HOME PARIWISATA KABUPATEN DHARMASRAYA

  • Rabu, 27 Februari 2019
Carito Cafe, Tempat Nongkrong Sambil Diskusi Berbasis Literasi
Rezi Oktania, Owner Carito Cafe saat acara grand opening

Pulau Punjung (Minangsatu) - Kabupaten Dharmasraya benar-benar menjadi kabupaten yang penuh berkah. Selain kaya akan potensi alam yang melimpah ruah, daerah yang kental dengan sejarah asal usul Kerajaan Pagaruyung ini juga memiliki sumber daya manusia yang kreatif dan inovatif. Baru-baru ini, sebuah kafe dengan konsep kekinian yang memiliki visi edukasi hadir di Pulau Punjung. 

Tepatnya pada 23 Februari 2019 lalu,  sebuah kafe bernama "Carito Cafe", diperkenalkan untuk pertama kalinya kepada masyarakat Ranah Cati Nan Tigo. Grand Opening kafe yang berlokasi di depan Hotel Pusako, Jalan lintas Sumatera Km.4 Pulau Punjung ini dihadiri langsung oleh  Wakil Bupati Dharmasraya Amrizal Dt Rajo Medan, Wakil Ketua DPRD Dharmasraya Ampera Datuak Labuan Basa, Kabid pariwisata Beni Mandala, Kabid Kebudayaan Elfi Jasri, dan Sekretaris Umum KNPI Dharmasraya Arif Gumensa

Kebiasaan masyarakat minang yang menjadikan kedai/lapau untuk tempat "bacarito" (bercerita) menginspirasi Rezi Oktania, salah seorang staf di Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Dharmasraya, untuk mendirikan Carito Cafe. Atas ide dan usul dari sahabat kakaknya, Haviz Afdhal Hakim, seorang pegawai bank daerah di Pulau Punjung, muncullah niat dari Uni Favorit Dharmasraya 2017 ini untuk mengkombinasikan kafe dengan media diskusi yang berbasis literasi. 

Yang istimewa, banyak menu spesial yang mengundang selera disediakan di Carito Cafe. Diantaranya yang menjadi andalan adalah  Martabak Pizza, Martabak Telur, kopmil, dan susu murni Serambi Milk yang didatangkan langsung dari Padang Panjang.

”Kami ingin mempromosikan budaya sehat mengkonsumsi susu murni. Seperti kita ketahui susu murni memiliki banyak manfaat untuk kesehatan dan kecerdasan otak," jelas Rezi Oktania. 

Berbagai buku bacaan bertema sejarah dan foto-foto arsip tentang perjalanan sejarah nasional dan minangkabau dipajang di sepanjang dinding  kafe. Jelas sekali kalau Carito Cafe berusaha mengintegrasikan perpustakaan ke sebuah kafe.

"Kita berkeinginan kalau di kafe ini para pengunjung tidak lagi asyik dengan Android, seperti kebiasaan kebanyakan muda-mudi saat nongkrong. Jadi, nanti yang ada adalah mereka berdiskusi sambil memegang buku sebagai sumber referensi diskusi mereka. Nah, dari sinilah kita mulai kemajuan Dharmasraya," harap Rezi. 

Hafiz, Salah seorang inisiator Carito Cafe yang juga menjadi anggota dewan penasihat Himpunan Mahasiswa Alumni SMA Negeri 1 Padang Panjang wilayah Sumatera Barat, mengatakan bahwa pendidikan nasional khususnya pendidikan di Dharmasraya adalah menjadi tanggung jawab seluruh lapisan masyarakat Dharmasraya.

"Sudah pantas rasanya  saya mencoba berkontribusi untuk pendidikan Dharmasraya yang masyarakatnya telah mempersilahkan saya  untuk hidup dan mencari penghidupan di daerah ini," ujar Haviz.

Ia juga menambahkan bahwa ada rancangan yang sedang digali untuk potensi pelaksanaan forum diskusi bulanan membahas perkembangan pemuda dan kemajuan Dharmasraya kedepannya. "Kita sedang mengusahakan sebuah konsep untuk membentuk sebuah forum diskusi yang terbuka untuk publik dan bisa melahirkan solusi-solusi yang mencerahkan untuk Dharmasraya," harap Haviz.

Wakil Bupati Dharmasraya Amrizal Datuak Rajo Medan dalam paparanya  mengemukakan penghargaan yang tinggi dengan adanya Carito Cafe. Ia berharap agar anak-anak muda Dharmasraya bisa lebih kreatif dan inovatif kedepannya dengan keberadaan Carito Cafe.

"Kita ingin agar generasi muda Dharmasraya benar-benar memperoleh manfaat dengan adanya kafe dengan galeri literasi ini. Semoga menjadi generasi Dharmasraya yang berwawasan dan bercakrawala luas," harap Amrizal.

Joni Jasban, salah seorang pengunjung, memberikan apresiasi pada Carito Cafe, "Meskipun ini bukan ide yang baru, karena kafe dengan konsep yang sama sudah ada di berbagai kota besar di Indonesia, namun adanya kafe literasi ini sangat bermanfaat bagi generasi muda Dharmasraya, terutama dalam membentuk pola fikir mereka ke depan," ujar Joni. (rvo)


Wartawan : te
Editor :

Tag :Carito Cafe #Dharmasraya #literasi