Gubernur Serukan Selamatkan Generasi Muda
Padang (Minangsatu) - Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah menegaskan perang melawan narkotika tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial semata. Menurutnya, seluruh elemen masyarakat harus memperkuat kewaspadaan dan bergerak bersama mencegah peredaran gelap narkotika demi menyelamatkan generasi muda sebagai penentu masa depan bangsa dan mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Penegasan tersebut disampaikan Gubernur Mahyeldi saat melepas Pawai Parade Kendaraan dalam rangka Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) Tahun 2026 yang diselenggarakan Lembaga Anti Narkotika (LAN) Provinsi Sumbar di halaman Kantor Gubernur Sumbar, Kamis (23/7/2026).
Mahyeldi mengatakan, Sumbar memiliki kekuatan moral yang kokoh melalui falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK). Nilai-nilai tersebut harus terus menjadi benteng dalam membangun ketahanan masyarakat menghadapi ancaman penyalahgunaan narkotika yang hingga kini masih menjadi persoalan serius.
“Di Sumatera Barat, narkoba tidak boleh berkembang. Namun faktanya, itu tetap ada. Karena itu, peringatan Hari Anti Narkotika Internasional ini harus menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran seluruh masyarakat agar semakin peduli dan bersama-sama memerangi narkoba,” tegas Mahyeldi.
Menurutnya, dampak penyalahgunaan narkotika tidak hanya merusak kehidupan sosial, tetapi juga menghancurkan kualitas sumber daya manusia. Ketergantungan narkoba dapat merusak fungsi otak dan sistem saraf sehingga memengaruhi kemampuan berpikir, daya ingat, cara berkomunikasi, hingga perilaku seseorang.
“Kalau seseorang sudah kecanduan narkoba, otaknya akan rusak, cara berpikirnya berubah, daya ingatnya menurun, perilakunya ikut berubah. Dalam kondisi seperti itu tentu akan sulit melahirkan generasi yang mampu memimpin dan membangun bangsa di masa depan,” ujarnya.
Mahyeldi juga menyoroti berbagai tindak kriminal yang kerap dipicu oleh ketergantungan terhadap narkotika. Mulai dari pencurian, perampokan, kekerasan dalam rumah tangga, hingga tindak kekerasan terhadap anggota keluarga sendiri.
“Tidak sedikit anak yang mencuri uang orang tuanya demi membeli narkoba. Bahkan ada yang melakukan tindak kekerasan dan berbagai kejahatan lainnya karena pengaruh ketergantungan narkoba. Ini ancaman nyata yang harus kita hadapi secara bersama-sama,” tegasnya.
Sementara itu, Sekretaris Lembaga Anti Narkotika (LAN) Provinsi Sumbar, Afriadi Maspira mengatakan peringatan HANI 2026 diisi dengan berbagai kegiatan sosial, edukasi, dan kampanye pencegahan penyalahgunaan narkotika.
Rangkaian kegiatan tersebut meliputi anjangsana ke panti asuhan, aksi bersih pantai, serta roadshow ke nagari, sekolah, dan perguruan tinggi guna meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap bahaya peredaran gelap narkotika.
Menurut Afriadi, pawai kendaraan yang digelar merupakan bagian dari kampanye terbuka untuk mengajak masyarakat semakin peduli terhadap bahaya narkoba.
“Kami ingin menyampaikan pesan bahwa Sumatera Barat yang menjunjung tinggi nilai adat dan agama tidak boleh memberi ruang bagi peredaran gelap narkotika. Sayangi anak-anak kita, lindungi generasi muda kita, dan bersama-sama tolak narkoba dari Ranah Minang,” ujarnya.
Ia menambahkan, LAN Sumbar berkomitmen mendukung upaya pemberantasan narkotika sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Untuk itu, seluruh komponen masyarakat, pemerintah, tokoh adat, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, hingga keluarga diharapkan terus memperkuat sinergi dalam mencegah dan memberantas penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika di Sumbar.
Editor : ranof
Tag :#Hari Anti Narkotika Internasional 2026 #Gubernur Mahyeldi #Sumbar
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
KADIS KEBUDAYAAN SUMBAR "PUNG" WAFAT, GUBERNUR MAHYELDI SAMPAIKAN DUKA MENDALAM
-
GUBERNUR MAHYELDI LAPORKAN KELANGKAAN SOLAR DI SUMBAR KEPADA COO DANANTARA
-
GUBERNUR MAHYELDI: PKK HARUS HADIR MENJAWAB PERSOALAN KELUARGA DAN MASYARAKAT
-
GUBERNUR MAHYELDI: HINGGA 2026, SEBANYAK 164 WARISAN BUDAYA TAKBENDA ASAL SUMBAR TELAH DITETAPKAN SEBAGAI WBTBI
-
PEMPROV SUMBAR SALURKAN 2,1 TON RENDANG UNTUK KORBAN BENCANA DI NTT
-
MEMAHAT MANUSIA, BUKAN MENUMPUK BETON: BERGURU KE SULAWESI TENGAH
-
MADING LEMBAGA MAHASISWA JURUSAN SASTRA MINANGKABAU RESMI DIAKTIFKAN KEMBALI
-
KAPAN TERAKHIR KE PASAR? CATATAN JURNALISTIK HENDRY CH BANGUN
-
MELAWAN ARUS ALGORITMA: KETIKA PERS SUMATERA BARAT MEMILIH MENGHARGAI "SUNYI" DI UJUNG NEGERI
-
MAHASISWA KKN UNP 2026 SUSUN 23 PETA UNTUK MENDUKUNG PEMETAAN WILAYAH NAGARI BUNGO TANJUANG