HOME SOSIAL BUDAYA PROVINSI SUMATERA BARAT

  • Sabtu, 31 Oktober 2026

Gubernur Mahyeldi: Batu Akik Bukan Sekadar Perhiasan, Tetapi Warisan Budaya Minangkabau

Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah Membuka Pameran dan Kontes Batu Akik di Court Rajo Corner, Kota Padang, Sabtu (31/10/2026). Foto: Dok. Adp.
Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah Membuka Pameran dan Kontes Batu Akik di Court Rajo Corner, Kota Padang, Sabtu (31/10/2026). Foto: Dok. Adp.

Gubernur Mahyeldi: Batu Akik Bukan Sekadar Perhiasan, tetapi Warisan Budaya Minangkabau

 

Padang (Minangsatu) - Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah mendukung pengangkatan kembali tradisi batu akik sebagai bagian dari khazanah seni dan budaya Minangkabau yang memiliki nilai sejarah, filosofi, dan identitas masyarakat.

Menurutnya, warisan budaya tersebut perlu terus diperkenalkan dan dilestarikan agar tidak hilang ditelan perkembangan zaman, terutama di kalangan generasi muda. Hal itu disampaikan Mahyeldi saat membuka Pameran dan Kontes Batu Akik Piala Gubernur bertajuk Kearifan Lokal Tanah Minang di Food Court Rajo Corner, Kota Padang, Sabtu (31/10/2026).

Ia mengapresiasi Gamestone Minang Saiyo dan panitia penyelenggara yang telah menginisiasi kegiatan untuk menghidupkan kembali perhatian masyarakat terhadap tradisi batu akik Minangkabau.

Mahyeldi menjelaskan, bagi masyarakat Minangkabau, batu cincin bukan sekadar perhiasan, tetapi memiliki makna yang berkaitan dengan kedewasaan, kebesaran, dan cita rasa seni. Proses pemilihan batu, pengolahan, hingga pembuatan ikek atau cincin dengan beragam bentuk dan ukiran mencerminkan kehalusan seni serta filosofi yang diwariskan oleh orang-orang terdahulu.

“Keindahannya tidak hanya secara visual, namun ada makna yang terkandung di dalamnya,” ungkap Mahyeldi.

Karena itu, ia berharap pameran dan kontes batu akik dapat menjadi ruang untuk mengenalkan kembali nilai-nilai budaya Minangkabau sekaligus mewariskannya kepada generasi berikutnya.

Ia juga mengingatkan bahwa geliat batu akik yang pernah berkembang luas pada 2014–2015 merupakan bagian dari sejarah ketertarikan masyarakat terhadap kekayaan batu alam Nusantara. Melalui kegiatan ini, Mahyeldi berharap perhatian terhadap tradisi lokal kembali tumbuh, tidak hanya sebagai hobi dan koleksi, tetapi juga sebagai bagian dari identitas budaya daerah.

Sementara itu Ketua Pelaksana Kegiatan Pameran dan Kontes Batu Akik, Ilham Agung Saputra, menyampaikan bahwa kontes kali ini mempertandingkan 185 kelas dengan peserta dari berbagai daerah di Sumbar, antara lain Payakumbuh, Agam, Padang, Pasaman, Pesisir Selatan, dan Pariaman. Pesertanya tidak hanya berasal dari Sumbar tapi juga ada dari luar daerah, di antaranya dari Riau, Jambi, dan Pulau Jawa.

Melalui penyelenggaraan Pameran dan Kontes Batu Akik Piala Gubernur ini, diharapkan tradisi batu akik Minangkabau semakin dikenal luas dan terus berkembang sebagai kekayaan budaya yang memiliki nilai seni, sejarah, serta filosofi yang patut dijaga dan diwariskan lintas generasi.

 

 

 

 

 


Wartawan : Adpsb
Editor : ranof

Tag :#Kontes dan pameran batu akik di padang #Gubernur Mahyeldi #Sumbar

Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com