HOME SOSIAL BUDAYA PROVINSI SUMATERA BARAT
- Minggu, 9 Agustus 2026
Rakor Perpustakaan Sumbar 2026: Kegemaran Membaca Sumbar Di Atas Rata-rata Nasional 54,8, Tapi Masih Kategori Rendah
Rakor Perpustakaan Sumbar 2026: Kegemaran Membaca Sumbar di atas rata-rata nasional 54,8, Tapi Masih Kategori Rendah
Padang (Minangsatu) - Perpustakaan sudah lama tidak lagi hanya menjadi tempat menyimpan buku yang sunyi. Kini perpustakaan berubah menjadi pusat pembelajaran sepanjang hayat sekaligus motor penggerak kesejahteraan masyarakat. Pesan inilah yang jadi sorotan utama dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat Tahun 2026 di Auditorium Gubernuran Sumbar, Padang, Sabtu (8/8/2026).
Mewakili Gubernur Sumbar, Asisten Administrasi Umum, Medi Iswandi, menekankan pentingnya memperkuat budaya gemar membaca di tengah derasnya transformasi digital. Lewat program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS), masyarakat diajak menjadikan perpustakaan sebagai tempat bertukar ilmu, melatih keterampilan, hingga membuka peluang meningkatkan ekonomi.
“Gubernur mengimbau seluruh pihak untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi, mengakselerasi inovasi digital, mengoptimalkan perpustakaan berbasis inklusi sosial, serta terus meningkatkan status akreditasi perpustakaan,” kata Medi.
Ia juga mengingatkan para kepala perangkat daerah yang mengurus perpustakaan agar tidak lengah soal akreditasi. Akreditasi bukan sekadar formalitas, melainkan indikator kualitas layanan, baik dari sisi administrasi, operasional, maupun pelayanan publik secara keseluruhan.
Kepala Perpustakaan Nasional RI, E. Aminudin Aziz, dalam keynote speech-nya yang berjudul Strategi dan Kebijakan Perpusnas RI dalam Meningkatkan Budaya Gemar Membaca, IPLM, dan TKM di Indonesia, mengapresiasi rekam jejak literasi tokoh-tokoh asal Sumatera Barat yang memang kuat.
Meski Tingkat Kegemaran Membaca (TKM) Sumbar tahun 2025 berada di atas rata-rata nasional (54,8 – kategori rendah), Aminudin mengingatkan agar daerah tidak cepat puas.
“Pertanyaannya sekarang, apakah urusan literasi sudah jadi program bersama yang dikerjakan secara bersama-sama? Urusan literasi adalah pekerjaan bersama yang dikerjakan bersama, maka harus jadi tanggung jawab bersama. Ini kata kuncinya,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sumbar, Jumadi, menjelaskan bahwa rakor digelar untuk menyamakan visi perpustakaan se-Sumbar sekaligus memperkuat sinergi dengan Perpusnas. Forum ini juga menjadi ajang evaluasi capaian program literasi di daerah.
Acara dilanjutkan dengan sesi dialog bersama Pustakawan Madya Perpusnas RI. Dalam dialog itu dibahas sinkronisasi perencanaan serta penyelarasan program, kegiatan, dan anggaran antara pemerintah pusat dan daerah.
Kegiatan dihadiri jajaran Dinas Perpustakaan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Dinas Pendidikan, serta para pegiat literasi dari seluruh kabupaten/kota se-Sumatera Barat. Para peserta terlihat antusias mengikuti sesi dialog dan tanya jawab seputar strategi penguatan literasi di Sumbar.
Editor : ranof
Tag :#Kegemaran membaca #Rakor perpustakaan #Sumbar
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
GUBERNUR MAHYELDI IMBAU MASYARAKAT SUMBAR WASPADAI POTENSI HUJAN LEBAT HINGGA 10 NOVEMBER
-
GUBERNUR MAHYELDI: BATU AKIK BUKAN SEKADAR PERHIASAN, TETAPI WARISAN BUDAYA MINANGKABAU
-
SEMBILAN NAMA MASUK BURSA CALON KETUA SATUPENA SUMBAR 2026-2031
-
BMKG KELUARKAN PERINGATAN DINI CUACA EKSTREM, GUBERNUR MAHYELDI IMBAU WARGA WASPADA
-
KEPEDULIAN YANG TAK TERPUTUS, YBM PLN TERUS HADIR UNTUK WARGA TERDAMPAK BANJIR
-
KEADILAN INSTAN: DIBALIK SERUAN “NO VIRAL NO JUSTICE”
-
DUA KEMENANGAN KABAU SIRAH, SAATNYA MERAJUT KEMBALI KEPERCAYAAN YANG SEMPAT RETAK
-
UJIAN HAKIM: ANTARA KASAR, KASIR, DAN KASUR
-
JEJAK PENGABDIAN HAN LAKSANAKAN KEGIATAN DISKUSI TERBUKA TERKAIT HUNIAN TETAP DI NAGARI SUNGAI BATANG
-
LILIPALY MENJADI PEMBEDA, TETAPI KONSISTENSI HARUS MENYUSUL