- Senin, 25 Mei 2026
Curah Hujan Tinggi Rendam Kebun Warga Di Kota Jambi, Petani Terancam Gagal Panen
Curah Hujan Tinggi Rendam Kebun Warga di Kota Jambi, Petani Terancam Gagal Panen
Kota Jambi (Minangsatu) – Curah hujan tinggi yang melanda Kota Jambi dalam beberapa hari terakhir mulai berdampak terhadap sektor pertanian warga. Sejumlah lahan kebun milik petani di Kecamatan Paal Merah terendam genangan air, sehingga meningkatkan risiko serangan hama dan penyakit tanaman serta mengancam gagal panen.
Di salah satu kebun warga di kawasan tersebut, tanaman kacang panjang tampak terendam air yang bertahan sejak beberapa hari terakhir. Kondisi ini membuat sebagian tanaman mulai rusak, menguning, hingga membusuk pada bagian batang dan buah.
Salah seorang petani, Gufron (56), mengaku tanaman kacang panjang miliknya mulai mengalami kerusakan akibat intensitas hujan yang tinggi.
“Kalau hujan terus seperti ini tanaman gampang busuk. Daunnya mulai menguning, buah banyak yang rusak dan rontok,” ujar Gufron saat ditemui di kebunnya, Senin (25/5) pagi.
Ia mengatakan, kondisi tersebut juga membuat biaya perawatan meningkat karena petani harus menambah penggunaan pestisida dan penanganan jamur tanaman.
“Selain hasil berkurang, kami juga harus keluar biaya tambahan untuk perawatan,” tambahnya.
Genangan air yang berlebih menyebabkan akar dan batang tanaman rentan membusuk. Kelembapan udara yang tinggi serta minimnya sinar matahari juga mengganggu proses fotosintesis, sehingga pertumbuhan tanaman tidak optimal dan kualitas hasil panen menurun.
Tak hanya menyebabkan buah mudah rontok dan membusuk, kondisi cuaca yang tidak menentu ini juga berdampak pada penurunan produktivitas kebun warga secara keseluruhan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya mencatat sejumlah wilayah di Indonesia, termasuk Jambi, masih berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Kondisi ini dipengaruhi dinamika atmosfer seperti Madden-Julian Oscillation (MJO), gelombang Kelvin, dan Rossby Ekuatorial.
BMKG juga mencatat curah hujan sangat lebat di wilayah Jambi sempat mencapai 131,2 mm/hari pada awal Mei 2026. Selain itu, tingginya kelembapan udara pada masa peralihan musim turut mendukung pertumbuhan awan hujan di berbagai wilayah.
Para petani berharap cuaca segera membaik agar tanaman tidak semakin rusak, mengingat sebagian lahan sudah mulai menunjukkan tanda-tanda kerusakan berat dan berpotensi gagal panen.
Editor : melatisan
Tag :Curah Hujan Tinggi Rendam Kebun Warga di Kota Jambi, Petani Terancam Gagal Panen
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
DISTRIBUTOR SUMMIT AP 1 DI MEDAN, PT SEMEN PADANG PERKUAT FUNDAMENTAL UNTUK JAGA DOMINASI PASAR
-
BANK NAGARI PERKUAT SINERGI DENGAN IKM MELALUI PENANDATANGANAN PKS PENGELOLAAN KEUANGAN DAN LAYANAN PERBANKAN
-
LESTARIKAN TRADISI BASELANG KA UMO, 700 WARGA SEBERANG KOTA JAMBI IKUTI LOMBA NANDUR
-
BAHAS PAJAK AIR PERMUKAAN, PEMPROV SUMBAR DAN FORKOPIMDA GELAR DIALOG DENGAN PENGUSAHA SAWIT
-
GANDENG MOTOPLEX PEKANBARU, BANK NAGARI PASTIKAN PEMBIAYAAN MOTOR PREMIUM LEBIH MUDAH
-
MAHASISWA KKN UNP 2026 SUSUN 23 PETA UNTUK MENDUKUNG PEMETAAN WILAYAH NAGARI BUNGO TANJUANG
-
MAHASISWA KKN UNP 2026 EDUKASI MASYARAKAT JORONG KAPUAH TENTANG PENCEGAHAN STUNTING MELALUI GIZI SEIMBANG DAN PHBS
-
RME SUDAH DIGUNAKAN, TETAPI APAKAH SUDAH BENAR-BENAR BERMANFAAT?
-
PERAWATAN GIGI ANAK TANPA RASA TAKUT: MENGENAL KEDOKTERAN GIGI MINIMAL INVASIF
-
MAHASISWA KKN REGULER II UNAND DEMONSTRASIKAN PEMBUATAN PUPUK BOKASHI BERSAMA KWT KORONG KOTO PANJANG